kebiasaan saat puasa (pexels)_11zon

Strategi Puasa Sehat yang Jarang Diketahui dari Sahur hingga Tarawih

Umsida.ac.id – Puasa sering dipahami sebagai ibadah menahan lapar dan haus. 

Namun dalam prakteknya, banyak pertanyaan muncul seputar kesehatan fisik dan kondisi psikis selama Ramadan. 

Lihat juga: Bulan Ramadan, Momen untuk Menyucikan Hati, Ini 5 Amalannya

Dalam Tausiyah Ramadan bersama dr Rif’at Nurfahri SpM, Kaprodi Pendidikan Profesi Dokter Umsida, ia membagikan tips sederhana namun penting agar puasa tetap sehat dan bermakna.

Mulai dari pola makan, manajemen tidur, hingga kadar gula darah, semuanya dijelaskan dengan pendekatan ilmiah sekaligus spiritual.

Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka
kebiasaan saat puasa (pexels)
Ilustrasi: Pexels

Menurut dr Rif’at, menjaga kesehatan saat puasa bisa dimulai dari hal sederhana, yakni mengikuti sunnah Rasulullah dalam sahur dan berbuka.

Saat sahur, ia menyarankan memilih karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.

“Pilihlah karbohidrat yang kompleks seperti kurma, roti, nasi, atau nasi jagung. Itu akan menjadi sumber energi yang bagus selama menjalani puasa,” jelasnya.

Ketika berbuka, ia mengingatkan agar tidak langsung mengkonsumsi makanan berat dalam jumlah besar. 

“Mulailah dengan makanan lembut seperti kurma dan air putih suhu normal, bukan air es. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kesegaran dalam tubuh kita tanpa menurunkan suhu tubuh secara drastis” ujarnya.

Ia juga menyarankan memberi jeda antara takjil dan makan besar dengan melaksanakan salat Magrib terlebih dahulu. 

Tujuannya yakni untuk menghindari lonjakan insulin yang bisa menyebabkan kenaikan gula darah yang tidak stabil dan nanti akan bisa menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah.

“Kalau langsung makan besar, bisa terjadi lonjakan gula darah yang drastis, lalu turun lagi. Setiap orang efeknya berbeda-beda,” tambahnya.

Selanjutnya, ia menyarankan agar tetap memaksimalkan waktu malam untuk aktivitas fisik, salah satunya adalah tarawih. 

“Di saat tarawih, kita melakukannya juga untuk menyegarkan tubuh kita secara tidak langsung.

Selain itu, dr Rif’at menyarankan konsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama di cuaca yang rentan menyebabkan flu.

Namun ia kembali menegaskan bahwa niat utama puasa tetap ibadah. 

Tips terakhir yakni rutin mengkonsumsi multivitamin. 

Menurutnya,  itu akan memberikan daya untuk tubuh yang lebih baik di saat cuaca saat ini yang cenderung menyebabkan flu.

Adaptasi Pola Tidur saat Puasa
kebiasaan saat puasa (pexels)
Ilustrasi: Pexels

Saat puasa, pola tidur juga menjadi hal yang sedikit tricky.

Banyak orang yang kurang tidur lantaran  sahur dan ibadah malam. Lalu, apakah kondisi tersebut bisa mempengaruhi psikis?

Menurut dr Rif’at, tubuh manusia memang secara alami membutuhkan tidur yang cukup.

Lihat Juga :  4 Manfaat Puasa Bagi Otak, Mental, dan Sel

“Jadi mesti nanti habis makan itu akan ngantuk, dan kalau tidak tidur akan pusing. Jadi secara alamiah bahwa tubuh kita itu memang butuh tidur,” ungkapnya sambil tersenyum.

Ia menjelaskan bahwa perubahan jam tidur selama Ramadan memang bisa membuat tubuh beradaptasi. Namun setiap orang memiliki titik awal yang berbeda.

“Setiap orang punya starting point masing-masing. Jangan memaksakan diri. Berubah sedikit demi sedikit,” pesannya.

Sebagai solusi, ia menyarankan pengelolaan waktu yang lebih bijak. 

Misalnya, setelah tarawih bisa langsung beristirahat agar sahur tetap dalam kondisi segar. 

Jika belum terbiasa bangun sangat pagi, tidak perlu menyalahkan diri sendiri.

“Selama kita hidup, kita tidak pernah berhenti belajar memperbaiki kebiasaan,” ujarnya.

Yang menarik, ia juga mengaitkan kondisi psikis dengan kebiasaan penggunaan gawai. 

