Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan delegasi internasional dari Jazperl dan GICT pada Selasa, (2/3/2026), di Ruang Rapat Kampus 1 Umsida.
Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dari kedua institusi. Di antaranya, Chris Hoe, CEO dan Founder Jazperl, Dr hc Charles Singh, CEO GICT, serta Adi Soewandibio, Direktur Pengembangan Bisnis GICT.
Lihat juga: Datangi UniSZA, Dekan FAI Perkuat Kolaborasi Global Melalui Kuliah Terbuka
Dari pihak Umsida, turut hadir Wakil Rektor I Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, Kepala LKUI Umsida, Isna Fitria Agustina MSi, Kepala Lembaga Bahasa Umsida, Niko Fediyanto SS MA, serta jajaran lainnya.
GICT adalah lembaga program sertifikasi berbasis teknologi sumber terbuka (dan netral terhadap vendor) di bidang AI/Pembelajaran Mesin, Big Data/Ilmu Data, Komputasi Awan, dan Internet of Things (IoT).
Berbasis di Singapura, program pelatihan GICT dipetakan ke Kerangka Keterampilan (Skills Framework/SF).
Pentingnya Kerjasama Internasional
Dr Nurdyansyah, Wakil Rektor III Umsida menyampaikan, “Selamat datang di kampus kami. Pertama sekali, kita akan berbicara mengenai Memorandum of Understanding. Saya pikir perjumpaan ini sangat penting bagi Umsida, Jazperl, dan GICT.”
Ia juga menjelaskan, “Dalam Memorandum ini nanti kita sepakati poin-poin pentingnya, agar sebelum penandatanganan kita sudah paham betul apa yang menjadi prioritas bagi ketiga pihak.”
Sertifikasi Internasional untuk Memperluas Peluang Karir

Chris Hoe, CEO Jazperl, menjelaskan bahwa ia tahu banyak teman di Indonesia, khususnya Muhammadiyah.
“Kenapa saya sebut teman, karena hubungan dengan Muhammadiyah sudah berlangsung lama sejak kami bersama ACT, dan saya rasa tanpa kemitraan ini, saya tidak akan berada di tahap ini, memanfaatkan dukungan yang diberikan Muhammadiyah kepada saya,” terangnya.
Ia melanjutkan, kehadirannya ini dijalankan dengan penuh keyakinan, tidak lagi mengenakan topi ACT, tapi mengenakan nama Jazperl.
“Kami baru memulai bisnis ini, tetapi saya tahu bisnis ini sangat penting karena kami memiliki cara untuk membantu menjadi pusat ujian internasional yang berkelas,” jelasnya.
Meskipun Umsida memiliki lisensi akademik yang sangat baik, lanjutnya, ia ingin memberikan sertifikasi yang terintegrasi dengan gelar yang didapat mahasiswa.
“Ini akan memberi mahasiswa lebih banyak kesempatan untuk bekerja secara internasional,” terang Chris Hoe.
Membangun Kolaborasi Global yang Menguntungkan

CEO GICT, Dr hc Charles Singh, turut menjelaskan peran GICT dalam kolaborasi ini.
“Saya telah bekerja di universitas selama 10 tahun, dan saya tahu bagaimana membuat universitas menjadi baik. Namun hari ini, saya tidak mewakili Jazperl atau GICT. Saya di sini untuk membantu membuka pusat ujian internasional di Umsida,” tuturnya.
Niat tersebut, kata Dr Charles, dikarenakan Indonesia yang memiliki populasi muda dan produktifnya, bisa menjadi kunci di kemajuan Asia Tenggara.
Ia menambahkan, “Kami percaya bahwa menggabungkan keunggulan akademik dengan sertifikasi dari Jazperl tidak hanya akan meningkatkan reputasi Umsida, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa internasional”.
Lihat juga: Kerja Sama Umsida dan Esil University Jadi Langkah Strategis Wujudkan Kampus Berdaya Saing Global
Menurutnya, pertemuan ini menjadi salah satu pintu untuk memastikan mahasiswa dari Umsida memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh.(Romadhona)



















