kesehatan mental saat puasa

3 Cara Mengelola Stres Saat Puasa Agar Mental Tetap Tenang Selama Ramadan

Umsida.ac.id – Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. 

Bagi banyak orang, bulan ini juga menjadi momen untuk melatih kesabaran, mengelola emosi, dan menenangkan pikiran. 

Menariknya, proses spiritual ini ternyata juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental.

Lihat juga: 4 Manfaat Puasa Bagi Otak, Mental, dan Sel

Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ghozali Rusyid Affandi SPsi MA.

Ia menjelaskan bahwa puasa sebenarnya bisa menjadi sarana efektif untuk melatih pengendalian emosi sekaligus menjaga kesehatan mental. 

Menurutnya, kunci utamanya adalah menyeimbangkan pendekatan biologis, psikologis, dan spiritual selama menjalani ibadah puasa.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan mengelola emosi dan pikiran agar lebih stabil,” ujarnya.

Mengelola Stres Saat Berpuasa dengan Keseimbangan Fisik dan Mental
kesehatan mental saat puasa
Ilustrasi: Pexels

Menurut Ghozali, cara mengelola stres saat berpuasa perlu dilakukan dengan menyeimbangkan pendekatan fisik (biologis) dan mental (psikologis dan spiritual).

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Makan sahur dengan nutrisi seimbang

Secara biologis, menurutnya, mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan protein saat sahur membantu mencegah kadar gula darah turun drastis (hipoglikemia), sehingga otak tetap memiliki energi untuk mengatur emosi. 

Dalam Islam, hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk tidak meninggalkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan (HR. Bukhari & Muslim). 

“Keberkahan ini termasuk kesiapan fisik dan mental untuk beribadah sepanjang hari. Intinya jangan sampai meninggalkan sahur,” kata Ghozali.

  1. Menerapkan mindfulness dalam menjalankan puasa

Puasa tidak hanya sekedar menahan makan dan minum, tetapi juga memaknai hakikat ibadah tersebut. 

Seseorang perlu menyadari kapan emosi mulai terpancing akibat rasa lapar, lalu mengambil jeda sebelum bereaksi. 

Dalam ajaran Islam, ketika emosi muncul, seorang muslim dianjurkan untuk mengingat status puasanya dengan mengatakan “Aku sedang berpuasa”, membaca ta’awudz, serta mengubah posisi atau berwudhu untuk meredakan emosi.

  1. Menjauhi hal yang sia-sia (laghw)

Untuk mencegah kelelahan mental, seseorang sebaiknya menghindari perdebatan atau aktivitas yang menguras emosi. 

Islam mengajarkan agar orang yang berpuasa meninggalkan perkataan dusta, perbuatan bodoh, dan hal-hal yang tidak bermanfaat agar energi mental tetap terjaga untuk hal yang lebih baik.

Ibadah Ramadan Membantu Menurunkan Stres

Ghozali juga menjelaskan bahwa pembiasaan spiritual selama Ramadan terbukti efektif membantu menurunkan tingkat stres apabila dilakukan dengan benar secara syariat maupun hakikat. 

Lihat Juga :  Mental Jadi Bekal Utama Mahasiswa Umsida Raih Emas KBPP Polri Jatim 2025

Hal ini terjadi melalui dua mekanisme utama:

  • Relaksasi fisik dan batin (tatma’innul qulub)

Aktivitas ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan salat malam bekerja layaknya meditasi yang mendalam. 

Secara biologis, rutinitas ini mampu menurunkan hormon stres (kortisol), menstabilkan detak jantung, serta membuat pikiran menjadi lebih rileks. 

Dalam Islam, kondisi ini dikenal sebagai ketenangan hati atau tatma’innul qulub, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.

  • Terapi kognitif melalui ibadah

Rutinitas seperti berdoa, iktikaf, dan muhasabah (refleksi diri) membantu seseorang mengalihkan fokus pikiran dari tekanan duniawi menuju rasa syukur dan kepasrahan kepada Allah. 

Proses ini dalam Islam dikenal sebagai tazkiyatun nafs, yaitu penyucian jiwa yang membuat seseorang lebih sehat secara mental, lebih positif, dan lebih tangguh menghadapi tekanan hidup.

Menurutnya, ibadah Ramadan tidak hanya menyehatkan jiwa melalui pendekatan spiritual, tetapi juga secara ilmiah mampu memperbaiki respons tubuh dan pikiran terhadap stres.

Cara Puasa Meningkatkan EQ
kesehatan mental saat puasa
Ilustrasi: Pexels

Selain membantu mengelola stres, latihan pengendalian diri selama Ramadan juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) seseorang.

