Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan studi banding pengelolaan Tracer Study ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman terkait pengelolaan data alumni, penggunaan aplikasi Tracer Study Kemendiktisaintek, hingga persiapan menghadapi Asesmen Lapangan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT).
Lihat juga: Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
Kunjungan tersebut dilakukan oleh jajaran Biro Pengembangan Mahasiswa dan Alumni UMG untuk mempelajari pengelolaan Tracer Study Kemdiktisaintek di Umsida sebagai bagian dari persiapan AIPT UMG.
UMG Dalami Pengelolaan Tracer Study Kemdiktisaintek

Kepala Biro Pengembangan Mahasiswa dan Alumni UMG, Nur Cahyadi SST MM, mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk belajar bersama dan mencari strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan Tracer Study di UMG.
“Kedatangan kami di Umsida ini ingin belajar bersama. Sedikit ilmu memberikan kesan sebanyak-banyaknya bagi kami, terlebih dalam persiapan AIPT,” ujarnya.
Menurutnya, UMG sebelumnya mengalami kendala dalam pengelolaan Tracer Study, khususnya setelah memperoleh akses pada aplikasi Tracer Study Kemdiktisaintek.
Selain aspek teknis aplikasi, imbuhnya, UMG juga ingin mengetahui strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi alumni dalam pengisian data.
“Berkaitan dengan kami punya kendala bagaimana caranya, strateginya untuk mendapatkan data. Waktu pendataan awal itu minatnya masih kurang,” jelas Nur Cahyadi.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari Umsida dapat menjadi bahan yang bisa dipraktekkan di UMG, termasuk dalam menentukan strategi komunikasi dengan alumni.
Strategi Pendataan Alumni Jadi Perhatian
Pendataan alumni menjadi salah satu pembahasan penting dalam studi banding tersebut.
UMG telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di lingkungan kampus, tetapi tingkat partisipasi alumni dalam pengisian Tracer Study masih perlu ditingkatkan.
Nur juga menyampaikan bahwa UMG tengah mempersiapkan Asesmen Lapangan AIPT.
Karena itu, pihaknya ingin memahami kebutuhan data serta hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang asesmen.
Selain kebutuhan data, UMG juga ingin mempelajari strategi komunikasi yang dapat digunakan untuk menjangkau alumni.
“Apakah nanti kita blasting email, blasting WA atau strategi apa yang bisa kami tiru,” lanjutnya.
Umsida Bagikan Pengalaman Pengelolaan Tracer Study

Wakil Rektor III Umsida, Dr Nurdyansyah MPd, menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan bagi kedua perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan Tracer Study memang memiliki tantangan tersendiri karena alumni tidak selalu mudah diajak kembali mengisi data setelah menyelesaikan studi.
“Selama ini Tracer Study itu memang agak susah. Itu karena mereka kadang merasa direpotkan karena sudah lulus,” ungkapnya.
Dalam pengelolaan Tracer Study, Dr Nur menjelaskan bahwa capaian respons alumni perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan akreditasi.
“Ada angka tertentu yang menjadi acuan aman untuk pengembalian formulir Tracer Study, sementara beberapa Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) memiliki ketentuan yang berbeda,” tuturnya.
Tracer Pengguna Juga Perlu Diperhatikan
Selain Tracer Study yang ditujukan kepada alumni, Umsida juga menekankan pentingnya Tracer Pengguna.
Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai posisi dan kinerja lulusan setelah memasuki dunia kerja.
Menurutnya, Tracer Pengguna dapat digunakan untuk melihat bagaimana lulusan ditempatkan di unit kerjanya, termasuk bagaimana pola kerja dan etika yang ditunjukkan selama bekerja.
Lihat juga: Langkah Awal Pembentukan Unit Layanan Disabilitas, Umsida Benchmarking ke UB
Ia berharap kunjungan tersebut memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan setelah rombongan UMG kembali ke kampus.
“Jangan-jangan nanti setelah pulang dari sini tidak tambah bingung. Tetapi ada pencerahan sedikit yang bisa dibawa pulang untuk dikembangkan di UMG,” tutur Nur.(Dhona)
























