kemudahan dalam Islam (Pexels)

Bukti Islam Tidak Membebankan Manusia dalam Menjalankan Ibadah

Umsida.ac.id – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada berbagai kondisi yang membuat pelaksanaan ibadah tidak selalu mudah. 

Ada kalanya seseorang sedang sakit, bepergian, atau berada dalam situasi yang menyulitkan untuk menjalankan ibadah sesuai ketentuan awal.

Lihat juga: Berpakaian Modis Tidak Dilarang dalam Islam

Dalam Tausiyah Ramadan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Drs Suwito MAg mengajak jamaah memahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan bagi umatnya. 

Dalam kajian yang mengangkat tema Ibadah dalam Kondisi Khusus, ia menjelaskan bagaimana konsep ibadah, pengabdian kepada Allah, serta adanya keringanan dalam syariat Islam menjadi bukti bahwa agama ini membawa kemaslahatan bagi manusia. 

Makna Mengabdi kepada Allah sebagai Hamba

Drs Suwito menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah hamba Allah yang hidup untuk mengabdi kepada-Nya. 

Karena itu, setiap aktivitas manusia seharusnya mengarah pada kebaikan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia menggambarkan bahwa seorang hamba idealnya mampu memberikan “aroma yang baik” di lingkungannya, artinya kehadirannya membawa manfaat dan kebaikan bagi orang lain.

Menurutnya, seorang hamba juga tidak boleh menganggap apa yang ada di tangannya sebagai milik pribadi sepenuhnya.

“Kalau kita diberi kewenangan untuk mengelola sesuatu, kita tidak boleh menganggap bahwa itu milik kita sendiri,” ujarnya dalam tausiyah tersebut.

Sebagai hamba, manusia harus menjalankan aktivitas yang sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya. 

Selain itu, seorang hamba juga tidak boleh memastikan sesuatu tanpa menyandarkannya kepada izin Allah.

Dalam kajian tersebut ia juga mengutip pengertian agama dalam perspektif Muhammadiyah. 

Agama dijelaskan sebagai syariat Allah yang disampaikan melalui para nabi berupa perintah, larangan, dan petunjuk yang bertujuan membawa kemaslahatan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat. 

Ibadah sebagai Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah

Dalam tausiyah tersebut, Drs Suwito juga menjelaskan bahwa ibadah merupakan cara manusia mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

“Ibadah adalah bertaqarrub kepada Allah dengan menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa ibadah dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, yaitu ibadah umum dan ibadah khusus.

Ibadah umum adalah segala perbuatan baik yang diizinkan oleh syariat, seperti bekerja dengan jujur atau membantu sesama. 

Sedangkan ibadah khusus adalah ibadah yang telah ditentukan secara rinci oleh syariat, baik tata cara, jumlah, maupun syarat-syaratnya, seperti shalat, puasa, dan haji.

Karena ibadah khusus telah memiliki aturan yang jelas, maka pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW tanpa menambah atau menguranginya.

Ia juga mengingatkan bahwa Islam merupakan agama yang telah sempurna sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an ketika Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada’.

Kesempurnaan tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam telah memiliki pedoman lengkap bagi umat manusia dalam menjalani kehidupan.

Rukhsah, Bukti Kemudahan Ibadah dalam Islam
kemudahan dalam Islam (Pexels)
Ilustrasi: pexels

Salah satu poin penting yang disampaikan Drs Suwito dalam tausiyah tersebut adalah konsep rukhsah, yaitu keringanan dalam menjalankan ibadah ketika seseorang mengalami kesulitan.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat dua konsep dalam menjalankan perintah agama, yaitu azimah dan rukhsah.

Azimah adalah hukum asal yang berlaku secara umum bagi umat Islam. 

Misalnya, shalat zuhur, asar, dan isya yang masing-masing berjumlah empat rakaat.

Namun ketika seseorang mengalami kesulitan tertentu, Islam memberikan rukhsah atau keringanan.

Ia menjelaskan bahwa ada tiga hukum mengambil rukhsah, yakni:

  • Rukhshah Wajibah: Wajib diambil karena jika tidak dilakukan dapat mengancam nyawa. Contohnya, memakan bangkai bagi orang yang kelaparan saat tidak ada makanan lain.
  • Rukhshah Mandubah (Sunnah): Keringanan yang dianjurkan untuk diambil. Contohnya, melakukan qashar shalat bagi musafir.
  • Rukhshah Mubah: Keringanan yang boleh dipilih untuk diambil atau ditinggalkan. Contohnya, melakukan transaksi jual beli salam.
  • Rukhshah Makruh: Keringanan yang sebaiknya ditinggalkan jika tidak sangat diperlukan. Contohnya, menjamak shalat tanpa ada kebutuhan mendesak atau alasan yang kuat. 

Dan rukhsah juga memiliki beberapa bentuk, di antaranya:

  • Pengurangan: Meringkas salat 4 rakaat menjadi 2 rakaat (Qashar).
  • Penggantian: Wudhu dengan tayamum, puasa dengan fidyah bagi lansia
  • Penangguhan: Qadha’ puasa Ramadan bagi musafir atau orang sakit.
  • Percepatan: Shalat jama’ taqdim.
  • Perubahan: Melakukan shalat Khauf (saat perang); shalat sambil duduk/berbaring bagi yang sakit. 

Ia menegaskan bahwa konsep ini menunjukkan bahwa Islam tidak membebani manusia di luar kemampuan mereka.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya,” ujarnya mengutip pesan dalam Al-Qur’an.

Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk serupa. 

Jika manusia diperintahkan melakukan sesuatu, maka perintah tersebut dilaksanakan semampunya.

Sebaliknya, jika sesuatu dilarang, maka larangan itu harus ditinggalkan sepenuhnya.

Selain itu, dalam kaidah fikih juga dikenal prinsip bahwa kesulitan dapat mendatangkan kemudahan dan keadaan darurat dapat memperbolehkan sesuatu yang sebelumnya dilarang.

Karena itu, menurut Drs Suwito, umat Islam tidak perlu merasa terbebani ketika menghadapi kondisi yang menyulitkan dalam beribadah.

Islam justru memberikan jalan keluar agar manusia tetap bisa menjalankan syariat dengan cara yang lebih mudah sesuai kemampuan masing-masing.

Ia menutup tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa Rasulullah SAW selalu memilih jalan yang lebih mudah selama tidak mengandung dosa.

Lihat juga: Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa syariat Islam pada hakikatnya bertujuan menghadirkan kemudahan dan kebaikan bagi umat manusia.(Romadhona)

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By