Saat sahur dan berbuka, ia menyarankan menjauhkan ponsel dari meja makan.

“Mari kita nikmati suasana sahur dan bukanya itu tanpa gangguan dari HP kita. Detoksifikasi digital itu penting. Dopamin yang biasa kita dapat dari konten-konten HP, kita alihkan ke interaksi hangat dengan keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, suasana sahur yang sederhana, berbincang bersama keluarga, atau membangunkan anak untuk makan bersama bisa menjadi sumber kebahagiaan yang lebih alami dan menenangkan psikis.

Kadar Gula Darah yang Tidak Turun
kebiasaan saat puasa (pexels)
Ilustrasi: Pexels

Hal lain yang juga sering muncul saat puasa adalah kadar gula darahnya tidak turun atau tetap tinggi.

dr Rif’at menjelaskan bahwa setiap tubuh memiliki fisiologi yang berbeda.

“Tubuh kita unik. Efek puasa pada tiap orang bisa berbeda-beda,” katanya.

Ia menegaskan kembali bahwa puasa memang memiliki manfaat kesehatan sebagai bonus, tetapi bukan tujuan utama.

dr Rif’at mengatakan bahwa Allah menyuruh berpuasa agar menjadi orang yang semakin bertakwa.

“Kalau memang misalkan kadar gulanya tidak turun ketika berpuasa, selama masih tidak menemukan gejala yang membahayakan nyawa, dilanjutkan pengobatannya dengan puasanya, tetap dilaksanakan karena tujuan kita akhirnya bukan kesehatan,” terangnya.

Namun jika gula darah tidak terkontrol dan membahayakan kesehatan, Islam memberikan keringanan.

“Kalau memang masuk kategori tidak mampu karena sakit, ada jalan lain. Bisa qadha ketika sudah sehat, atau membayar fidyah,” jelasnya.

Lihat juga: Puasa dan Manfaat Bagi Kesehatan Mental dan Fisik, Apa Saja? Yuk Simak!

Intinya, kata dr Rif’at, ajaran Islam tidak ada yang memberatkan, tinggal bagaimana memahaminya supaya tidak memberatkan.(Romadhona)

Berita Terkini

program studi umsida terakreditasi unggul
Umsida Teguhkan Langkah Menuju ASEAN Recognition 2038
February 13, 2026By
penghargaan dosen dan tendik, prof syafiq
Puluhan Tahun Mengabdi, Umsida Beri Penghargaan kepada Dosen dan Tendik di Milad ke-37
February 10, 2026By
abdimas prof Sigit 1
Prof Sigit Soal Makna Guru Besar: Ilmu Tanpa Pengabdian akan Tak Bermakna
February 10, 2026By
Prof Sigit Guru Besar
Targetkan dapat Gelar Guru Besar Sebelum 50 Tahun, Ini Perjalanan Akademik Prof Sigit
February 6, 2026By
aset kripto menurut dosen Umsida
Risiko Aset Kripto dan Bitcoin, Dosen Umsida Paparkan dari Perspektif Hukum dan Teknologi
December 15, 2025By
SDGs Center Umsida
SDGs Center Umsida Dorong Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan Jawa Timur
November 20, 2025By
Apresiasi sekolah partnership Umsida
Umsida Beri Apresiasi untuk Sekolah Partnership yang Berkontribusi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
November 20, 2025By
kick off penerimaan mahasiswa baru Umsida 4_11zon
Umsida Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
November 19, 2025By

Riset & Inovasi

abdimas kepada peserta didik sb at tanzil malaysia
Peserta Didik dan Guru SB At-Tanzil Malaysia dapat Penguatan Mental dari Psikolog Umsida
February 19, 2026By
pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial
Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
February 3, 2026By
Edukasi TOSS TB 2
Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang
January 28, 2026By
kolaborasi Umsida dan pondok pesantren
Kolaborasi FKG, FK, dan Fikes Jadi Relawan Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Haromain
January 21, 2026By
ketahanan pangan dan branding umkm
Kembangkan UMKM Lokal, Tim Abdimas Umsida Beri 2 Pelatihan di UMKM Babakaran Raos
January 21, 2026By

Prestasi

mahasiswa Umsida raih 8 penghargaan
Mahasiswa Ini Meraih 8 Penghargaan dalam Kurun Waktu 3 Bulan
February 13, 2026By
IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026.
Usai Juara 1, IMEI Team Umsida Akan Buat Mobil Urban
February 5, 2026By
IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 4, 2026By
kejuaraan ju jitsu mahasiswa Umsida
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 20, 2026By
persiapan shell eco marathon
IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
January 19, 2026By