Siswa yang akrab disapa Humairoh itu menceritakan kemenangannya ini menjadi pencapaian yang telah lama ia impikan.
“Alhamdulillah, bersyukur banget. Soalnya ini mimpi dari dulu,” ungkapnya seusai menerima penghargaan.
Ia menyebut bahwa sebelumnya pernah mengikuti lomba serupa di tingkat Jawa Timur, namun belum berhasil meraih juara.
Pada FGT XI 2026, Humairoh memilih fokus memberikan yang terbaik.
“Bismillah saja, berikan yang terbaik,” ujarnya singkat.
Dalam lomba tersebut, ia mengangkat tema pidato tentang memperkokoh jati diri remaja di era kekinian.
Ia mengaku melakukan persiapan sekitar satu minggu dengan pendampingan guru, terutama dalam penghafalan teks, gerak tubuh, dan mimik wajah.
“Yang paling disiapkan penghafalan teks, karena itu biasanya dinilai,” katanya.
Ke depan, Humairoh berencana terus mengembangkan bakatnya dan memperluas kemampuan dalam menguasai materi.
“Masih mau mengembangkan lagi bakatnya,” tuturnya.
Berbagai Lomba Jadi Ruang Tumbuh Siswa

FGT XI 2026 juga menjadi ruang belajar bagi peserta dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Faeyza Aufa Sakha, atau Akha, siswi kelas 5B SDIT Insan Kamil Sidoarjo, berhasil meraih juara 1 di Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD
Aka mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal lomba.
“Tidak begitu sulit, hanya mengerjakan saja,” ujarnya polos.
Materi yang dipelajari meliputi Asmaul Husna, Fathu Makkah, kepedulian lingkungan, hingga toleransi. Ia menyiapkan diri dengan menghafal materi sebelum lomba.
“Belajarnya banyak, terutama menghafal materi,” katanya.
Sang bunda, Dian, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara konsisten di rumah.
“Biasanya kami belajar bersama tiap malam. Kalau menuju lomba itu tidak pernah absen mendampingi,” jelasnya.
Ia juga membatasi penggunaan gawai dan membiasakan diskusi dengan anak.
“Harus dijelaskan kenapa, dampaknya apa. Jadi anak paham, itu jadi cara saya menghadapi anak Gen Alpha saat ini” tambahnya.
Dian juga sangat mengapresiasi Umsida dalam mengadakan kompetisi ini.
“Sabtu sama Ahad itu kan waktunya anak eksplorasi ya di luar sekolah. Jadi Kegiatan ini cocok sekali untuk mengembangkan kemampuan anak selain dari sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmas Saputera dari Paciran, Lamongan, keluar sebagai juara 1 lomba Tahfidz kategori B.
Ia mengaku persiapannya cukup singkat.
“Persiapannya cukup mepet, tapi saya hanya memperdalam murojaah saja,” ujarnya.
Ahmas menyebut bahwa materi hafalan ditentukan langsung oleh juri dan berbeda antara penyisihan dan final.
Meski demikian, ia mengaku sudah terbiasa mengikuti lomba serupa.
“Ini sudah ketiga kalinya ikut FGT. Yang kemarin-kemarin kalah, sekarang Alhamdulillah langsung dapat juara 1,” katanya.
FGT XI Dorong Inovasi Guru dan Pergerakan UMKM

Tidak hanya pelajar, FGT XI 2026 juga menghadirkan kategori inovasi media pembelajaran untuk guru. Imawati, guru dari SD Al-Falah Darussalam 2 Waru, meraih juara 1 lomba inovasi video pembelajaran kategori guru.
Ia mempresentasikan inovasi bertajuk Viral Jawara Hebat atau Virtual Gallery Jawa Aksara Heboh dan Semangat.
Inovasi ini tumbuh lantaran kondisi siswa yang menurutnya saat ini kurang meminati aksara Jawa.
“Sekarang anak-anak cukup scan barcode, tidak perlu download aplikasi, dan bisa melihat pameran aksara Jawa secara virtual,” jelasnya.
Inovasi tersebut disiapkan hampir selama satu tahun, berangkat dari kegelisahan terhadap minimnya media pembelajaran Bahasa Jawa berbasis teknologi.
“Tantangannya itu bagaimana mencuri waktu,” ujarnya.
Imawati berharap ke depan inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi media tiga dimensi.
“Supaya aksara Jawa bisa seperti sains yang 3D,” katanya.
Selain lomba, FGT XI 2026 juga dimeriahkan bazar UMKM. Salah satu pelaku UMKM, Yuni dari Ngampelsari, telah membawa sekitar 150 paket dagangan.
“Dari jam 7 pagi sudah di sini. Alhamdulillah ramai,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa antusiasme peserta dan pengunjung cukup tinggi, bahkan rela mengantre hingga satu jam.
“Orang-orang sabar nunggu. Alhamdulillah ramai sekali acara ini,” katanya.
Yuni mengaku telah beberapa kali mengikuti bazar di kegiatan Umsida.
Lihat juga: FGT XI 2026, Ajang Unjuk Bakat Pelajar Hingga Cara FAI Syiarkan Dakwah Islam
Dan di tiap acara yang ia ikuti di Umsida, Yuni mengaku bahwa antusias peserta selalu ramai sehingga sebagai pelaku UMKM, ia merasa sangat terbantu. (Romadhona)



















