Identifikasi Kesulitan Belajar

Identifikasi Kesulitan Belajar, KKN P 55 Umsida Perkuat Kapasitas Guru

Umsida.ac.id – Melalui pelatihan dan penyusunan modul pendampingan, KKN P Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berperan dalam membantu guru untuk mengenali kesulitan belajar siswa sejak awal, guna menciptakan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.  

Tim KKN melaksanakan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Guru dalam Identifikasi Dini Kesulitan Belajar Siswa di SMP Negeri Satu Atap Manting pada Sabtu, (22/8/2026). 

Lihat juga: Dari Adzan hingga Tahfidz, KKN T 17 Gali Potensi Generasi Qur’ani Desa Jatikalang

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. 

Sebanyak 10 guru dari SMP Negeri Satu Atap Manting berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang menghadirkan Ratih Wahyu Saputri SPsi MPsi Psikolog sebagai narasumber dari Umsida.

Tingkatkan Peran Guru Identifikasi Dini Kesulitan Belajar   

Identifikasi Kesulitan Belajar

Mirantika Asri Cahyanti selaku Ketua KKN mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi guru dalam memahami betapa pentingnya mendeteksi kesulitan belajar siswa sejak tahap awal. 

Melalui program ini, para guru memperoleh wawasan tentang penemuan awal kesulitan belajar siswa, perkembangan individu, serta pola pengasuhan. 

Diskusi tersebut memberikan perspektif bahwa kesulitan belajar tidak hanya berkaitan dengan aspek akademis, tetapi juga dipengaruhi oleh perkembangan dan situasi unik setiap siswa.

“Dengan adanya pelatihan ini supaya guru SMP Negeri Satu Atap Manting bisa lebih memahami mengenai perkembangan, kebutuhan siswa smp, serta dapat mengenali tanda-tanda kesulitan belajar sejak dini,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Mira, guru bisa lebih memahami kebutuhan setiap siswa dan memberikan pendampingan yang tepat supaya proses belajar bisa berjalan lebih baik.

Pelatihan Interaktif Berupa Diskusi dan Observasi

Dalam pelaksanaannya, dilakukan dengan cara menyampaikan materi, berdiskusi, dan penerapan observasi. 

Melalui penerapan tersebut, guru bisa melakukan pengamatan awal mengenai keadaan siswa serta mengenali dukungan yang diperlukan.

Ratih selaku pemateri menyampaikan informasi terkait perkembangan anak, metode pengasuhan, kesehatan anak, serta relevansi melakukan identifikasi awal terhadap kondisi siswa. 

Lihat Juga :  Upaya Memperkuat Pendidikan Karakter di Tengah Arus Globalisasi dan Gaya Hidup Modern

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada guru bahwa pertumbuhan anak tidak hanya dipandang dari segi kemampuan akademis, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pengalaman, dan kebutuhan spesifik setiap siswa.

“Dalam pendampingan anak, kita harus menyadari bahwa setiap anak berada di tahap perkembangan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Ratih, guru harus mengenali keadaan dan kebutuhan setiap siswa, karena perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti lingkungan, pengalaman, dan proses pertumbuhan pribadi mereka.

Dengan kegiatan ini, guru juga diajak untuk lebih memperhatikan gejala kesulitan belajar siswa agar bantuan bisa diberikan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam diskusi yang dilakukan juga memberikan kesempatan bagi guru untuk membagikan pengalaman tentang keadaan siswa yang ditemui selama proses belajar di sekolah.

Penyusunan Modul sebagai Pendukung Guru

Identifikasi Kesulitan Belajar

Selain melakukan pelatihan secara tatap muka, tim KKN juga menyusun modul pendampingan sebagai keberlanjutan dari program.

 Modul ini dibuat untuk memfasilitasi guru dalam mengenali tantangan pembelajaran, mendeteksi tanda-tanda awal, melakukan pengamatan, serta menetapkan langkah awal dalam mendampingi siswa.   

Tiono selaku Kepala SMP Negeri Satu Atap Manting menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tim KKN.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi guru dalam memahami kondisi siswa secara lebih menyeluruh.

Lihat juga: Bantu Persiapan Akreditasi, Mahasiswa KKN T 3 Umsida Dampingi KB ABA

 “Dengan mengikuti penguatan pelatihan identifikasi kesulitan belajar anak, kami sangat terbuka. Kita bisa mengetahui dan bisa mengidentifikasi kesehatan anak dan sebagainya sehingga kita nanti bisa menentukan teknik apa yang harus kita lakukan terhadap anak tersebut,” tuturnya.

Tiono berharap agar kegiatan semacam ini bisa terus ditingkatkan sehingga para pengajar dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.(Rizka)

Berita Terkini

pemeriksaan tumbuh kembang anak (3)
Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa Umsida Kunjungi TK ABA 1 Candi
November 4, 2026By
parenting guru dan ortu (3)
Perkuat Pola Parenting, FPSI Umsida Gandeng IGRA Sidoarjo
November 4, 2026By
um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

Umsida masuk QS WUR Asia
Debut di QS WUR Asia 2027, Umsida Targetkan Peningkatan Ranking
November 5, 2026By
wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By