pembelajaran ular tangga 1

Belajar Lewat Ular Tangga, Inovasi PGSD Umsida yang Lolos PKM AI 2026

Umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PGSD Umsida) mengembangkan inovasi media pembelajaran ular tangga bermuatan deep learning untuk meningkatkan numerasi siswa sekolah dasar.

Inovasi tersebut lolos dalam skema Insentif Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM AI) dengan judul “Inovasi Media Ular Tangga Bermuatan Deep Learning terhadap Numerasi Siswa Sekolah Dasar”.

Lihat juga: Kelola Sampah Melalui Bio Circular Agro Estate , Himmapik Umsida Raih Pendanaan PPK Ormawa 2026

Tim ini diketuai oleh Yuqe Devi Renita dengan anggota Salsa Bela Maza dan Sofi Rosa Amalia. Ketiganya merupakan mahasiswa Prodi PGSD.

Dalam proses penyusunan karya ilmiah tersebut, tim mendapat pendampingan dari Dr Mohammad Faizal Amir SPd MPd sebagai dosen pembimbing.

Yuqe Devi Renita menjelaskan bahwa topik tersebut berangkat dari persoalan numerasi siswa sekolah dasar yang masih perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, pembelajaran numerasi di SD kerap dipandang sulit dan kurang menarik oleh siswa.

Kondisi itu mendorong tim untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih menyenangkan, aktif, dan dekat dengan dunia anak.

“Kami mengembangkan media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan numerasi siswa sekolah dasar,” ujar Yuqe.

Menurutnya, media ular tangga dipilih karena permainan tersebut mudah dikenali siswa dan dapat dimodifikasi menjadi sarana belajar.

Dalam media ini, setiap kotak permainan dilengkapi kartu aktivitas yang mengajak siswa berpikir, berdiskusi, menghitung, serta memahami konsep numerasi secara bertahap.

Ular Tangga, Metode Deep Learning dan Bermain

pembelajaran ular tangga 1

Pengembangan media ular tangga ini tidak hanya menekankan unsur permainan, tetapi juga memuat pendekatan deep learning melalui aktivitas meaningful, mindful, dan joyful learning.

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak sekadar menjawab soal, tetapi diajak memahami makna dari aktivitas numerasi yang dilakukan.

Lihat Juga :  Umsida dan Universitas Narotama Berbagi Pengalaman dalam Meningkatkan Mutu Kampus

“Dari hasil diskusi, akhirnya kami mengembangkan media ular tangga yang di dalam permainannya menerapkan pendekatan deep learning melalui aktivitas meaningful, mindful, dan joyful learning,” jelas Yuqe.

Menurutnya, setiap kartu aktivitas dalam permainan dirancang agar siswa terlibat langsung dalam proses belajar.

Siswa tidak hanya mengikuti instruksi guru, tetapi juga berkesempatan menemukan pola, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dengan teman.

Dengan cara ini, pembelajaran numerasi diharapkan tidak lagi terasa kaku.

Dalam proses penyusunan PKM AI, tim membagi peran sesuai kebutuhan.

Proses penyusunan dilakukan secara bertahap, mulai dari penentuan ide, penyusunan state of the art, penulisan isi naskah, revisi, hingga pengecekan berkas pengajuan.

Proses Panjang yang Mengasah Kerja Sama

pembelajaran ular tangga 1

Salsa Bela Maza, salah satu anggota mengaku bangga karena proses yang dilalui tidak singkat.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama, kedisiplinan, dan keberanian mencoba memiliki peran besar dalam pencapaian akademik mahasiswa.

“Saya merasa sangat senang dan bangga ketika mengetahui tim kami berhasil lolos PKM AI. Semua usaha, diskusi, dan waktu yang kami curahkan akhirnya membuahkan hasil,” ujar Salsa.

Ia menyampaikan bahwa tantangan paling membekas selama penyusunan adalah menyesuaikan isi artikel dengan format dan ketentuan PKM AI.

Selain itu, tim juga harus mampu membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan pengerjaan naskah.

Lihat juga: PPK Ormawa Umsida Buat Empocare, Jamu Modern yang Variatif

Bagi Salsa, pengalaman ini membuatnya semakin termotivasi untuk aktif dalam kegiatan akademik dan terus mengembangkan kemampuan diri.

Ia berharap kelolosan tersebut menjadi awal untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan memberi kontribusi bagi dunia pendidikan dasar.(Bella)