sepeda listrik (Pexels)

Banyak Sepeda Listrik yang Meledak, Ini Cara Aman Menggunakannya

Umsida.ac.id – Saat ini banyak masayarakat yang mulai beralih menggunakan sepeda listrik. Dengan desain yang lebih sederhana dan ringan dibandingkan sepeda motor, kendaraan ini telah dipakai secara masif.

Namun, kasus terkait sepeda listrik juga makin banyak terjadi, misalnya saja meledak atau terbakar.

Lihat juga: Pakar Umsida: Etanol Aman Jadi Campuran Bahan Bakar Kendaraan di Kadar 5-10 Persen Saja

Misalnya saja kasus sepeda listrik yang meledak di Bantaeng, Sulawesi Selatan, dan menewaskan tiga orang beberapa waktu lalu menjadi peringatan serius bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Dr Izza Anshory ST MT, pakar energi terbarukan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), menjelaskan bahwa peristiwa seperti ini sebenarnya bisa dicegah jika pengguna memahami cara kerja baterai dan langkah keselamatannya.

Menurutnya, sebagian besar sepeda listrik modern menggunakan baterai lithium-ion karena memiliki rasio daya terhadap berat yang tinggi, efisiensi energi yang baik, serta umur pakai yang relatif panjang.

“Baterai lithium bisa menyimpan energi besar dalam ukuran kecil, tapi sifatnya reaktif,” ujarnya.

Jadi, imbuhnya, kalau diperlakukan tidak sesuai standar, misalnya dicas terlalu lama atau pakai charger sembarangan, bisa memicu panas berlebih hingga akhirnya terbakar.

Penyebab Umum Baterai Sepeda Listrik Meledak

Dosen yang biasa disapa Dr Izza itu menjelaskan bahwa penyebab utama sepeda listrik meledak atau terbakar adalah overheat atau panas berlebih pada baterai.

Ketika suhu meningkat hingga melewati batas aman, kata Dr Izza, baterai dapat mengalami thermal runaway, yaitu reaksi berantai yang membuat panas terus meningkat dan memicu asap, api, bahkan ledakan.

“Begitu panasnya meningkat dan sistem pendinginan tidak mampu mengimbanginya, baterai akan bereaksi sendiri. Gas di dalamnya memuai, tekanan meningkat, dan kalau casing tidak kuat, bisa meledak,” jelasnya.

Selain suhu, faktor lain yang memicu ledakan antara lain:

  • Penggunaan charger yang tidak sesuai,
  • Overcharging atau pengisian daya terlalu lama,
  • Korsleting listrik akibat rangkaian rusak,
  • Kerusakan fisik seperti benturan, karat, atau terpapar air.

Kombinasi faktor-faktor ini membuat baterai sangat sensitif jika digunakan atau dirawat tidak sesuai prosedur.

“Kalau sudah rusak, apalagi menggelembung, sebaiknya jangan dipakai. Itu tanda bahwa di dalamnya sudah terjadi tekanan kimia tinggi yang bisa berbahaya,” tambahnya.

Gunakan Charger Asli dan Jangan Cek Baterai Saat Dicas
sepeda listrik (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Ada beberapa jenis baterai yang dipakai di sepeda listrik yaitu Litium-ion Mangan Oksida (LiMn2O4), Litium-ion Nikel Mangan Kobalt (NMC), Lithium Iron Phosphate (LFP), dan Litium-nikel-kobalt-aluminium oksida (NCA). 

Dr Izza mengingatkan bahwa tidak semua jenis baterai punya tingkat keamanan yang sama.

Baterai Lithium Nickel Manganese Cobalt (NMC) cukup populer karena mampu menyimpan energi besar dalam ukuran lebih kecil.

Sedangkan Lithium Iron Phosphate (LFP) yang semakin banyak digunakan berkat tingkat keamanan yang lebih tinggi, toksisitas rendah, dan stabilitas termal yang lebih baik. 

“Kedua jenis baterai ini sama-sama menawarkan performa unggul, namun tetap memiliki risiko ketika mengalami kerusakan atau digunakan secara tidak benar,” tutur dosen Prodi teknik mesin itu.

Dalam hal keamanan, sebagian besar sepeda listrik modern sudah dilengkapi Battery Management System (BMS) sebagai fitur keselamatan yang berfungsi memantau suhu, arus, dan tegangan setiap sel baterai. 

“Kalau BMS bekerja baik, dia akan otomatis memutus arus listrik ketika suhu terlalu tinggi atau tegangan berlebih. Tapi kalau produk murah atau tanpa BMS, risiko ledakan jauh lebih besar,” tuturnya.

Dr. Izza juga menegaskan pentingnya memilih produk bersertifikat SNI, karena Indonesia sudah memiliki 34 SNI terkait kendaraan listrik, yang mencakup standar keselamatan, performa komponen, hingga infrastruktur pengisian daya.

Standar ini mencakup pengujian baterai, keamanan pengisian daya, hingga pencegahan korsleting.

“Regulasi ini bertujuan memastikan bahwa risiko seperti kebocoran arus, panas berlebih, hingga peluang terjadinya kebakaran dapat diminimalisir sejak tahap produksi,” terangnya.

Bagaimana Agar Sepeda Listrik Aman Dipakai?

sepeda listrik

Untuk penggunaan harian, Dr Izza menyarankan agar masyarakat tidak ceroboh saat menggunakan sepeda listrik karena kerusakan karena tak hanya karena mesin saja.

Lihat juga: Tim IMEI Umsida Juara 2 KMHE 2025

Berikut langkah agar tetap aman memakai sepeda listrik:

  • Jangan mengecas baterai tanpa pengawasan.
  •  Hindari mengisi daya saat tidur atau meninggalkan rumah.
  • Gunakan charger original sesuai spesifikasi. Charger non-original dapat menyebabkan overcharging atau korsleting.
  • Hindari pengisian di dekat benda mudah terbakar.
  • Tempatkan di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki ventilasi baik.
  • Lakukan pemeriksaan baterai secara rutin.
  • Menghindarkan baterai dari benturan.
  • Gunakan produk bersertifikat SNI.
  • Pastikan baterai dilengkapi BMS yang berfungsi dengan baik.
  • Jika terjadi kebakaran, jangan padamkan sendiri.

Penulis: Romadhona S. 

Berita Terkini

wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By