Hal ini terjadi melalui beberapa proses berikut:

  • Pembentukan kebiasaan permanen (neuroplastisitas dan istiqomah)

Menahan amarah dan bersabar selama 30 hari berturut-turut melatih otak membentuk jalur saraf baru (neuroplastisitas). 

“Latihan ini membuat kemampuan pengendalian diri tidak lagi terasa berat, tetapi menjadi respons otomatis yang terbawa bahkan setelah Ramadan usai,” ujar Ghozali.

  • Mengasah empati dan kepedulian sosial

Merasakan lapar dan dahaga secara langsung membantu seseorang memahami kondisi orang yang kekurangan. 

Pengalaman ini menumbuhkan empati yang kemudian mendorong tindakan nyata seperti bersedekah, berzakat, dan berbagi kepada sesama.

  • Mencapai puncak kecerdasan emosional dan spiritual

Pada akhirnya, tujuan puasa adalah mencapai derajat takwa, yaitu kemampuan menahan diri dari hal-hal yang tidak baik sekaligus memiliki kebesaran hati untuk memaafkan orang lain.

Lihat juga: Puasa Bikin Mood Naik Turun, Ini Cara Efektif Menurunkannya

“Ketika seseorang mampu menahan amarah dan memaafkan, itu menunjukkan kecerdasan emosional sekaligus kecerdasan spiritual yang tinggi,” pungkas Sekprodi Psikologi itu.(Romadhona)

Sumber: Ghozali Rusyid Affandi SPsi MA

Berita Terkini

tuntutan BEM PTMAI untuk DPRD Jawa Timur
BEM Umsida Turut Kawal 25 Tuntutan BEM PTMAI Zona V kepada DPRD Jawa Timur
April 13, 2026By
jalur masuk Umsida tanpa tes
Tetap Tenang, Umsida Buka Banyak Jalur Pendaftaran Maba 2026 Tanpa Tes
April 9, 2026By
Umsida jadi kebanggan Sidoarjo
Jadi Kebanggaan Sidoarjo, Sekda Sanjung Implementasi ‘Kampus Berdampak’ Umsida
April 6, 2026By
penyerahan bingkisan idul fitri
Sinergi Umsida Bagikan Bingkisan Idul Fitri untuk Pegawai Supporting di 3 Kampus
March 16, 2026By
program studi univ muhammadiyah Sidoarjo terakreditasi unggul
Umsida Teguhkan Langkah Menuju ASEAN Recognition 2038
February 13, 2026By
penghargaan dosen dan tendik, prof syafiq
Puluhan Tahun Mengabdi, Umsida Beri Penghargaan kepada Dosen dan Tendik di Milad ke-37
February 10, 2026By
abdimas prof Sigit 1
Prof Sigit Soal Makna Guru Besar: Ilmu Tanpa Pengabdian akan Tak Bermakna
February 10, 2026By
Prof Sigit Guru Besar
Targetkan dapat Gelar Guru Besar Sebelum 50 Tahun, Ini Perjalanan Akademik Prof Sigit
February 6, 2026By

Riset & Inovasi

abdimas tepung pakcoy 2
Tepung Pakcoy, Inovasi Dosen Umsida yang Siap Diproduksi Masyarakat Secara Mandiri
April 15, 2026By
kontrol produksi garam berbasis iot
Dosen Umsida Kembangkan PLTS untuk Kontrol Produksi Garam Menggunakan IoT
March 30, 2026By
daycare lansia 1
Tim PKM Umsida Dampingi Program Daycare Lansia Bersama PRA Boro
February 27, 2026By
abdimas kepada peserta didik sb at tanzil malaysia
Peserta Didik dan Guru SB At-Tanzil Malaysia dapat Penguatan Mental dari Psikolog Umsida
February 19, 2026By
pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial
Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
February 3, 2026By

Prestasi

prestasi mahasiswa fisioterapi
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara di Physio Fest Nasional 2026
April 10, 2026By
atlet tapak suci umsida
Latihan Mandiri Atlet Tapak Suci Ini Berbuah Manis di Bumi Open 14th Championship 2026
April 9, 2026By
tapak suci umsida di pakubumi open 2026
Borong 14 Emas di Pakubumi Open 2026, Tapak Suci Umsida Tunjukkan Dominasi di Level Internasional
April 8, 2026By
atlet umsida juara 1 kompetisi internasional
Sudah Persiapan Matang, Atlet Umsida Juara 1 Tanding Dewasa di Kompetisi Internasional
April 8, 2026By
pencak silat umsida di pakubumi open 2026
Mahasiswi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat Pakubumi Open Championship 2026
April 7, 2026By