Umsida.ac.id – Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan bidang terkait Sistem Pembelajaran Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.
Lihat juga: KLL Lazismu Umsida Kembali Kucurkan 1.036 Beasiswa Sang Surya Tahun Akademik 2025-2026
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1 pada Selasa, (6/1/2026).
Umsida menjadi salah satu perguruan tinggi rujukan untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan dan implementasi pembelajaran RPL di bidang kesehatan.
Benchmarking ini berfokus pada tata kelola akademik RPL, mekanisme konversi capaian pembelajaran, hingga integrasi RPL dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Forum ini juga membahas kesiapan sistem informasi akademik serta peran program studi dalam menjaga mutu pembelajaran mahasiswa RPL.
Semangat Kolaborasi Bidang Kesehatan

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antar persyarikatan Muhammadiyah menjadi kunci dalam penguatan mutu pendidikan tinggi.
Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dan keunikan yang dapat saling dipelajari.
“Belajar tidak harus selalu dari kampus yang lebih besar. Setiap perguruan tinggi punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Apa yang baik bisa kita adopsi dan adaptasi bersama, termasuk dalam pengembangan pembelajaran RPL,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Dr H Ns Sudalhar MKep menyampaikan bahwa pihaknya ingin belajar dari Umsida yang dinilai berkembang pesat, khususnya dalam pengelolaan pendidikan kesehatan.
“Kami memiliki beberapa program studi kesehatan dan banyak peminat jalur RPL. Namun, kami masih membutuhkan pengalaman dalam pengelolaannya. Karena itu, kami berharap dapat belajar dari Umsida, baik dari sisi akademik maupun sistemnya,” jelasnya.
Penandatanganan MoA dan IA

Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika Nur Malika Jamil STr Kes MKes, Kaprodi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, menanyakan teknis pelaksanaan perkuliahan RPL, khususnya terkait mekanisme tugas, absensi dan pelaporan akademik.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Umsida Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT menjelaskan bahwa dalam implementasi RPL terdapat pembagian peran yang jelas antara program studi dan Direktorat Akademik.
“Program studi berfokus pada proses pembelajaran dan asesmen, sedangkan aspek administratif serta pelaporan RPL berada di bawah kewenangan Direktorat Akademik. Karena itu, perencanaan kuota RPL sejak awal menjadi hal yang sangat penting,” terangnya.
Penjelasan tersebut diperkuat oleh Direktur Direktorat Akademik Cholifah SST MKes, yang menekankan bahwa pelaksanaan RPL harus berangkat dari kurikulum dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara STIKES Muhammadiyah Bojonegoro dan FIKES Umsida, khususnya pada Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan.
Lihat juga: Kunjungi Solo, FAI Umsida Jalin Kerja Sama Antar Institusi Pendidikan
“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan pembelajaran RPL, mutu akademik, serta kolaborasi tridarma perguruan tinggi,” imbuh Prof Hana.
Penulis: Elfira Armilia



















