amalan lailatul qadar

Maksimalkan Malam Lailatul Qadar, Lakukan 4 Amalan yang Dianjurkan Ini

Umsida.ac.idRamadan adalah bulan ampunan.

Namun 10 hari terakhir Ramadan adalah puncaknya, bahkan sampai pada terbakarnya dosa-dosa kita dan pembebasan dari api neraka (‘Itqun mina an-nār), terutama waktu lailatul qadar. 

Lihat juga: Alasan 10 Hari Terakhri Ramadan Jadi Waktu Mustajab untuk Beribadah

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka untuk mendapatkan kesempurnaan dan kualitas Ibadah di bulan Ramadhan adalah sebagaimana perbuatan yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana Aisyah ra. mengisahkan keadaan Rasulullah di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sebagaimana berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

Artinya “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Amalan yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar
amalan lailatul qadar
Ilustrasi: Pexels

Amaliyah dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagai rujukan dari amaliyah kita antara lain: 

  1. I’tikaf

Pertama, beri’tikaf dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, memfokuskan ibadah, dan menunggu datangnya Lailatul Qadar. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

Artinya: Aisyah ra berkata: “Nabi selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari)

  1. Tadarus

Kedua, memperbanyak tadarus al-Qur’an. 

Tadarus al-Qur’an tidak hanya membaca al-Qur’an secara murottal bahkan mengkhatamkannya.

Tadarus al-Qur’an juga termasuk memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an melalui berbagai kajian untuk mendapatkan hidayah-Nya/petunjuk-Nya serta menerapkannya dalam amaliyah-amaliyah secara kontekstual sesuai dengan kondisi dan lingkungannya. 

Lihat Juga :  Alasan Turunnya Lailatul Qadar Tidak Diketahui dengan Pasti

Mengenai tadarus Rasulullah di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan juga dikisahkan oleh Abdullah Ibnu Abbas dalam riwayatnya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ…

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan lalu mempelajari (bertadarus) Al-Qur’an bersama beliau.” (HR Bukhari-Muslim)

Bahkan di Ramadhan terakhir Rasulullah menghatamkan dua kali sebagaimana hadist berikut:

فَعَرَضَ النَّبِيُّ ﷺ الْقُرْآنَ عَلَى جِبْرِيلَ فِي السَّنَةِ الَّتِي قُبِضَ فِيهَا مَرَّتَيْنِ

Artinya: “Pada tahun ketika Nabi wafat, beliau memperdengarkan (muroja’ah) Al-Qur’an kepada Jibril dua kali.” (HR. Bukhari)

  1. Menghidupkan Malam-malam Ramadan

Ketiga yakni Menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan dengan meningkatkan kualitas qiyamul lail untuk menyambut datangnya Lailatul Qadar sebagaimana hadits Rasulullah:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Lihat juga: Bukti Islam Tidak Membebankan Manusia dalam Beribadah

  1. Perbanyak Sedekah
amalan lailatul qadar 2 6
Ilustrasi: Unsplash

Keempat, memperbanyak kualitas dan kuantitas sedekah sebagaimana kisah kedermawanan Rasulullah di bulan Ramadhan oleh Abdullah Ibnu Abbas dalam riwayatnya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ…

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan lalu mempelajari (bertadarus) Al-Qur’an bersama beliau.” (HR Bukhari-Muslim)

Bersambung… (Rahmad Salahuddin TP SAg MPdI)