Umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) LLDikti Wilayah VII.
Digelar selama tiga hari (28-30/4) di Hotel Santika Premiere Gubeng Kota Surabaya, Dhia Kesuma Qatrunnada R berhasil meraih Penghargaan Kategori Khusus Talenta Olahraga.
Lihat juga: Perjalanan dari Juara 1 Pilmapres PTMA Hingga Jadi Wisudawan Berprestasi
Mahasiswa yang biasa disapa Dhia ini aktif dalam kegiatan olahraga, khususnya Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Ia berkompetisi kategori Fighter serta Seni Tunggal Dewasa Putri.
Ajang Pilmapres sendiri merupakan kompetisi bergengsi yang menilai mahasiswa dari berbagai aspek, termasuk capaian akademik, gagasan kreatif, hingga prestasi unggulan.
Perjalanan di Pilmapres Hingga Raih Penghargaan

Dhia mengungkapkan bahwa awal keikutsertaannya dalam Pilmapres bermula dari informasi yang diberikan pihak kemahasiswaan terkait ajang Pilmapres PTMA se-Indonesia.
“Awalnya dapat informasi dari Kemahasiswaan untuk ikut Pilmapres PTMA se-Indonesia, tapi waktu itu belum maksimal karena bersamaan dengan agenda dan lomba lain,” ujarnya.
Perjalanan Dhia menuju penghargaan di tingkat wilayah dimulai dari proses seleksi internal kampus.
Setelah terpilih menjadi delegasi Umsida, ia mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan kompetisi dengan lebih serius.
“Lalu saya merapikan kembali kembali data-data rekapan prestasi dan memperbaiki gagasan kreatif agar dapat menampilkan yang terbaik di tingkat wilayah,” terang Dhia.
Lalu, imbuhnya, seleksi berlanjut pada desk evaluation dari LLDikti dan lolos lanjut ke final hingga akhrinya mendapatkan Penghargaan Khusus Kategori Talenta Olahraga.
Dari sekitar 46 peserta jenjang sarjana yang mengikuti Pilmapres LLDikti Wilayah VII, hanya 10 mahasiswa yang berhasil melaju ke tahap final. Selanjutnya, empat peserta terbaik dipilih untuk melaju ke tingkat nasional.
Selain penilaian utama, LLDikti juga memberikan penghargaan kategori khusus sesuai keunggulan masing-masing mahasiswa.
Untuk memgikuti kompetisi tersebut, Dhia menyiapkan berbagai dokumen dan portofolio prestasi secara matang.
Beberapa di antaranya meliputi sertifikat kompetisi, penghargaan, pengalaman organisasi, kegiatan sosial, proposal gagasan kreatif, poster presentasi, hingga latihan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.
Ia juga mempelajari berbagai isu terkait Sustainable Development Goals (SDGs) dan Asta Cita sebagai bagian dari persiapan kompetisi.
“Alhamdulillah dari capaian ini saya lebih termotivasi untuk berprestasi lagi ke depannya tak hanya di Tapak Suci saja, tapi juga di bidang psikologi,” tutur mahasiswa yang tergabung dalam Satgas PPKPT Umsida itu.
Dukungan Kampus Jadi Motivasi

Keberhasilan Dhia tidak lepas dari peran para dosen pembimbing dan dukungan penuh dari pihak kampus.
Kaprodi Psikologi, Ghozali Rusyid Affandi SPsi MA., menjadi sosok penting dalam perjalanan Dhia.
Ia aktif membimbing dalam pengembangan gagasan kreatif serta terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi, baik akademik maupun non-akademik.
Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Dhia untuk terus berkembang dan berani tampil di ajang kompetisi.
Selain itu, dosen wali Dhia, Lely Ika Mariyati, juga kerap memberikan masukan dan evaluasi terhadap poster gagasan kreatif yang dipresentasikan.
Bimbingan yang diberikan membantu Dhia dalam menyempurnakan ide dan cara penyampaiannya sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.
Tidak hanya dari dosen, dukungan juga datang dari pihak universitas secara menyeluruh.
Para pejabat kemahasiswaan turut membantu dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan administratif.
Lihat juga: 1 Pertandingan Raih 3 Emas, Ini Cerita Prestasi Mahasiswa Umsida
Bahkan, Umsida juga memberikan pendampingan hingga tahap akhir kompetisi, menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung mahasiswa berprestasi.(Nabila Wulyandini)














