Umsida.ac.id – Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), Dr Ida Rindainingsih MPd, mengunjungi Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.
Lihat juga: Umsida Lepas 6 Mahasiswa Student Mobility yang Berkuliah di Umsida
Dalam kunjungan ini, ia berkesempatan untuk memberikan kuliah terbuka kepada mahasiswa UniSZA dalam rangka program kolaborasi antara kedua universitas dan mengunjungi Mahasiswa Umsida yang sedang melaksanakan Student Mobility selama 20 hari.
Acara yang berlangsung di Dewan Alumni Komuniti Masjid (DAKMU) Pusat Islam UniSZA pada Selasa, (13/1/2026) ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa UniSZA.
Apresiasi Atas Kerja Sama dengan UniSZA

Saat menyampaikan sambutan, Dr Ida, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia.
Dua mahasiswa Umsida yang terpilih mengikuti program ini berasal dari dua program studi, yakni Reneisha Savira Anda dan Akhmad Hasbul Wafi dari Pendidikan Agama Islam (PAI).
Sementara dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, mahasiswa yang mengikuti program ini terdiri dari Isna Salsabila Amalia, Fathiyyah Qari’ Al-Fitroni, dan Abul A’la Al Maududi.
Perkuliahan daring sudah dimulai sejak 20 Oktober 2025. Pada 11 Januari 2026, mereka berangkat ke UniSZA untuk melakukan perkuliahan secara luring.
Seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti ujian akhir semester yang dilaksanakan secara luring di UniSZA.
Kenalkan Teknologi Pendidikan dalam Topik “Rekabentuk Instruksional dan Teknologi”

Kuliah terbuka ini mengangkat topik mengenai “Rekabentuk Instruksional dan Teknologi”, dengan fokus pada perancangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif.
Kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai konsep desain instruksional dan aplikasi teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan.
Ia juga mengungkapkan pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan mendalam bagi mahasiswa.
“Desain instruksional yang baik harus mampu mengadaptasi perkembangan zaman, terutama dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih,” ungkapnya
Sebagai pendidik, imbuh Dr Ida, sudah seharusnya untuk bisa memfasilitasi mahasiswa agar mereka belajar secara mandiri dan kritis.
Kuliah terbuka ini merupakan bagian dari program co-teaching yang melibatkan dosen dari Indonesia, termasuk Dr Ida yang turut serta dalam memberikan materi terkait rekabentuk instruksional.
Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat jaringan kolaborasi antara kedua universitas dalam bidang pendidikan dan teknologi.
Setelah acara kuliah terbuka, Dekan FAI Umsida juga melakukan pertemuan dengan pihak UniSZA untuk membahas lebih lanjut mengenai peluang kerjasama akademik dan penelitian antara kedua universitas, terutama dalam bidang teknologi pendidikan dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.
Lihat juga: Berangkat ke UniSZA dalam Program Student Mobility, 5 Mahasiswa Umsida Perluas Relasi Global
“Semoga kegiatan ini dapat membawa dampak positif dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta membuka peluang bagi pengembangan pendidikan tinggi di Asia Tenggara,” tuturnya.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi



















