Umsida.ac.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati SKM MKes, yang hadir mewakili Bupati H Subandi SH MKn, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam pembangunan di Kota Delta, terutama melalui kiprah dan keunggulan Umsida.
Lihat juga: Pertemuan Umsida dan Pemkab Sidoarjo, Bahas Kolaborasi Strategis dalam Pengembangan Potensi Daerah
Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan mewakili Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn, dalam Halal Bihalal bertajuk “Solid dalam Kebersamaan, Kuat dalam Pengabdian” yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo di Umsida, Ahad (5/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 Din Syamsuddin, Rektor Umsida Dr Hidayatulloh, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Tamhid Masyhudi, Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Nur Mukarromah, Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq A Mughni MA PhD, hingga Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhamadiyah Prof Achmad Jainuri PhD.
Umsida Benar-Benar Jadi Kampus Berdampak

Menurut Fenny, Umsida telah benar-benar menjadi kampus berdampak sebagaimana yang digaungkan pemerintah, bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya membangun intelektual manusia, tetapi juga memberikan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Fenny menyebut, selama ini Umsida telah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam beberapa sektor, dan selalu mampu menjawab tantangan serta ekspektasi yang diberikan.
“Bapak Rektor Umsida (Dr Hidayatulloh MSi) ini luar biasa. Jadi kami sudah menantang banyak untuk Umsida berkaitan dengan kampus berdampak, tetapi sat-set dan wat-wet luar biasa untuk Pak Rektor,” ujarnya.
Muhammadiyah, kata dia, telah lama menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.
“Dan ini kami sangat merasakan betul peran Muhammadiyah terhadap pembangunan Kabupaten Sidoarjo, terutama begitu Umsida langsung melahirkan beberapa fakultas,” sebutnya.
Menurutnya, peran Umsida sebagai kampus berdampak dapat dirasakan manfaatnya bukan hanya oleh warga Persyarikatan, tetapi seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo, yang semakin mudah untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
Peran Umsida dalam Membangun Sidoarjo

Lebih lanjut, Fenny mengungkapkan bahwa dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Kabupaten Sidoarjo mengalami pengurangan sekitar Rp646 miliar, sehingga cukup berpengaruh bagi keberlangsungan pembangunan dan program-program pemerintah daerah.
Namun ia mengapresiasi komitmen tinggi Umsida untuk tetap berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Delta dan menjalin sinergi erat dengan Pemkab Sidoarjo di tengah keterbatasan anggaran daerah tersebut.
“Kami bersama-sama menggandeng dengan Umsida, tanpa ada kata-kata yang lain Pak Rektor langsung menyampaikan ‘saya siap’,” katanya.
Salah satu program yang disebutnya adalah untuk melakukan audit konstruksi terhadap ratusan pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo.
Ia mengaku hanya tiga perguruan tinggi yang langsung menyatakan kesediaan untuk membantu, salah satunya adalah Umsida.
Sebab itu, Fenny mengaku tidak terkejut ketika Umsida dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk dalam bidang pengabdian masyarakat hingga skor riset SINTA yang menempati urutan 6 nasional.
“Jadi kampus tidak hanya mencetak IQ-nya, tetapi bagaimana kampus itu bisa berdampak kepada masyarakat, itu yang diperlukan negara ini, dan itu yang diperlukan kita semuanya. Bukan sekadar titel, bukan sekadar ijazah,” tambah Fenny.
Lihat juga: Berhasil Membuka Banyak Program Studi Baru, Umsida Dapat Apresiasi dari Diktisaintek
*Artikel ini telah tayang di laman maklumat.id dengan judul “Umsida Jadi Kebanggaan Sidoarjo, Sekda: Tidak Hanya Mencetak IQ, Tapi Berdampak bagi Masyarakat”



















