Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UM Banjarmasin) melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk menggali pengalaman dalam proses pendirian dan pengelolaan Fakultas Kedokteran.
Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa, (3/11/2026) di Kampus 1 Umsida. Rombongan UM Banjarmasin diterima jajaran pimpinan Umsida dan pengelola Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi (FKKG) Umsida.
Lihat juga: FKKG Umsida Jalin Kerja Sama Internasional, Siap Lakukan Joint Research
Gali Pengalaman Pendirian FK

Wakil Rektor I UM Banjarmasin, Dr apt Risya Mulyani MSc, mengatakan bahwa masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dilengkapi sebelum memasuki tahapan berikutnya, termasuk persiapan visitasi setelah proses evaluasi.
“Kami ingin banyak belajar dari Umsida terkait dengan proses pendirian dan tentu nanti secara teknis operasional ketika FK ini sudah berdiri,” tuturnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persiapan sarana dan prasarana.
“Kami masih perlu mempersiapkan sejumlah laboratorium, termasuk laboratorium anatomi basah dan kering, juga soal kadaver,” terangnya.
Selain sarana, kebutuhan sumber daya manusia juga menjadi bagian yang masih dipersiapkan.
UM Banjarmasin Siapkan SDM dan Sarpras
Dalam proses pendirian FK, kata Dr Risya, UM Banjarmasin juga tengah mempersiapkan kebutuhan SDM dan fasilitas yang diperlukan.
Dr Risya berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga FK UM Banjarmasin dapat menerima mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami dalam waktu yang tidak terlalu lama, mudah-mudahan nanti di tahun akademik 2026-2027 kita sudah bisa melakukan penerimaan dan tentu izin operasional untuk FK ini sudah bisa kami terima,” katanya.
Ia juga berharap pengalaman Umsida dapat menjadi bahan pembelajaran bagi tim UM Banjarmasin, terutama dalam menyiapkan kurikulum, sarana prasarana, serta kebutuhan SDM.
Belajar dari Pengalaman FKKG Umsida

Dekan FKKG Umsida, Dr dr Ronny Sutanto MARS SpOT SubspCO(K), turut membagikan pengalaman perjalanan pendirian FK di Umsida.
Ia menjelaskan bahwa proses tersebut membutuhkan pemenuhan berbagai persyaratan, mulai dari SDM, sarana prasarana, laboratorium, gedung perkuliahan, dosen, hingga wahana klinik.
“Dari mulai laboratorium, dari mulai skill, kemudian CBT juga yang lain seperti wahana klinik yang kita ada di sini. Jadi gedung, perkuliahan, dosen, juga dari mulai wahana klinik,” jelasnya.
Menurut dr Ronny, pemenuhan SDM, khususnya dokter spesialis, menjadi salah satu bagian yang membutuhkan perhatian dalam proses pendirian FK.
Lihat juga: FKKG Umsida Wujudkan Kesadaran Gigi Anak Melalui Abdimas Ini
Saat ini FKKG Umsida juga terus menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan peraturan, termasuk penerapan kurikulum dan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPPPD).
“Kami merasa bangga juga bisa dilakukan oleh teman dari UM Banjarmasin. Kami doakan semoga segera pembukaannya FK segera di-ACC,” harapnya.(Dhona)
























