Umsida.ac.id – Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berhasil meraih ranking 1 nasional dengan skor kinerja 3,70 pada Indeks Pojok Statistik 2026.
Lihat juga: Pojok Statistik Umsida Perkuat Layanan Data Bersama BPS Pusat
Capaian tersebut melanjutkan peningkatan yang diraih Pojok Statistik Umsida dalam tiga tahun terakhir, dari peringkat 7 pada 2024 dengan skor 2,83, peringkat 2 pada 2025 dengan skor 3,49, hingga menjadi peringkat pertama pada 2026.
Ketua Pojok Statistik Umsida, Dr Suprianto SSi MSi, menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi dalam membangun sistem Pojok Statistik secara berkelanjutan.
“Kalau saya melihat perjalanan tiga tahun terakhir, ada satu faktor yang paling dominan, yaitu konsistensi dalam membangun sistem, bukan sekadar kegiatan,” terang Dr Suprianto.
Pojok Statistik Umsida Bangun Sistem Berkelanjutan
Indeks Pojok Statistik merupakan instrumen penilaian yang digunakan BPS untuk mengukur kinerja Pojok Statistik di Indonesia.
Aspek yang dinilai mencakup kelembagaan, layanan data dan literasi statistik, inovasi, kolaborasi, dampak dan keberlanjutan program, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Dalam perjalanannya, Pojok Statistik Umsida memperkuat dukungan kelembagaan, kemitraan dengan BPS Kabupaten Sidoarjo, evaluasi berbasis data, regenerasi agen statistik, serta inovasi yang diarahkan pada dampak nyata.
“Jadi, faktor utamanya adalah sistem yang dibangun secara sadar, konsisten, dan berkelanjutan, bukan keberuntungan sesaat,” ujar dosen Informatika itu.
Agen Statistik Jadi Motor Penggerak

Penguatan Pojok Statistik Umsida juga tidak lepas dari keterlibatan mahasiswa sebagai agen statistik.
Mereka menjadi penghubung antara Pojok Statistik dengan mahasiswa sekaligus terlibat dalam berbagai program literasi dan pemanfaatan data.
Para agen juga berperan memberikan umpan balik dari pengguna layanan dan menjadi bagian dari proses regenerasi Pojok Statistik Umsida.
“Agen statistik adalah ujung tombak Pojok Statistik Umsida,” kata Dr Anto.
Setelah mendapat capaian ini, ada beberapa target yang disiapkan Potik Umsida, antara lain konsultasi daring, repositori data, dashboard statistik, perluasan literasi statistik, serta peningkatan riset dan publikasi berbasis data BPS.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial juga menjadi salah satu arah pengembangan untuk mendukung literasi statistik dan analisis data.
“Ranking 1 bukan garis akhir, tetapi titik awal untuk melompat lebih tinggi,” pungkas Dr Anto.
Potik Umsida Terhubung dengan Sains Data
Capaian Pojok Statistik tersebut juga memiliki kaitan dengan pengembangan Program Studi Sains Data Umsida.
Kaprodi Sains Data Umsida, Cindy Taurusta MT, menjelaskan bahwa statistik merupakan salah satu fondasi penting dalam keilmuan Sains Data.
Menurutnya, Sains Data tidak hanya berkaitan dengan pemrograman dan artificial intelligence, tetapi juga membutuhkan kemampuan statistik, pengolahan data, interpretasi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Potik dapat menjadi ruang bagi mahasiswa Sains Data untuk belajar mengaplikasikan teori statistik dan data secara nyata,” jelas Cindy.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan dataset dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat belajar dari data dan permasalahan nyata yang ada di masyarakat, institusi, maupun mitra.
Modal Pengembangan Sains Data
Cindy menjelaskan bahwa peningkatan capaian Pojok Statistik bukan hanya menjadi prestasi institusi.
Capaian tersebut juga dapat menjadi modal untuk memperkuat akademik, riset, kemitraan, kompetensi mahasiswa, sekaligus branding program studi.
Menurutnya, ada beberapa nilai yang dapat dikembangkan dari capaian tersebut, mulai dari penguatan reputasi akademik, kepercayaan mitra, pengembangan riset dan pengabdian, hingga pengalaman mahasiswa dalam menangani kasus nyata.
“Jadi kenaikan capaian Potik harus kita konversikan menjadi academic value, research value, partnership value, dan branding value bagi Sains Data,” tuturnya.
Dari Data, Analisis hingga Solusi
Ke depan, integrasi Pojok Statistik dan Sains Data dinilai dapat dikembangkan menjadi ekosistem yang lebih luas. Tidak berhenti pada layanan konsultasi statistik, Pojok Statistik dapat menjadi ruang yang mempertemukan data, analisis, teknologi, mahasiswa, dosen, mitra, serta persoalan nyata.
“Jadi integrasi Potik dan Sains Data dapat menghasilkan ekosistem dari data, analisis, insight, solusi, dan menghasilkan dampak,” ujar Cindy.
Lihat juga: Pojok Statistik Umsida Raih Peringkat 1 Nasional Kategori Binaan BPS Kabupaten
Ia menilai Pojok Statistik lebih tepat dikembangkan sebagai living laboratory bagi Sains Data.
Dengan konsep tersebut, mahasiswa dapat belajar menggunakan data untuk memahami sekaligus menyelesaikan persoalan nyata.(Dhona)
























