proker pendidikan kkn p umsida 2

Dari Sampah hingga Medsos, 3 Tim KKN P Umsida Edukasi Topik yang Dekat dengan Siswa

Umsida.ac.id – Tiga kelompok Kuliah Kerja Nyata Pencerah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (KKN P Umsida) mengajak siswa memahami persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari memilah sampah, menggunakan media sosial secara sehat, hingga mengelola uang saku.

KKN P Kelompok 54 memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa SDN Kumitir 02, Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/7/2026). 

Lihat juga: KKN P 9 Umsida Perkenalkan Value Clarification Technique di SDN Tambak Sari

Pada hari yang sama, KKN P 63 mengadakan literasi keuangan bagi 23 siswa kelas II SDN Cengkok, Kabupaten Kediri.

Sementara itu, KKN P 1 Sekarmojo menggelar seminar “Bijak Bermedia Sosial” bagi siswa MTs Hidayatul Mubtadiin pada Sabtu, (1/8/2026). 

Ketiga program tersebut dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Lingkungan Dimulai dari Memilah Sampah

proker pendidikan kkn p umsida 2

Di SDN Kumitir 02, mahasiswa KKN P 54 Umsida mengenalkan perbedaan sampah organik, anorganik, serta Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 kepada siswa kelas IV, V, dan VI.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana, gambar, serta contoh benda yang mudah ditemukan di sekitar siswa. 

Daun kering, kulit buah, dan sisa makanan dikenalkan sebagai sampah organik yang mudah terurai. Botol plastik, bungkus makanan, kaleng, dan kaca masuk dalam kategori anorganik.

Siswa juga memperoleh penjelasan mengenai sampah B3, seperti baterai bekas, lampu, obat kadaluarsa, dan barang elektronik yang memerlukan penanganan khusus.

Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti permainan mengelompokkan berbagai contoh sampah sesuai kategorinya. 

Koordinator Divisi Pendidikan KKN Kelompok 54 Umsida, Ahmad Farrel Atthaillah, mengatakan bahwa keterlibatan siswa menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berani bertanya, menjawab pertanyaan, serta mampu mengidentifikasi jenis-jenis sampah dengan benar,” ujar Farrel.

Mahasiswa turut mengenalkan rencana pembentukan bank sampah sederhana di sekolah. 

Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan siswa untuk mempraktikkan kebiasaan memilah sampah secara langsung.

Pendidikan Digital Bantu Remaja Lebih Bijak

proker pendidikan kkn p umsida 2

KKN P 1 Sekarmojo Umsida mengangkat persoalan yang berbeda melalui seminar “Bijak Bermedia Sosial” di MTs Hidayatul Mubtadiin.

Lihat Juga :  Peran Aktif FKG Umsida Kepada Para Lansia, Edukasi Kesehatan Gigi di Usia Senja

Naufal Rafi Putra, salah satu pemateri, mengatakan bahwa remaja memerlukan pemahaman agar mampu menggunakan media digital secara sehat.

“Media sosial dapat menjadi ruang untuk belajar dan berkembang, tetapi perlu digunakan dengan bijak.,” jelasnya.

Menurut naufal, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, perbandingan sosial, hingga rasa takut tertinggal atau FOMO.

Siswa dikenalkan pada sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan, seperti membatasi waktu penggunaan, menyaring informasi, menjaga etika saat berkomunikasi, serta menghindari konten yang memberi pengaruh negatif.

Di sini siswa diberi ruang untuk membicarakan pengalaman maupun kendala yang mereka temui ketika menggunakan media sosial.

Salah satu peserta mengaku memperoleh pandangan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Setelah mengikuti seminar ini, kami jadi lebih mengetahui bahwa penggunaan media sosial tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga perlu memperhatikan dampaknya bagi diri sendiri,” ungkapnya.

KKN Umsida Edukasi Pengelolaan Uang

Di SDN Cengkok, KKN P 63 Umsida mengenalkan literasi keuangan sederhana kepada siswa kelas II melalui edukasi menabung sejak dini.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari. 

Tim KKN mengajak siswa membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku.

Siswa juga diberi contoh manfaat menabung, seperti membeli perlengkapan sekolah, membantu orang tua, atau memenuhi kebutuhan pada masa mendatang.

Setelah sesi edukasi, setiap siswa memperoleh celengan berbahan kaleng untuk dihias. 

Mereka bebas memilih warna dan gambar sesuai imajinasi masing-masing dengan pendampingan mahasiswa.

Lihat juga: Pembelajaran Kreatif dan Inovatif KKN T Umsida Hidupkan TK DWP

Dengan begitu, mereka bisa menumbuhkan rasa memiliki serta mendorong siswa menggunakannya di rumah.

Tiga kegiatan di Mojokerto, Pasuruan, dan Kediri tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat disampaikan melalui persoalan yang ditemukan siswa setiap hari.(Tim KKN P Umsida 2026)