bijak menggunakan media sosial 6

Bijak Bermedia Sosial Jadi Topik Penutup Rangkaian PKMU 2025-2026

Umsida.ac.id – Direktorat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DAIK Umsida) menutup rangkaian Program Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida (PKMU) 2025–2026 melalui kajian bertajuk “Speak Wise, Not Hurt: Mahasiswa Berkarakter di Dunia Maya”, pada Jumat (10/07/2026).

Penutupan PKMU menghadirkan Carlos Abu Hamzah dari Da’i Bikers Chapter Surabaya untuk membahas etika berkomunikasi, kesehatan mental, serta tanggung jawab mahasiswa saat menggunakan media sosial.

Kegiatan yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida ini diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas mahasiswa Umsida dan peserta PKMU. 

Lihat juga: Peserta: PKMU Memperkuat Pemahaman Kami Soal Ibadah, Bukan Menakutkan

PKMU Umsida Bentuk Karakter Mahasiswa

Direktur Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Umsida, Drs Mu’adz MAg, menjelaskan bahwa PKMU telah diselenggarakan sejak 2016 sebagai bagian dari pembinaan karakter mahasiswa.

Ia mengaitkan pembinaan tersebut dengan penggalan lagu Indonesia Raya, “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. 

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk jiwa dan karakter yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Rangkaian PKMU tahun akademik ini telah berlangsung sejak September 2025 hingga Mei 2026 dalam delapan gelombang. Setiap gelombang dilaksanakan selama tiga pekan berturut-turut.

Penutupan PKMU kemudian dilengkapi dengan kajian yang mengangkat persoalan dekat dengan kehidupan mahasiswa, yakni cara menjaga ucapan dan perilaku di ruang digital.

Mahasiswa Berkarakter Harus Bijak di Media Sosial

bijak menggunakan media sosial 1

Dalam materinya, Carlos menjelaskan bahwa seseorang tidak hanya dinilai dari perbuatannya, tetapi juga dari perkataan yang disampaikan. 

Di era media sosial, ujarnya, perkataan tidak lagi terbatas pada ucapan lisan, melainkan juga melalui unggahan, komentar, dan ketikan.

“Lisan kita sekarang bertransformasi melalui jempol. Jadi, apa yang kita tulis bukan perkara sepele karena berkaitan dengan iman dan tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak memiliki prinsip “komentar dulu, menyesal kemudian”. 

Carlos juga mengajak peserta menerapkan protokol santun ketika menyampaikan kritik. 

Kritik tidak seharusnya menyerang fisik, melainkan berfokus pada gagasan dan disampaikan menggunakan bahasa yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadikan setiap ketikanmu layak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, bukan hanya di hadapan followers-mu,” pesannya.

Media Sosial dan Kesehatan Mental

Carlos turut menyoroti kebiasaan menggunakan media sosial secara berlebihan.

Lihat Juga :  Resapi Gerakan Ilmu Amaliyah dan Amal Ilmiah, Ini Bekal untuk Ortom Umsida

Menurutnya, ruang digital yang terlihat ramai tidak selalu membuat seseorang merasa terhubung secara emosional.

Seseorang dapat memiliki banyak pengikut dan grup percakapan, tetapi tetap merasakan kesepian, kecemasan, kehilangan arah, bahkan kehampaan dalam kehidupan aslinya.

“Apabila dianggap sebagai realitas utuh, konten tersebut dapat membentuk standar kehidupan yang tidak realistis serta memunculkan rasa minder dan tidak puas terhadap diri sendiri,” terangnya.

Ia pun mengenalkan konsep Joy of Missing Out atau JOMO daripada FOMO sebagai sikap yang dapat diterapkan mahasiswa. 

“Tidak selalu mengikuti tren itu tidak masalah selama hidup kita tetap terarah dan kuliah tidak berantakan,” tuturnya.

Cyberbullying Tinggalkan Luka Psikologis

Pembahasan lain yang ditekankan dalam kajian tersebut adalah bahaya perundungan digital atau cyberbullying. 

Carlos mengatakan bahwa satu ketikan dapat membuat seseorang menjadi bahan pembicaraan luas, merusak reputasi, serta menimbulkan luka psikologis yang mendalam.

Dampak perundungan digital menjadi semakin besar karena konten dapat menyebar dengan sangat cepat, tersimpan dalam waktu lama, dan sewaktu-waktu muncul kembali meskipun unggahan awal telah dihapus.

Dalam beberapa kasus, jelas Carlos, pelaku tidak merasa sedang melakukan kejahatan karena perundungan dilakukan bersama banyak orang. 

“Tekanan lingkungan, keinginan diterima dalam kelompok, serta desain algoritma yang mendorong konten emosional dapat menyeret seseorang ikut menyerang korban,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa penilaian terhadap seseorang tidak boleh hanya didasarkan pada satu potongan gambar atau video. 

Konten digital sering kali tidak menampilkan konteks secara utuh sehingga mudah memunculkan penghakiman yang keliru.

DAIK Umsida Apresiasi Karya Peserta PKMU

bijak menggunakan media sosial 6

Sebagai bagian dari rangkaian PKMU, peserta sebelumnya dibagi menjadi sekitar 50 kelompok untuk membuat video bertema perilaku baik. 

Karya tersebut menjadi media bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai karakter dalam bentuk konten digital yang positif.

Lihat juga: Pendidikan Karakter Umsida Juga Tanamkan Jiwa Disiplin dan Berkomitmen

Pada akhir acara, DAIK Umsida memilih enam kelompok terbaik untuk memperoleh apresiasi. 

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas mahasiswa sekaligus komitmen menjadikan media sosial sebagai ruang penyebaran pesan yang santun, edukatif, dan bermanfaat.(Romadhona)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.17 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By

Opini

ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By