proker Bramasgana ke Aceh Tamiang

Siap Berangkat ke Aceh Tamiang, Ini 3 Deretan Proker Tim Bramasgana Umsida

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus bergerak untuk merealisasikan misikemanusiaan melalui tim Brigadir Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana Umsida (Bramasgana) yang siap berangkat ke Aceh Tamiang.

Tim relawan berangkat ke lokasi bencana pada Senin, (19/1/2026). Keberangkatan ini didukung oleh Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida.

Kegiatan ini merupakan respons atas kondisi darurat yang masih berlangsung. Masih banyak warga yang tinggal di camp pengungsian dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan.

Lihat juga: Pelepasan 12 Tim Bramasgana Umsida, Jalankan Misi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

Oleh karena itu, tim Bramasgana Umsida berangkat Aceh Tamiang dengan berbagai program kegiatan yang telah dipresentasikan saat pemberangkatan pada Rabu, (14/1/2026).

Koordinator tim relawan, Azzam Sayuqi, menjelaskan bahwa motivasi utama keberangkatan ini berangkat dari nilai kemanusiaan. 

Menurutnya, ketika melihat kondisi masyarakat di Sumatra yang terdampak bencana, muncul dorongan kuat untuk hadir secara langsung.

“Yang pertama jelas karena kemanusiaan. Dari dulu saya memang selalu ikut kegiatan sosial. Ketika melihat berita tentang Sumatra, saya langsung tergerak dan bertanya ke tim Bramasgana, apakah kita bisa memberangkatkan relawan,” ujarnya.

Mahasiswa Program Studi Psikologi itu juga terlibat langsung dalam proses seleksi relawan, meskipun dirinya turut diberangkatkan ke lokasi bencana.

Peran Relawan Umsida dalam Program Kemanusiaan Aceh Tamiang

Dalam pelaksanaannya, relawan Umsida akan dibagi menjadi dua tim utama, yakni tim psikososial dan tim sekolah darurat. 

Pembagian ini dilakukan berdasarkan kebutuhan lapangan yang disampaikan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Azzam menjelaskan bahwa di Aceh Tamiang saat ini jumlah tenaga pendidik sangat terbatas. 

Di beberapa lokasi, guru hanya berjumlah enam orang, sementara sekolah darurat masih membutuhkan pendamping. 

Selain itu, tim psikososial juga sempat kosong karena pergantian relawan sebelumnya.

“Awalnya semua masuk sekolah darurat, tapi ternyata yang lebih dibutuhkan saat ini adalah tim psikososial. Maka kami bagi menjadi lima orang psikososial dan lima orang sekolah darurat,” jelas mahasiswa semester tujuh itu.

Para relawan akan ditempatkan dalam satu posko utama, namun menjangkau dua desa terdampak, yakni Desa Sunting dan Desa Serba. 

Akses menuju desa tersebut masih cukup sulit, sehingga relawan harus menempuh perjalanan darat sekitar tiga hingga sepuluh kilometer dari posko.

Meski demikian, Azzam menegaskan bahwa tim telah mempersiapkan diri secara matang, termasuk menyusun program kegiatan sebelum keberangkatan agar tidak datang tanpa arah.

Lihat Juga :  Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal

“Kami menyiapkan program supaya ketika sampai di sana, kami tidak kosongan. Kami tawarkan kegiatan ke MDMC, lalu menyesuaikan dengan kondisi lapangan,” ungkapnya.

Program Kegiatan di Aceh Tamiang

proker Bramasgana ke Aceh Tamiang

Dalam pelaksanaan tugas nanti Tim Bramasgana Umsida membagi tugas yakni 5 relawan menjadi tim sekolah darurat dan 5 relawan lain menjadi tim psikososial.

Selama di Aceh Tamiang, para relawan akan didampingi oleh Dr Eko Hardi Ansyah M Psi Psikolog dan Renata Alya Ulhaq S Keb Bd.

Beberapa program yang mereka usung adalah ruang ramah anak, kawan cerita, dan digital story telling.

Ruang Ramah Anak (Sekolah Darurat) merupakan program pendampingan anak pascabencana yang dirancang sebagai ruang aman, inklusif, dan ramah anak untuk memastikan keberlangsungan hak anak atas pendidikan, pembinaan karakter, serta pemenuhan kebutuhan psikososial dasar. 

Program ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran sementara yang adaptif terhadap kondisi darurat, dengan pendekatan edukatif, religius, dan rekreatif guna menjaga semangat belajar serta mendukung pemulihan anak di lokasi terdampak bencana.

“Dalam ruang ramah anak ini ada sekolah keprofesian, tadabur Alquran, angkel yaya, dan kelas I literasi dasar,” ujar mahasiswa yang pernah menjadi peserta magang berdampak ini.

Program yang kedua adalah kawan cerita, yaitu program pendampingan psikososial pascabencana yang bersifat inklusif bagi seluruh kelompok usia, mulai dari anak usia dini, remaja, dewasa, hingga lansia. 

Program ini bertujuan menyediakan ruang aman untuk mengekspresikan emosi, mengurangi stres, serta memperkuat rasa kebersamaan melalui kegiatan bercerita, bermain, dan aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Di sini ada beberapa kegiatan seperti journaling, buku cerita bergambar, kerta bergambar, puzzle atau lego, keterampilan meronce, menjahit, dll, dan permainan tradisional.

Dan program terakhir adalah digital story telling yang mengusung tema “Kerennya Bakatku Sehari-hari”.

Program ini berfokus pada cerita mengenai hobi, impian, dan potensi diri. Subjek diminta untuk merekam video storytelling yang menggambarkan kepribadiannya. 

Selanjutnya, pada akhir sesi, video tersebut akan ditayangkan kembali kepada subjek.

Lihat juga: Umsida Kirim Relawan Epidemiolog untuk Bantu Bencana Aceh

“Di sini kami bisa menggali minat hobi dan potensi dari warga setempat terkait keunikan dan kepercayaan diri sehingga kami harap bisa meringankan suasana di sana dengan kegiatan yang positif,” terang Azzam.

Penulis: Romadhona S.

Berita Terkini

wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By