Umsida.ac.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PKM Umsida) tahun 2026 mendampingi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Boro, kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo dalam kegiatan studi tiru pengelolaan daycare lansia pada Sabtu (21/2/26).
Lihat juga: Peran Aktif FKG Umsida Kepada Para Lansia, Edukasi Kesehatan Gigi di Usia Senja
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan kelembagaan berkelanjutan yang dirancang secara sistematis oleh PKM Umsida.
Kegiatan diawali sejak pukul 05.40 WIB di pelataran TPQ Al-Muhajirin.
Sebelum keberangkatan menuju lokasi studi tiru, para pengurus PRA Boro mengisi kuesioner yang telah disiapkan tim PKM Umsida.
Instrumen tersebut digunakan untuk memetakan pemahaman awal serta mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas kelembagaan sebelum program dirintis.
Ketua Tim PKM Umsida, Lely Ika Mariyati MPsi Psikolog, menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas organisasi yang berkelanjutan.
“Program ini didesain untuk menggairahkan dan menggembirakan PRA/PRM melalui kegiatan yang relevan bagi lansia, dilaksanakan secara berkesinambungan, serta memiliki indikator kemanfaatan yang terukur,” ujarnya.
Menurut Lely, studi tiru ini penting agar PRA Boro memperoleh gambaran mengenai sistem pendanaan, pengelolaan konsumsi, serta mekanisme transportasi dalam pelaksanaan daycare lansia.
Perkembangan Daycare Lansia Siti Walidah

Rombongan tiba di lokasi dan disambut oleh PCA Sukodono selaku pengelola Daycare Lansia Siti Walidah.
Dalam sesi diskusi, Ketua PCA Sukodono, Islamiyah SPd MSi memaparkan proses berdirinya daycare yang resmi diluncurkan pada Agustus 2024.
Ia menjelaskan bahwa gagasan pendirian daycare berawal dari diskusi Pimpinan Harian PCA, dilanjutkan studi tiru ke “Griya Lansia” milik PDA Madiun.
Berbekal pengalaman tersebut, PCA Sukodono yang saat itu merupakan cabang kecil memberanikan diri menyusun proposal pendirian daycare dan menghadap PDA Sidoarjo pada tahun 2024.
“Proses tersebut membuahkan hasil dengan terlaksananya launching resmi Daycare Lansia Siti Walidah pada Agustus 2024,” ujarnya.
Pada tahun pertama operasional, lanjut Islamiyah, kegiatan dilaksanakan dua minggu sekali setiap hari Sabtu dengan agenda rutin senam lansia yang mengacu pada gerakan senam LBSO PP ‘Aisyiyah, dilanjutkan dengan tadabbur Al-Qur’an juz 30
Program kemudian berkembang dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tensi, gula darah, kolesterol, serta layanan bekam dan fisioterapi bekerja sama dengan OPD Puskesmas, RS Muhammadiyah, UMSurabaya, dan komunitas bekam Sidoarjo.
Menutup sambutannya, Islamiyah menyampaikan pesan motivatif yang menggugah semangat para peserta day care lansia serta PRA Boro.
“Jangan pernah takut dan lelah melangkah, yakin Allah akan mengirimkan orang baik yang membersamai kita,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
PKM Umsida Dorong Lansia Tetap Produktif dan Berdaya

Lely menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan lansia sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan.
“Lansia tidak seharusnya dipandang sebagai kelompok pasif. Mereka tetap memiliki potensi untuk produktif, berdaya, dan bahagia di masa senjanya,” tegasnya.
Ia juga berharap PRA Boro sebagai salah satu ranting tertua di Cabang Tanggulangin mampu terus bertumbuh dan adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Selain diskusi, kegiatan diisi dengan aksi bersih-bersih di Taman Toga Lansia sebagai bentuk kepedulian lingkungan.
Peserta juga mengikuti praktik salat sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah dengan memperhatikan posisi duduk iftirasy, sedekap, hingga tahiyat akhir.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara PCA Boro dan PCA Sukodono terkait teknis pelaksanaan program serta strategi keberlanjutan layanan daycare lansia.
Lihat juga: KKN-T 30 Umsida Ajak Warga Lansia Jaga Kesehatan Melalui Pijat Refleksi
Acara diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan bingkisan sebagai simbol penguatan silaturahmi natar lembaga.(Romadhona)



















