incinerator

KKN P 29 Umsida Buat Incinerator Minim Asap, Atasi Persoalan Sampah Dusun Sunogiri

Umsida.ac.idMahasiswa KKN P 29 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) membuat incinerator sebagai alternatif pengelolaan sampah dengan pembakaran minim asap yang selesai pada Ahad, (16/8).

Masalah Pengelolaan Sampah

Berdasarkan survei awal, mahasiswa KKN menemukan masih adanya sampah yang berserakan di lingkungan Dusun Sunogiri,  Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Sebelum adanya fasilitas pengelolaan sampah, sebagian warga memilih membuang sampah ke jurang, selokan, maupun membakarnya di depan rumah. 

Lihat juga: Dapat Respon Positif, 2 Tim KKN T Ini Buat Rocket Stove di Beberapa Titik

Ketua KKN P 29 Umsida, Ahmad Fadli Mustakhiqul Ikhsan menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kelompoknya memilih pembuatan incinerator sebagai program kerja.

Menurutnya, fasilitas tersebut dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Waktu kita uji coba pembakaran untuk sampah plastik itu sangat cepat meskipun masih ada asapnya, tapi itu diminimalisir. Jadi saya mengunggulkan program kerja ini karena proker ini yang paling bermanfaat bagi warga,” jelas Fadli.

Sementara itu, Kepala Dusun Sunogiri, Eka Fibrianto mengatakan, “Sebelum ada incinerator, warga Sunogiri membuang sampah ditaruh di karung lalu dibuang ke jurang. Dengan adanya incinerator sampah, warga dapat memanfaatkan pembakaran sampah ini,”.

Menurut Fibri, desa sebenarnya telah menyediakan TPS 3R, tetapi fasilitas tersebut belum berfungsi karena tidak memiliki pengelola. 

Selain itu, jarak yang cukup jauh membuat sebagian warga memilih membuang sampah ke jurang atau membakarnya di depan rumah.

Incinerator Dibuat Dengan Material Bata Ringan

incinerator

Incinerator yang dibuat KKN P 29 Umsida menggunakan bata ringan sebagai material utama.

Alat tersebut memiliki ukuran sekitar 1,20 × 0,60 meter dengan tinggi 2 meter.

Pada bagian bawah alat ini terdapat besi sebagai bagian khusus untuk membantu meminimalkan asap selama proses pembakaran. 

Konsep tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan melalui program ini karena masyarakat memiliki fasilitas khusus untuk membakar sampah, sehingga tidak harus melakukan pembakaran secara terbuka di depan rumah.

Lihat Juga :  KKN P 60 Umsida Sebar Bibit Tanaman untuk Warga Desa Jati, Kediri

Lokasi pembuatan alat ini di RT 2/RW 3 Dusun Sunogiri karena berada di tengah-tengah dusun dan menjadi salah satu titik berkumpul masyarakat. 

Di sekitar lokasi juga terdapat gedung yang digunakan warga untuk berbagai kegiatan.

“Kita memilih lokasi tersebut karena sangat strategis. Lokasinya berada di tengah-tengah Dusun Sunogiri, terletak di RT 2 dan lokasi tersebut juga merupakan titik kumpul karena di sebelah pembakaran sampah ada gedung yang digunakan untuk acara,” jelas Fadli.

Fadli menjelaskan bahwa tujuan utama pembuatan alat ini adalah agar masyarakat tidak lagi membakar sampah secara sembarangan.

“Nanti juga bisa dibandingkan antara pembakaran sampah sembarangan dengan pembakaran sampah menggunakan incinerator, asapnya lebih banyak mana dan lebih cepat yang mana,” ujarnya.

Memudahkan Warga Mengelola Sampah

incinerator

Adanya incinerator memberikan alternatif tempat pengelolaan sampah yang lebih dekat dengan pemukiman warga. 

Junaidi, salah satu warga Dusun Sunogiri, mengatakan bahwa sebelum adanya incinerator, sampah biasanya diletakkan di depan rumah sebelum dibuang ke selokan atau jurang. 

Sementara untuk sampah kering, warga umumnya membakarnya di depan rumah.

“Sebelum adanya incinerator, warga biasanya menangani sampah dengan diletakkan di depan rumah, lalu dibuang di selokan yang agak dalam atau dibuang di jurang,” ujar Junaidi.

Menurut Junaidi, sampah basah menjadi salah satu jenis sampah yang sulit ditangani ketika sudah menumpuk. Kondisi tersebut membuat sebagian sampah akhirnya dibuang di pinggir jalan.

Program pembuatan incinerator tidak berhenti setelah proses pembangunan dan uji coba selesai. Setelah masa KKN berakhir, pengelolaan incinerator akan dilanjutkan oleh warga setempat.

Lihat juga: Rocket Stove Jadi Inovasi KKN T 18 dan 24 Umsida Atasi Masalah Sampah

Junaidi berharap masyarakat dapat bekerja sama dalam memanfaatkan fasilitas tersebut dan memiliki kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik.

“Harapan saya agar masyarakat harus sadar bagaimana tempat membuang sampah. Kalau masyarakatnya susah untuk diajak kerja sama, banyak sampah di pinggir jalan,” ungkapnya.(Syahrizal)