Synergy Building Umsida

Synergy Building Umsida Jadi Ruang Rehat, Refleksi, dan Penguatan Langkah 2026–2030

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Gathering & Synergy Building di Dieng dan Semarang pada 31 Juli–1 Agustus 2026. 

Kegiatan ini menjadi ruang bagi keluarga besar Umsida untuk sejenak keluar dari rutinitas kerja, mempererat kebersamaan, sekaligus menyatukan kembali langkah menghadapi fase pengembangan universitas berikutnya.

Lihat juga: Munas III PLSP-PTMA di Umsida Tetapkan Pengurus Baru Periode 2026–2028

Synergy Building Umsida Jadi Ruang Rehat

Synergy Building Umsida

Rombongan berangkat dari Kampus 1 Umsida pada Jumat malam (31/7/2026). 

Saat memberangkatkan rombongan, Prof Jainuri MA PhD, Wakil Ketua BPH Umsida, menyampaikan bahwa Synergy Building semacam ini dibutuhkan setelah para pegawai menjalani ritme kerja yang padat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kebersamaan di luar lingkungan kampus bukan sekadar perjalanan rekreasi. Ada ruang untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah aktivitas sehari-hari yang terus berjalan.

“Kita ini kerjanya hampir siang malam. Dalam rangka mengembalikan kesehatan jasmani sekaligus rohani, acara seperti ini sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia berharap gathering dan synergy building dapat menjadi agenda yang dilakukan secara rutin.

Synergy Building ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi keluarga besar Umsida yang telah berkhidmat dan menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat peserta mengikuti fun game di Dieng. 

Berbagai aktivitas kelompok tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga mengharuskan peserta saling memahami, berkomunikasi, dan bekerja sama untuk menyelesaikan permainan.

Bawa Pesan Fastabiqul Khairat

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh mengatakan bahwa pengalaman selama permainan dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja. 

Menurutnya, mengenal satu sama lain, bekerja sama, memberikan yang terbaik, serta menciptakan rasa aman bagi rekan kerja merupakan modal penting untuk mendorong Umsida bergerak lebih cepat.

“Tadi kita bersenang-senang, tapi kalau kita ambil sebuah makna, ketika kita mengetahui satu sama lain, saling bekerja sama, memberikan yang terbaik, dan memberikan jaminan rasa aman untuk teman-teman, kalau ini kita bawa ke kampus, Insyaallah kita bisa melesatkan kembali Umsida empat tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia mengaitkan arah perjalanan Umsida dengan semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan yang tertera dalam Surah Al baqarah ayat 148.

Memasuki periode 2026–2030, Umsida berada dalam fase penguatan National Competitiveness.

Menurutnya, kompetisi di tingkat nasional menuntut seluruh unsur universitas untuk bekerja lebih cepat tanpa meninggalkan kualitas.

Ia menekankan bahwa melakukan hal baik saja belum cukup. Kebaikan perlu dilakukan secara konsisten dan diberikan dalam kualitas terbaik.

“Sepanjang kita ada di Umsida, berikan yang terbaik,” tegasnya.

Rektor juga mengingatkan agar ritme pribadi tidak menjadi ukuran bagi pergerakan institusi.

“Umsida tidak boleh dipaksa untuk menyamakan dengan irama kita, tetapi harus dibalik. Kita yang harus menyesuaikan diri dengan irama Umsida yang sudah kita bangun bersama,” katanya.

Dalam paparannya, ia turut menyinggung perkembangan akreditasi program studi. 

Setelah 16 program studi meraih status unggul, ia berharap 11 program studi lainnya dapat menyusul sehingga Umsida memiliki 27 program studi terakreditasi unggul.

Arah berikutnya juga mulai disiapkan. Setelah memperkuat daya saing nasional, Umsida diarahkan menuju ASEAN Recognition pada 2030–2034, kemudian ASEAN Competitiveness pada 2034–2038.

Refleksi Menjelang Pergantian Kepemimpinan

Synergy Building Umsida

Kegiatan tersebut juga memiliki makna tersendiri bagi Dr Hidayatulloh karena masa kepemimpinannya sebagai Rektor Umsida tinggal sekitar tiga setengah bulan.

Di hadapan peserta, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pegawai selama menjalankan kepemimpinan bersama di Umsida. 

Ia berharap kekompakan yang telah terbangun tetap dijaga, baik pada tingkat individu, unit kerja, maupun institusi.

“Semoga kita tetap menjaga kekompakan, berkontribusi, saling menguatkan, dan saling memberikan rasa aman,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat hal yang kurang berkenan bagi keluarga besar Umsida.

Bagi peserta, kegiatan di Dieng dan Semarang memberi pengalaman yang berbeda dari rutinitas kampus. 

dr Rengganis, dosen Umsida, berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak warga universitas.

“Semoga bisa dilaksanakan lagi dan semua bisa ikut, sehingga kita bisa lebih rekat, guyub, akrab, solid, dan bersatu sebagai warga Umsida,” ungkapnya.

Lihat juga: Umsida Jadi Tuan Rumah Penguatan Penelitian dan Pengabdian 20 Perguruan Tinggi LLDIKTI VII

Sementara itu, Amelia Anindya, tenaga kependidikan dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Ilmu Psikologi (FIKP), mengaku senang sekaligus bangga Umsida dapat menghadirkan kegiatan yang mempertemukan pegawai dalam suasana berbeda. 

Ia berharap agenda selanjutnya dapat menjangkau seluruh elemen yang ada di universitas.(Dhona)