• Alumni
  • Alumni

Milad Muhammadiyah: Antara Bid’ah dan Halal?

Oleh: Puspita Handayani, M.Pd.I

Muhammadiyah memperingati hari kelahirannya yang ke 107 di bulan November ini, ada satu peristiwa lagi yang diperingati bulan November, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sayangnya warga Muhammadiyah memiliki pemahaman yang kurang konsisten terhadap  perayaan hari kelahiran tersebut. Bagaimana tidak ketika ada yang merayakan kelahiran  Nabi Muhammad saw (maulid) dikatakan amalan bid’ah, ketika merayakan Milad Muhammadiyah mereka mengatakan boleh. Pada dasarnya dua peristiwa tersebut adalah perayaan hari kelahiran hanya berbeda dalam bahasa, Milad atau Maulid berasal dari bahasa arab memilik arti hari kelahiran (orang Indonesia sering menyebut dengan ulang tahun). Apakah hukum Islam akan berubah jadi halal atau haram hanya karena bahasa? Analognya adalah Wisky haram Khamr halal (karena bahasa Arab) apakah begitu?

Maka pemahamannya adalah, Maulid Nabi Muhammad saw boleh dilakukan sebagai upaya meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah serta menyemarakkan dakwah Islam. Hal ini tidak apa-apa dilakukan ketika tidak mengandung unsur maksiat dan tabzir (berlebih-lebihan), Allah berfirman : “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra/17 : 26-27) hal ini sering kita lalai dalam perayaan maulid. Begitu juga Milad Muhammadiyah yang diperingati oleh warga Muhammadiyah merupakan upaya menyemarakkan dakwah sosial KH. Ahamad Dahlan yang tidak mengenal golongan.

Peringatan Maulid Nabi dan Peringatan Ulang Tahun Kelahiran Muhammadiyah bukanlah ranah ibadah maghdho, yang tidak harus dicontohkan oleh Rasululloh, masih banyak warga kita yang belum mampu memilah-milah masalah. Semua urusan dianggap ibadah mahdlah, sehingga kalau tidak ada contoh dan perintah berarti dilarang: haram. “Padahal kaidahnya, untuk urusan ibadah ghairu mahdlah, selama tidak ada larangan, berarti boleh. Peringatan Maulid Nabi dan Milad Muhammadiyah merupakan usaha memanfaatkan momentum menggairahkan dakwah Islam melalui uswah Rasululloh dan gerakan amal yang dilakukan Organisasi Muhammadiyah. Amal Usaha Muhammadiyah dalam mengembangkan Sekolah merupakan itikad yang mulia untuk mencerdaskan anak bangsa tanda membedakan suku, ras, dan agama. Menjadikan masyarakat yang kuat dan sehat diwujudkan Muhammadiyah dalam pembangunan Rumah Sakit pada awalnya wujud kepedulian Muhammadiyah untuk masyarakat dan bangsa.


8 Responses

Leave a Reply