aset kripto (Pexels)

Dosen Umsida Ungkap Fakta Aset Kripto yang Sering Disalahpahami

Umsida.ac.id – Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Mochammad Tanzil Multazam SH MKn, memaparkan aspek praktis investasi dan trading aset kripto dalam Halaqah Nasional Hukum Investasi Kripto yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan pada Sabtu, (28/2/2026).

Lihat juga: Risiko Aset Kripto dan Bitcoin, Dosen Umsida Paparkan dari Perspektif Hukum dan Teknologi

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami ekosistem teknologi blockchain secara menyeluruh sebelum menilai aset kripto dari sisi investasi maupun hukum. 

Menurutnya, banyak orang hanya melihat potensi keuntungan dari kripto tanpa memahami bagaimana teknologi di baliknya bekerja.

“Cryptocurrency sejatinya hanyalah efek turunan (side effect) dari teknologi blockchain. Jadi istilah cryptocurrency sebagai mata uang tidak sepenuhnya tepat, karena secara hakikat kripto lebih menyerupai aset digital daripada alat tukar,” jelasnya.

Memahami Ekosistem Blockchain dalam Aset Kripto
aset kripto
Dok Muhammadiyah.or.id

Tanzil menjelaskan bahwa pada awal kemunculannya, kripto hadir sebagai bentuk imbalan (reward) bagi validator jaringan blockchain. 

Seiring berkembangnya teknologi, aset tersebut kemudian digunakan dalam berbagai transaksi digital sehingga dikenal sebagai mata uang digital.

Namun menurutnya, fungsi kripto berkembang jauh melampaui pembayaran, termasuk sebagai jaminan (collateral), instrumen investasi, hingga bagian dari sistem keuangan digital terdesentralisasi.

“Karena bisa dijadikan kolateral dan berbagai fungsi finansial lainnya, maka lebih tepat disebut sebagai crypto asset daripada cryptocurrency,” ujarnya.

Tanzil juga memetakan ekosistem kripto menjadi tiga komponen utama, yaitu pengguna, platform, dan aset.

Dari sisi pengguna, ekosistem kripto tidak hanya diisi oleh trader, tetapi juga investor jangka panjang atau holder, pengembang (developer), validator atau staker, hingga penyedia likuiditas (liquidity provider).

Sementara itu dari sisi platform, ia membedakan antara centralized exchange yang dioperasikan secara terpusat dan diawasi regulator, serta decentralized finance (DeFi) yang berjalan berbasis komunitas tanpa otoritas pusat.

Adapun dari sisi aset, kripto terbagi dalam beberapa lapisan teknologi (layer), mulai dari koin layer satu sebagai jaringan utama blockchain, token layer dua sebagai teknologi pendukung skalabilitas, hingga layer tiga yang berisi aplikasi atau layanan digital di atas blockchain.

Lihat Juga :  Tanggapi Pemisahan Pemilu, Pakar Umsida: Yang Penting Tetap LUBER JURDIL
Banyak Aset Kripto Bersifat Spekulatif

Dalam pemaparannya, Tanzil juga menyoroti fenomena banyaknya aset kripto yang beredar di pasar saat ini. 

Ia menjelaskan bahwa jumlah aset kripto sangat besar, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar memiliki manfaat nyata.

“Dari puluhan juta aset kripto yang ada, yang benar-benar memiliki utilitas kemungkinan kurang dari seribu. Sisanya banyak yang bersifat spekulatif,” jelasnya.

Fenomena tersebut, menurut dosen hukum Umsida itu, sering kali membuat perdagangan kripto terlihat seperti aktivitas spekulatif yang mendekati perjudian, karena banyak orang membeli aset tanpa memahami manfaat atau teknologi di baliknya.

Ia juga menyoroti munculnya berbagai persepsi keliru terkait kripto, terutama anggapan bahwa kripto dapat menjadi jalan cepat untuk menjadi kaya.

Menurut pengamatannya, keuntungan besar dalam dunia kripto biasanya hanya dinikmati oleh tiga kelompok.

Pertama, pengguna awal teknologi atau early adopters yang masuk sebelum kripto populer.

Kedua, investor yang mendapatkan lonjakan harga ekstrem atau jackpot. 

Ketiga, pihak yang melakukan penipuan atau scammer.

Pentingnya Literasi Keuangan Digital dalam Investasi Kripto
aset kripto (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Tanzil mengingatkan bahwa keinginan memperoleh keuntungan cepat dari kripto justru sering berujung kerugian besar, terutama jika menggunakan sistem perdagangan berisiko tinggi seperti leverage pada pasar futures.

“Keinginan kaya instan melalui kripto justru sering berakhir bangkrut instan,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan digital sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam aset kripto.

Menurutnya, pemahaman terhadap kripto tidak cukup hanya berdasarkan tren atau rekomendasi di media sosial, tetapi harus didasarkan pada analisis fundamental berbasis data on-chain.

Analisis tersebut meliputi aktivitas pengembang, struktur ekonomi token atau tokenomics, hingga distribusi kepemilikan aset dalam jaringan blockchain.

Lihat juga: Belajar dari Bank: Mengapa Lembaga Zakat Perlu Berpikir Retail, Korporat, dan Investasi Sosial

“Literasi menjadi faktor paling penting agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi semata, tetapi mampu memahami manfaat teknologi blockchain secara rasional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.(Muhammadiyah.or.id)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By