Akidah dan Akhlak

Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak

Umsida.ac.id – Sekitar pertengahan Oktober nanti, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) akan memulai rangkaian Program Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida (PKMU) yang bertujuan untuk memperkuat nilai akidah dan akhlak sejak awal perkuliahan.

Untuk menyiapkan PKMU, Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan Umsida (Dismu), mengajarkan tentang akidah dan akhlak kepada para fasilitator, pendamping mahasiswa PKMU.

Lihat juga: Mahasiswa Umsida Dicamkan Nilai Aqidah dan Akhlak Sejak Awal Perkuliahan

Melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) pada Agustus lalu, Dosen AIK Umsida, Dr Dzulfikar Akbar Romadlon, SFilI, MUd, menjelaskan bahwa fasilitator memiliki peran penting dalam mendampingi mahasiswa.

“Bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu mahasiswa memahami nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan materi Akidah dan Akhlak nantinya fasilitator akan mengarahkan mahasiswa melalui proses diskusi kelompok. 

Mahasiswa akan diajak melihat berbagai fenomena, mengidentifikasi permasalahan, kemudian menyampaikan hasil pemahamannya.

“Tugas fasilitator pada materi pertama melakukan guidance, pengawasan, kemudian memberikan masukan bagi adik-adiknya,” jelas Dr Dzulfikar.

Membangun Diskusi Akidah dan Akhlak

Akidah dan Akhlak

Dr Dzulfikar menjelaskan bahwa Akidah dan Akhlak tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui metode diskusi dan refleksi. 

“Metode itu ditujukan karena mahasiswa baru memiliki latar belakang pemahaman agama yang beragam,” ujarnya.

Metode diskusi tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi mampu mengidentifikasi persoalan, menyampaikan pendapat, serta menghubungkan konsep akidah dengan fenomena yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Ajak Fasilitator Kritisi Fenomena Keagamaan 

Akidah dan Akhlak

Selain menjelaskan konsep dasar akidah, Dr Dzulfikar juga mengajak para fasilitator untuk memahami berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat.

Dalam sesi diskusi, mereka diberikan beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan praktik keagamaan, seperti penggunaan benda tertentu sebagai perlindungan, penggunaan ayat Al-Qur’an dalam bentuk jimat, hingga praktik yang berkaitan dengan keyakinan terhadap sesuatu selain Allah.

Dr Dzulfikar menjelaskan bahwa fasilitator perlu memiliki kemampuan untuk memberikan pemahaman secara tepat kepada mahasiswa.

Menurutnya, pemahaman yang baik diperlukan agar mahasiswa tidak hanya melihat suatu fenomena dari permukaan, tetapi mampu memahami dasar keyakinan yang melatarbelakanginya.

Lihat juga: Pendidikan Karakter Umsida Juga Tanamkan Jiwa Disiplin dan Berkomitmen

Ia mengajak fasilitator untuk mendorong mahasiswa melakukan refleksi terhadap perilaku masing-masing, mulai dari cara berbicara, berinteraksi dengan orang lain, hingga bagaimana menjaga sikap di lingkungan kampus maupun dunia digital.

Fasilitator merupakan contoh bagi mahasiswa PKMU. Oleh karena itu, mereka diajak melakukan refleksi dan menyusun komitmen perbaikan akhlak.

Komitmen tersebut berupa langkah sederhana yang dapat diterapkan secara konsisten, seperti membiasakan berkata baik, menghormati orang tua, serta memperbaiki perilaku sehari-hari.

“Ketika kita memahami akidah, maka harus ada perubahan dalam perilaku,” ujarnya.(Dhona)

Berita Terkini

Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By

Riset & Inovasi

media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By