Umsida.ac.id – Fakultas Pendidikan dan Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FPSI Umsida) dan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sidoarjo menggelar program pembinaan dan edukasi (parenting) bagi orang tua, wali murid, dan guru pada Sabtu, (31/11/2026) di Auditorium Nyai Walidah GKB 7 Lantai 7 Kampus 3.
Diikuti oleh seluruh guru RA se Sidoarjo dan para wali murid, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Lihat juga: Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
Acara ini diikuti oleh orang tua, wali murid, dan guru sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Dalam kegiatan parenting ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi pendidikan di lingkungan keluarga.
Peran Orang Tua Tidak Harus Sempurna

Penjelasan tentang parenting disampaikan oleh Dr Luluk Iffatur Rocmah SS MPd, Kaprodi PG PAUD Umsida.
Dalam pemaparannya, Dr Luluk menekankan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir dan terus belajar bersama mereka.
“Orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai, memberikan pendampingan, serta menjadi sosok yang dapat dipercaya oleh anak dalam berbagai situasi kehidupan,” tuturnya.
Menurutnya, hubungan yang hangat antara orang tua dan anak menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung perkembangan emosional maupun sosial anak.
“Kita tidak harus menjadi orang tua yang paling memahami teknologi. Kita perlu menjadi orang tua yang memahami anak,” tuturnya.
Pemahaman terhadap karakter, minat, dan kebutuhan anak, katanya, lebih penting dibandingkan sekadar mengikuti berbagai tren pengasuhan yang berkembang di masyarakat.
Pentingnya Parenting Guru dan Ortu

Kegiatan parenting ini juga menjadi momen pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak usia dini.
“Dengan begini, nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat selaras dengan pembiasaan yang dilakukan di lingkungan keluarga,” tutur Ketua IGRA Kab. Sidoarjo, Hj Syafrotul Yuhayyik MPd
Orang tua dan guru, imbuhnya, memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam membentuk karakter serta kebiasaan positif pada anak.
Melalui forum ini, peserta memperoleh kesempatan untuk saling berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendampingi anak.
Diskusi yang berlangsung memberikan wawasan baru mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka antara sekolah dan keluarga.
Kehadiran guru dalam kegiatan parenting juga menunjukkan komitmen lembaga pendidikan untuk melibatkan keluarga sebagai mitra dalam proses pembelajaran.
Perkembangan teknologi yang semakin cepat menjadi salah satu tantangan yang banyak dibahas dalam kegiatan parenting ini.
“Saat ini orang tua dituntut untuk mampu mendampingi anak agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan interaksi dan komunikasi dalam keluarga,” ujarnya.
Lihat juga: Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa pendampingan yang efektif dapat dimulai dari membangun hubungan yang dekat dengan anak.
Kedekatan tersebut memungkinkan orang tua lebih mudah memahami kebutuhan, kesulitan, dan potensi yang dimiliki anak.(Finnaja)
























