edukasi anti bullying 2

Gunakan Metode Roleplay, KKN P 48 Umsida Edukasi Anti Bullying

Umsida.ac.id – KKN P 48 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) gelar psikoedukasi  anti-bullying di SDN Kemiri 2, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet pada Jumat, (21/8).

Rangkaian kegiatan edukasi ini berlangsung sejak Selasa, (18/8).

Lihat juga: KKN P 9 Umsida Perkenalkan Value Clarification Technique di SDN Tambak Sari

Di hari pertama, tim KKN memperkenalkan tentang edukasi bullying.

Hari kedua mereka mengadakan psikotes dan dilanjut dengan berkeliling basecamp Bukit Cendono di hari ketiga. Dan di hari keempat, mereka mengadakan psikoedukasi menggunakan roleplay.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah. 

Edukasi Menggunakan Roleplay

edukasi anti bullying 2

Tim KKN menggunakan metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah permainan roleplay. 

Siswa diajak melakukan simulasi berbagai situasi yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. 

Mereka diberikan peran sebagai korban, pelaku, teman yang melihat kejadian, maupun pihak yang membantu.

Dalam simulasi, siswa diperkenalkan pada beberapa contoh tindakannya, seperti mengejek teman, memberikan panggilan yang tidak disukai, mengucilkan teman dari kelompok bermain, hingga tindakan yang dapat membuat seseorang merasa takut atau tidak nyaman. 

Setelah setiap adegan, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai tindakan yang termasuk bullying dan bagaimana cara mencegahnya.

Nur Wicaksono selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa metode roleplay dipilih agar siswa dapat belajar melalui pengalaman dan situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Melalui roleplay, kami ingin siswa tidak hanya tahu bahwa bullying itu salah, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Nur Wicaksono, siswa bisa belajar untuk tidak ikut mengejek, berani membantu teman, dan melapor kepada guru ketika melihat tindakan yang tidak baik.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu melibatkan seluruh siswa, termasuk mereka yang menyaksikan tindakan perundungan. 

Teman yang melihat kejadian juga dapat berperan dalam membantu korban dan mencegah agar tidak terus terjadi.

“Kami juga ingin menanamkan bahwa teman yang melihat bullying jangan hanya diam. Mereka bisa membantu menghentikan tindakan tersebut dengan cara yang aman, misalnya mengajak korban menjauh atau meminta bantuan guru,” tambahnya.

Sementara itu, Rahma Puspa selaku PJ kegiatan mengatakan bahwa metode roleplay membuat kegiatan menjadi lebih menyenangkan dan mendorong siswa untuk terlibat secara aktif. 

Lihat Juga :  Solusi Ikom Umsida Hadapi Tantangan Era Digital di Sekolah Muhammadiyah

Dengan memainkan karakter secara langsung, siswa dapat memahami perasaan korban sekaligus belajar menentukan sikap yang tepat ketika menghadapi tindakan bullying.

“Kami berusaha membuat kegiatan ini menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Melalui roleplay, mereka bisa langsung mempraktikkan bagaimana cara mencegah bullying, bagaimana bersikap ketika melihat teman menjadi korban, dan bagaimana mencari bantuan ketika menghadapi situasi tersebut,” ungkap Rahma.

Sekolah Siapkan Keberlanjutan Program

edukasi anti bullying 2

Kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui permainan roleplay tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah karena dinilai memberikan wawasan baru kepada siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan.

Kepala SDN Kemiri 2, Nurul Komariah, mengapresiasi kegiatan psikoedukasi anti-bullying yang diberikan mahasiswa KKN P 48 Umsida. 

Menurutnya, materi yang disampaikan menjadi pengetahuan penting bagi siswa karena sebelumnya edukasi khusus mengenai bullying belum banyak diberikan di lingkungan sekolah.

“Jadi, anak-anak mempunyai wawasan yang sebelumnya belum pernah ada di lingkungan kita, khususnya tentang bullying. Selama ini pembelajaran atau edukasi tentang bullying belum ada,” terang Nurul.

Menurutnya, program KKN ini membuat para siswa bisa mengerti dan mempelajari hal yang penting untuk kehidupan mereka.

Menurutnya, edukasi mengenai bullying penting diberikan sejak usia sekolah agar siswa dapat mengenali perilaku yang dapat menyakiti orang lain sekaligus memahami pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan teman.

Terkait penggunaan metode roleplay, Nurul menilai metode tersebut cukup baik dalam membantu siswa memahami materi yang diberikan. 

“Semoga ke depannya bisa diterapkan oleh anak-anak di kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Antusiasme siswa juga mendapat perhatian dari pihak sekolah. Ibu Nurul Komariah melihat siswa mengikuti kegiatan dengan perasaan senang dan gembira. 

“Saya melihat dan memantau anak-anak cukup merasa senang dan gembira. Anak itu suka hal-hal baru, jadi antusiasnya tinggi,” tuturnya.

Lihat juga: KKN Umsida Bawa Pendidikan Kreatif dan Kebiasaan Positif ke Sekolah di Mojo

Antusiasme tersebut terlihat ketika siswa mengikuti permainan roleplay dan terlibat dalam berbagai simulasi. 

Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berkesempatan memerankan karakter dan menyampaikan pendapat mengenai tindakan yang tepat ketika melihat teman diejek, dikucilkan, atau diperlakukan tidak baik.(Ivanda)

Berita Terkini

um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By
orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By