mutu perguruan tinggi

Perguruan Tinggi Harus Lincah di Era AI, Umsida Tegaskan Strategi Mutu dan Reputasi Global

Umsida.ac.id – Strategi peningkatan mutu dan reputasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) menjadi topik pembuka dalam Kajian Ramadan 1447 H Dosen dan Tendik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). 

Prof Ahmad Muttaqin MAg MA PhD yang mengisi materi ini, menegaskan bahwa tantangan global, disrupsi teknologi, serta persaingan nasional dan internasional menuntut kampus bergerak lebih lincah dan adaptif.

Lihat juga: Riset dan Abdimas Umsida Masuk Klaster Tertinggi Perguruan Tinggi Nasional 2026

Menurutnya, secara jumlah institusi, PTMA menyumbang 163 perguruan tinggi atau sekitar 4 persen dari total 4.461 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. 

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan perguruan tinggi terbanyak kedua di dunia setelah India (di atas 5.000), disusul Amerika dan Cina.

Namun dari sisi mutu, ia mengingatkan bahwa Indonesia masih tertinggal dari negara seperti Singapura yang hanya memiliki kurang dari 10 perguruan tinggi, tetapi institusi seperti NUS, Nanyang, dan SMU mampu masuk peringkat global.

“Secara institusi kita 4 persen shareholder-nya, tapi secara prodi kita sudah meningkat menjadi 8 persen,” ujarnya.

Total program studi PTMA mencapai 2.420 prodi, atau sekitar 8 persen dari 29.413 prodi di seluruh Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, 37 prodi berada di Umsida.

Data Mutu PTMA: Akreditasi Unggul, Guru Besar, FK, dan Mahasiswa

Umsida perguruan tinggi unggul, Prof Syafiq

Prof Muttaqin menyampaikan bahwa hingga data terakhir, terdapat 21 PTMA terakreditasi unggul, setara dengan 11 persen dari total sekitar 190 perguruan tinggi unggul nasional.

“Secara prosentase, 11 persen perguruan tinggi unggul itu ada di kita,” ujarnya.

Dari sisi sumber daya manusia, total guru besar PTMA mencapai 4.554 orang. 

Umsida menyumbang 7 guru besar dan memiliki 32 Lektor Kepala. Prof Muttaqin bahkan mendorong agar dalam dua tahun ke depan para Lektor Kepala dapat meningkat menjadi guru besar.

“Guru besar itu makhluk langka. Total dosen seluruh Indonesia tiga ratusan ribu, guru besarnya tidak sampai empat persen,” tegasnya.

Pada bidang kesehatan, dari total 128 FK di Indonesia, sebanyak 23 FK berada di PTMA, termasuk Umsida. 

Sebelumnya juga telah diluncurkan 24 program PPDS di jaringan PTMA, meski target ideal minimal 20 persen dari total nasional (sekitar 30 PPDS) belum tercapai.

Dari sisi mahasiswa, PTMA saat ini menampung sekitar 7 persen dari total mahasiswa Indonesia. Angka ini pernah mencapai 15–20 persen sekitar dua dekade lalu. 

Penurunan persentase terjadi karena pertumbuhan mahasiswa PTN berbadan hukum meningkat tajam hingga 1–2 juta mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk meningkatkan angka ini satu-satunya cara adalah meningkatkan mutu dan reputasi,” ujar Sekretaris Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah itu.

Tantangan Perguruan Tinggi di Era AI

Prof Muttaqin menjelaskan bahwa perguruan tinggi menghadapi tantangan global 2026–2045 berupa Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi, hybrid learning dan micro-credential, kompetisi reputasi global, serta akuntabilitas publik dan transparansi.

Lihat Juga :  Tauhid Jadi Pilar Utama dalam Membangun Pendidikan Islam yang Berkelanjutan di Umsida

Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai “ngeri-ngeri sedap nasib perguruan tinggi di era AI”. AI bahkan mampu menyusun makalah hingga skripsi dalam waktu singkat.

“Kalau kita tidak menyiapkan itu, maka kita yang akan tergilas,” tegasnya.

Karena itu, Umsida harus memiliki agility organisasi, yakni kelincahan menghadapi perubahan. 

Ia mengaitkannya dengan konsep VUCA (Vulnerability, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang harus dilawan dengan ketangkasan dan daya pantul organisasi.

Strategi peningkatan mutu PTMA, menurutnya, bertumpu pada beberapa pilar utama:

  • Tata Kelola (Good University Governance)

Mengedepankan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik.

  • SDM Unggul dan Produktif

Peningkatan jabatan fungsional, studi lanjut, sertifikasi, serta budaya kerja profesional dan Islami.

  • Kurikulum Adaptif dan OBE

Penguatan kurikulum, implementasi Outcome Based Education, MBKM, kolaborasi industri, digital learning, serta monitoring berbasis data.

  • Riset dan Inovasi Berdaya Saing

Peningkatan reputasi akademik, hibah nasional dan internasional, publikasi bereputasi (Scopus/WoS), hilirisasi, paten, serta kolaborasi global.

  • Layanan Akademik dan Non-Akademik Prima

Pelayanan berbasis ihsan, bukan sekadar SOP.

  • AIK sebagai Basis Nilai Kemajuan dan Keunggulan

Berbasis Islam Berkemajuan, amanah dan akuntabilitas, ihsan dalam pelayanan, serta fastabiqu al-khairat.

AIK, Ihsan, dan Budaya Mutu sebagai Identitas Umsida

pkmu perguruan tinggi

Dalam konteks AIK dan Islam Berkemajuan, ia menegaskan pentingnya ihsan dalam pelayanan.

“Pelayanan itu tidak cukup hanya SOP, tapi ihsan. Antar sampai pintu, bukan hanya tunjuk arah,” ujarnya memberi contoh konkret pelayanan kampus.

Ia juga menekankan bahwa fastabiqul khairat bukan sekadar berlomba dalam kebaikan, tetapi menjadi yang terbaik.

“Mutu adalah budaya, bukan sekadar target, apalagi gimmick,” tegasnya.

Prof Muttaqin menekankan bahwa integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) harus menjadi ruh tata kelola kampus. 

Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah, gerakan Islam, gerakan tajdid, dan gerakan ilmu. 

Selain itu, terdapat lima area pengkhidmatan Muhammadiyah, yakni keumatan, kebangsaan, kemanusiaan, global, dan masa depan.

Ia mencontohkan bahwa ketika Umsida masuk peringkat global, itu berarti kampus sedang menjalankan pengkhidmatan global. 

Ketika menyiapkan mahasiswa tangguh menghadapi masa depan, itu berarti kampus berkhidmat untuk masa depan.

Ia menutup dengan pesan kuat bahwa mutu bukan sekadar capaian akreditasi.

Lihat juga: Umsida Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Versi Sinta 2025

“Mutu adalah budaya, bukan sekadar target, apalagi gimmick. Reputasi dibangun dari konsistensi kinerja dan kolaborasi seluruh stakeholder,” tegasnya.

Dengan sinergi BPH, rektor, dekan, kaprodi, dosen, dan tendik, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk mewujudkan Umsida berkemajuan, unggul, bermutu, bereputasi, berdampak, dan diminati masyarakat.(Romadhona)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By