lonjakan bahan pangan (Pexls) 3

Lonjakan Konsumsi Bahan Pangan saat Ramadan dan Dampaknya bagi Rantai Pasok

Umsida.ac.id – Ramadan tidak hanya identik dengan peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga lonjakan konsumsi pangan. 

Kebutuhan untuk sahur, berbuka, hingga kegiatan sosial membuat permintaan bahan pangan meningkat signifikan dibanding bulan biasa.

Lihat juga: 8 Hal Mengejutkan Kenapa Konsumsi Pangan Saat Ramadan Melonjak

Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rahmah Utami Budiandari STP MP menjelaskan bahwa pola konsumsi masyarakat selama Ramadan memang mengalami perubahan.

“Selama Ramadan terjadi lonjakan permintaan pada beberapa jenis bahan pangan tertentu,” jelasnya.

Lonjakan Bahan Pangan Paling Signifikan
lonjakan bahan pangan (Pexls)
Ilustrasi: Pexels

Menurut Rahmah, bahan pangan yang paling mengalami lonjakan permintaan selama Ramadan umumnya meliputi:

  • Bahan pokok: beras dan gula
  • Bahan minuman dan makanan manis: gula, buah, dan kurma
  • Bahan lauk: daging, telur, minyak goreng, dan santan

“Lonjakan ini terjadi karena meningkatnya kebutuhan untuk sahur, berbuka puasa, serta berbagai kegiatan sosial seperti buka bersama dan berbagi makanan,” terang kaprodi teknologi Pangan Umsida itu.

Ia juga membahas fenomena “balas dendam” saat berbuka yang turut mempengaruhi volume konsumsi pangan secara keseluruhan. 

Fenomena ini didukung berbagai jurnal dan artikel, antara lain:

1. Dorongan fisiologis setelah menahan lapar meningkatkan makan

Setelah berpuasa 12–14 jam, kadar gula darah menurun sehingga tubuh secara alami mendorong konsumsi makanan, terutama makanan manis, untuk segera mengembalikan energi. 

Kondisi ini menyebabkan kecenderungan makan lebih banyak saat berbuka.

2. Sebagian besar asupan energi harian terkonsentrasi saat berbuka

Penelitian menunjukkan sekitar 60% asupan energi harian terjadi saat berbuka (iftar), sehingga meskipun jumlah waktu makan terbatas, jumlah makanan yang dikonsumsi dalam satu waktu menjadi jauh lebih besar.

3. Perubahan pola konsumsi ke makanan tinggi lemak, gula, dan energy

Studi di jurnal nutrisi menemukan bahwa selama Ramadan terjadi peningkatan konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol. 

Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan memilih makanan yang lebih padat energi, yang dapat meningkatkan total konsumsi pangan tertentu.

4. Faktor psikologis dan rasa puas setelah berbuka

Konsumsi makanan manis saat berbuka juga memberikan rasa puas dan meningkatkan hormon serotonin, sehingga dapat mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dari kebutuhan normal.

“Jadi bukan hanya faktor lapar, tetapi juga faktor psikologis yang membuat konsumsi pangan saat berbuka bisa meningkat cukup tinggi,” imbuhnya.

Dampak Lonjakan Konsumsi Pangan 

Rahmah menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi selama Ramadan berdampak langsung pada rantai pasok, baik di tingkat produsen maupun distributor.

Dampak tersebut antara lain:

1. Peningkatan permintaan memicu peningkatan produksi dan distribusi

Produsen bahan pangan seperti petani, peternak, dan industri makanan harus meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan. 

Distributor dan pedagang juga meningkatkan volume distribusi agar pasokan tetap tersedia di pasar. 

Hal ini menyebabkan aktivitas produksi, transportasi, dan distribusi menjadi lebih intensif dibandingkan bulan biasa.

2. Tekanan pada rantai pasok dan resiko keterlambatan distribusi

Lonjakan permintaan dalam waktu singkat dapat menyebabkan tekanan pada rantai pasok, terutama jika produksi tidak dapat segera menyesuaikan. 

Akibatnya, kata Rahmah, dapat terjadi keterlambatan distribusi, kekurangan pasokan sementara, atau ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan di beberapa wilayah.

3. Fluktuasi harga bahan pangan

Ketika permintaan meningkat lebih cepat daripada pasokan, harga bahan pangan cenderung naik. 

“Hal ini sering terjadi pada komoditas utama seperti beras, daging, gula, dan minyak goreng,” tuturnya.

Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih besar, tetapi distributor dan konsumen menghadapi risiko harga yang lebih tinggi.

4. Peningkatan stok dan manajemen persediaan oleh distributor

 Distributor dan pedagang biasanya meningkatkan stok sebelum Ramadan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. 

“Namun jika perencanaan tidak tepat, bisa saja terjadi kelebihan stok atau sebaliknya kekurangan stok, yang mempengaruhi stabilitas pasar,” ujar Rahmah.

5. Dampak positif terhadap pendapatan produsen dan pelaku distribusi

Peningkatan permintaan selama Ramadan memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi produsen, distributor, dan pedagang. 

Periode ini sering menjadi salah satu musim dengan penjualan tertinggi dalam sektor pangan.

“Jadi di satu sisi meningkatkan pendapatan, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pasokan dan harga jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Strategi Industri Pangan Antisipasi Lonjakan Ramadan
lonjakan bahan pangan (Pexls) 3
Ilustrasi: Pexels

Menurut Rahmah, industri pengolahan pangan biasanya sudah mengantisipasi adanya lonjakan atau yang dikenal dengan peak season. 

Umumnya pada sebelum terjadi lonjakan maka stok pangan olahan lebih banyak dibandingkan sebelum terjadi lonjakan.

Bentuk antisipasi yang biasanya dilakukan antara lain:

  • Perencanaan produksi lebih awal
  • Peningkatan stok pangan olahan sebelum Ramadan
  • Penguatan distribusi
  • Manajemen stok yang lebih ketat

Strategi ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap stabil serta mencegah gangguan dalam rantai pasok selama Ramadan.

“Industri biasanya sudah mempersiapkan diri sebelum Ramadan tiba, agar lonjakan permintaan tidak mengganggu stabilitas pasar,” jelasnya.

Lihat juga: Waspada Kebiasaan berbuka Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Ia pun mengingatkan bahwa masyarakat tetap perlu bijak dalam mengatur konsumsi agar kebutuhan pangan terpenuhi tanpa berlebihan.(Romadhona)

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By