Bawa Setumpuk Semangat Dari Kampung, Mahasiswa Ini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik

Penulis : umsidaj4y4 June 23, 2019 / Berita

Wisuda ke XXXIII Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang dilaksanakan pada 22 Juni 2019 ini menghadirkan banyak kisah dari para wisudawan terbaiknya. Achbar Safrudin, Mahasiswa Magister Pendidikan Islam Umsida ini berasal dari Kampung Rekas, Desa Kempo Kec. Mbliling Kab. Manggarai Barat Flores NTT. Meski orangtuanya bekerja sebagai petani sawah dan perkebunan di kampungnya, namun semangat juang Achbar Safrudin patut diacungi jempol. Berbekal uang Rp. 500.000 dan beras 10 Kg ia nekat berangkat ke tanah Jawa untuk menuntut Ilmu.

Saat itu ia mendapat info Jika di Surabaya ada Ma’had Umar Bin Al-Khattab, yang tidak memungut biaya pendidikan. Yang mana Ma’had ini adalah Kampus 3 dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berekerja sama dengan AMCF atau lebih dikenal dengan Yayasan Muslim Asia.

Ia mengatakan, “Saat itu saya tekun belajar, sehingga meneyelesiakan program D2 Bahasa Arab selama 2 tahun, di Kampus ini juga saya melanjutkan S1 saya pada program studi ahwal as syaksiyyah jurusan syari’ah selama 4 tahun, di Kampus ini pula saya melanjutkan S2 saya pada program Manajemen Pendidikan Islam selama 2 tahun. Sehingga saya berada di Universitas ini selama 8 tahun,” ujarnya.

Ia bersyukur, karna selama menjalani masa studinya di Umsida Ia tidak pernah meminta biaya pendidikan dan biaya hidup kepada orangtua. Sejak datang ke Surabaya sampai sekarang, Achbar Safrudin menjadi guru al-Qur’an di TPQ, 4 tahun pertama ia mengajar anak-anak berkebutuhan khusus di SDN 273 Gunung Anyar Suarabaya, 1 tahun berikutnya ia menjadi pembimbing hafal al-Qur’an di SDN 1 Ngagel Rejo Surabaya, setelah itu ia aktif mengikuti kegiatan di masjid Al Wahyu RMH, bersama masyarakat melakukan kegiatan sosial. Di masjid ini ia ditunjuk sebagai staf di Sekretariat masjid, mendapat jadwal menjadi imam dan penceramah, Redaktur Pelaksana Majalah Al-Wahyu, dan ditunujuk menjadi pengurus kuburan.

Dapat menjadi Lulusan Terbaik ternyata tidak membuatnya puas hati,  ia berencana untuk melanjutkan pendidikannya dan bercita cita membangun lembaga pendidikan ketika pulang kampung setelah menyelesaikan pendidikannya. Achbar Safrudin mengaku senang berkuliah di Umsida, selain fasilitas Umsida yang sangat bagus ia mengaku dosen dosen Umsida sangat sabar terutama saat ia mengambil S2. Ia juga mengatakan, “Mari kita amalkan ilmu yang sudah dipelari agar menjadi ilmu yang bermanfaat, tujukkan akhlak yang baik, jaga nama baik almamater Umsida,” ujarnya. (real)

Related Post