• Alumni
  • Alumni

Wisudawan Terbaik Umsida Dobrak Mitos Kuliah Swasta Tidak Bisa Sukses

Umsida.ac.id – Muhammad Dyland Dewantara raih gelar wisudawan terbaik dengan IPK 3,69 dalam acara wisuda ke XXXVI Universitas Muhamadiyah Sidoarjo (Umsida) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1, Sabtu (24/10).

Pria yang akrab disapa Dyland, menceritakan awal berkuliah ingin memilih kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tapi ia gagal dalam tes masuk perguruan tinggi. Kemudian ketika tes PTN dibuka, ia kembali mencoba mendaftar dengan sambil berkuliah di Umsida.  Lantas ia mendapatkan nasihat dari orangtuanya, ‘Kalau kamu keterima di PTN jelas biayanya lebih besar dan aku akan ketinggalan 1 tahun waktuku untuk mengulang perkuliahan, sudah fokus dan tekuni perkuliahan di Umsida,” ujarnya.

Nasihat dari orangtua tersebut membuatnya berubah pikiran karena memang jelas akan rugi  waktu untuk mengulang perkuliahan dari awal lagi. Ia mengungkapkan bahwa pada saat itu orangtuanya juga harus membiayai kakak dan adiknya sedang menempuh pendidikan.

Dyland membuktikan bahwa kuliah di Umsida, ia bisa menjadi mahasiswa terbaik. Menurutnya, tidak harus berkuliah di PTN untuk mencapai kesuksesan, “Menuntut ilmu bisa darimana saja yang penting dapat bermanfaat,” ucapnya.

Pria kelahiran tahun 1997 ini menyelesaikan studinya dengan menulis skripsi berjudul “Aplikasi Fitohormon Ekstra Tauge Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabe Rawit (Capsicum Frutescens)”. Penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti kandungan fitohormon atau zat pengatur tumbuh alami pada tauge dan dosis yang sesuai dengan tanaman komoditas sehingga bermanfaat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang mencemari lingkungan, terutama tanah dan juga biaya tidak terlalu mahal pada pengaplikasian fithormon tersebut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan cara kerja aplikasinya fitohormon, “Saya menghaluskan tauge kemudian disaring dan diambil fitohormon dengan dosis yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan tanaman komoditi yang bisa disemprot atau dikocorkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengaplikasiannya dilakukan seminggu sekali, “Saya melakukannya hanya seminggu sekali dari hasil penelitian yang saya lakukan penggunaan fitohormon yang berlebihan akan menghambat pertumbuhan tumbuhan,” tambahnya.

Diakhir kesempatan, ia mengatakan bangga menjadi mahasiswa Umsida, “Dengan berkuliah di Umsida, Alhamdulillah banyak hal baru maupun ilmu yang saya dapatkan dan juga saya bangga kuliah di Umsida,” pungkasnya.

Penulis : Asita Salsabilla Maharani

edit : Etik Siswati Ningrum

Leave a Reply