buket bunga dari limbah kertas

KKN T 26 Umsida Latih Warga Olah Limbah Kertas Jadi Buket Bunga

Umsida.ac.id — Mahasiswa KKN T 26 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (umsida) menggelar Workshop Kreasi Limbah Kertas dan Kawat Bulu Menjadi Buket Bunga di Pendopo Griyo Asmoro, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo pada Ahad, (5/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN T 26 yang berfokus pada pemanfaatan limbah kertas menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Lihat juga: KKN T 21 Buat Inovasi Lilin Aromaterapi dari Bunga Kenanga, Tingkatkan Kreatifitas PKK

Manfaatkan Limbah Bersama Warga

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan remaja perempuan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan kerajinan tangan yang bernilai estetis sekaligus ekonomis.

Sepanjang kegiatan, peserta mendapatkan pendampingan dari mahasiswa, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembuatan bunga, hingga penyusunan buket bunga yang menarik.

Ketua KKN T 26, Muhammad Wildan Habibi menjelaskan bahwa inovasi ini hadir lantaran penumpukan sampah kertas di lingkungan Desa Watesari yang masih berpotensi untuk diolah kembali.

“Jadi limbah kertasnya berasal dari limbah rumah tangga, tempat sisa bungkus belanjaan, atau tempat dari hasil berkas undangan, dan lainnya,” terang Wildan.

Proses Pembuatan Buket Bunga Kertas

buket bunga dari limbah kertas

Kertas-kertas terlebih dahulu dikumpulkan dan dipilah berdasarkan ketebalan dan kondisinya, karena kertas yang terlalu tipis atau rapuh akan sulit dibentuk menjadi kelopak bunga yang kokoh.

Berikut cara membuat buket bunga kertas bekas:

  • Kertas dipotong menjadi lembaran-lembaran kecil berbentuk persegi  dengan beberapa ukuran berbeda, yang nantinya akan disusun bertumpuk sebagai kelopak bunga. 

“Semakin bervariasi ukurannya, semakin natural bentuk bunga yang dihasilkan,” terang Wildan.

Setelah dipotong, tiap lembar kertas ditambahkan pemanis menggunakan kawat bulu (chenille) seolah sebagai serbuk sari bunga/daunnya.

  • Melengkungkan tepi kelopak. Tiap lembar kertas yang sudah dipotong digulung tipis pada bagian pinggirnya menggunakan gunting atau lidi, sehingga kelopak tampak melengkung alami seperti kelopak bunga sungguhan. 
  • Kelopak-kelopak tersebut ditumpuk secara berurutan dari ukuran terbesar hingga terkecil membentuk satu kuntum bunga.
  • Disatukan dan dikuatkan menggunakan kawat bulu (chenille) yang ditekuk dan dililitkan pada bagian tengah kelopak. 
Lihat Juga :  Ajari Olah Sampah Hingga Buat Eco Enzyme, KKN Umsida Bangun Kepedulian Lingkungan

“Kawat bulu ini sekaligus berfungsi sebagai tangkai bunga, sehingga satu kuntum bunga menjadi kokoh, rapi, dan mudah diatur posisinya saat dirangkai,” lanjutnya.

Proses ini diulang hingga terkumpul beberapa kuntum bunga kertas sesuai kebutuhan.

  • Kuntum-kuntum bunga kertas yang telah jadi disusun dan digabungkan satu per satu , dilengkapi dengan daun-daun dari kawat bulu (chenille)  hijau di sela-selanya agar tampilan lebih hidup. 
  • Rangkaian bunga tersebut kemudian dibungkus menggunakan kertas krep atau kertas kado sebagai pemanis, lalu diikat dengan pita di bagian pangkal tangkai.

“Dengan inovasi ini, kertas bekas yang semula hanya limbah pun berhasil disulap menjadi buket bunga yang cantik, unik, dan siap dijadikan hiasan maupun buah tangan,” kata Wildan.

Selain melatih kreativitas, imbuhnya, kegiatan ini juga memberikan wawasan kepada peserta mengenai peluang usaha rumahan berbasis ekonomi kreatif yang dapat dijalankan dengan modal yang relatif terjangkau, mengingat bahan utama yang digunakan berasal dari barang bekas yang mudah didapatkan.

Acara berlangsung dengan antusias dan penuh semangat dari seluruh peserta. 

Kepala Desa Watesari, Arofik turut menyampaikan tanggapannya tentang ide kreatif ini.

Lihat juga: Manfaatkan Potensi Lokal, KKN T 27 Umsida Buat nugget dan Gummies Bandeng

“Saya berharap dari mahasiswa KKN dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapat di Desa Watesari serta menyelaraskan setiap kegiatannya dengan kebutuhan di desa ini,” terangnya.

Ia juga mendukung para mahasiswa untuk menjalankan program lainnya.(Bagus)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By