FGD of Muhammadiyah Basic Education Monitoring and Evaluation, This Topic was Discussed

[:id]umsida.ac.id- Program Kemitraan INOVASI-Muhammadiyah dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi dan Penyamaan Persepsi Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Dasar Muhammadiyah dilaksanakan di ruang rapat VIP Gedung A Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Ahad (16/6/19).

Acara ini dihadiri empat belas kepala sekolah pendidikan dasar Muhammadiyah (SD dan MI) sasaran dari empat kabupaten, yakni Trenggalek, Ngawi, Jember, dan Sidoarjo. Hadir pula utusan dari PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Ketua Program INOVASI-Muhammadiyah Untuk Literasi Kelas Awal Enik Setyawati MPd memaparkan, kegiatan monev dilakukan seluruh sekolah yang bersangkutan pada Juli hingga Oktober 2019.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada koordinator yang telah menyiapkan seluruh kegiatan monev ini.  Tujuan kegiatan ini terbagi ke dalam tiga hal. Yaitu menjelaskan pola monev literasi yang akan dilakukan. Pengoordinasian semua hal yang berhubungan dengan monev, dan penyamaan informasi aspek penilaian pada aspirasi terhadap monitoring literasi di sekolah Muhammadiyah,” ujar Enik.

Monev ini, sambungnya, terdiri dari monev internal dan monev eksternal dan terdapat jadwal untuk keduanya sebagai laporan terhadap sasaran program literasi.

Dra Delmenita, anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya menyampaikan, FGD ini terselenggara bukan hanya terdokumentasi tetapi harus terlaksana.

”Ketika kita salah mendidik, salah memberi maka kesalahan yang diterima akan berkepanjangan. Efeknya sekolah tidak akan diminati. Sehingga literasi sebagai sarana pokok siswa untuk memahami pembelajaran yang diterima,” katanya.

Orientasi FGD disampaikan oleh Muchlasin Amrullah SUd MPdI, koordinator monev. Dalam orientasi ini peserta dibagi ke dalam empat kelompok. Antar kelompok dapat saling bertukar pikiran yang dipandu fasilitator.

FGD satu membahas prinsip-prinsip monev sekolah Muhammadiyah Jawa Timur disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim Dra Arba’iyah Yusuf MA. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok mulai berdiskusi di sela penjelasan oleh pemateri. Arba’iyah menjelaskan prinsip monev sekolah Muhammadiyah Jawa Timur terdiri dari tiga hal yakni berorientasi pada proses, mengacu pada kriteria keberhasilan, mengacu pada asas manfaat, serta dilaksanakan dengan jujur dan objektif. Menurutnya kegiatan ini merupakan hal yang cost and benefit sebagai salah satu prinsip monev.

“Cost yang tinggi diikuti hasil yang bagus lalu disimpan dengan baik atau dengan kata lain murah tidak berarti kecil dan mahal tidak berarti besar. Itulah cara menilai program dan keuangan termasuk pengadaan literasi di sekolah” jelas Arba’iyah.

FGD dua memaparkan penyusunan instrumen serta sosialisasi pelaksanaan dan pleno monev yang dipimpin oleh Dra Delmenita. Peserta masih dalam kelompok diberi dua lembar kertas untuk setiap orang. Mereka diminta merancang instrumen atau indikator-indikator pelaksanaan gerakan literasi di sekolah. Rancangan harus disesuaikan dengan anak-anak di usia sekolah dasar sehingga mudah mereka pahami dan terapkan.

”Meski melaksanakan program ini dengan bersusah payah kita patut bersyukur karena tim INOVASI-Muhammadiyah menilai kegiatan ini luar biasa. Apa yang dilakukan telah dirasakan oleh mitra,” tutur  Arba’iyah. (Inka, Lintang)[:en]The INNOVATION-Muhammadiyah Partnership Program and the East Java Muhammadiyah (PWM) Regional Leadership Education Council (Dikdasmen) held a Focus Group Discussion (FGD) Coordination and Equation of Perception of Monitoring and Evaluation of Muhammadiyah Basic Education held in the VIP meeting room of Building A Muhammadiyah University, Sidoarjo ( UMSIDA) Sunday (06/16/19).
The event was attended by fourteen heads of Muhammadiyah (SD and MI) primary education schools from four districts, namely Trenggalek, Ngawi, Jember, and Sidoarjo. Also present were delegates from PP Muhammadiyah.
In his speech, the Chairperson of the INOVATION-Muhammadiyah Program For Literacy of the Early Enik Setyawati Class MPd explained, the monitoring and evaluation activities were carried out by all the relevant schools in July to October 2019.
“I would like to thank the coordinator who prepared all of the monitoring and evaluation activities. The purpose of this activity is divided into three things. That is to explain the pattern of literacy monitoring and evaluation to be carried out. Coordinating all matters relating to monitoring and evaluation, and equating information on aspects of assessment on aspirations for literacy monitoring in Muhammadiyah schools, “Enik said.
This monitoring and evaluation, he continued, consisted of internal monitoring and evaluation and external monitoring and evaluation and there was a schedule for both of them to report on the objectives of the literacy program.
Dra Delmenita, member of the Dikdasmen Council of the Muhammadiyah Central Leadership in her speech said that the FGD was held not only documented but must be implemented.
“When we mis-educate, give a mistake, then the mistakes received will be prolonged. The effect of the school will not be in demand. So that literacy is a basic means for students to understand the learning received, “he said.
The orientation of the FGD was delivered by Muchlasin Amrullah SUd MPdI, monev coordinator. In this orientation participants were divided into four groups. Between groups can exchange ideas guided by the facilitator.
The first FGD discussed the principles of monitoring and evaluation of Muhammadiyah East Java schools delivered by the Chair of the East Java PWM Dikdasmen Council Dra Arba’iyah Yusuf MA. Participants were divided into several groups and began discussing between explanations by the speakers. Arba’iyah explained that the principle of monitoring and evaluation of the Muhammadiyah East Java school consisted of three processes: oriented to the criteria of success, referring to the principle of benefits, and carried out honestly and objectively. According to him, this activity is a matter of cost and benefit as one of the principles of monitoring and evaluation.
“High costs followed by good results and then stored well or in other words cheap does not mean small and expensive does not mean big. That’s how to assess programs and finance, including the provision of literacy in schools, “explained Arba’iyah.
The second FGD explained the preparation of instruments and the socialization of the implementation and plenary session of the monitoring and evaluation led by Dra Delmenita. Participants still in groups were given two sheets of paper for each person. They were asked to design instruments or indicators for the implementation of the literacy movement in schools. The design must be adapted to children in elementary school age so that they are easy to understand and apply.
“Although we have carried out this program with great effort we should be grateful because the INOVATION-Muhammadiyah team considered this activity extraordinary. What partners have done is felt by partners, “said Arba’iyah. (Inka, Latitude)
[:]

Berita Terkini

wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By
mahasiswa baru 2026
4 Pilar yang Harus Dimiliki Mahasiswa
September 21, 2026By
Bangun Disability Awareness_11zon
Umsida Perkuat Disability Awareness untuk Wujudkan Kampus Inklusif
September 18, 2026By
green campus umsida 1
Galakkan Gerakan Green Campus, Umsida Ajak Maba Peduli Lingkungan
September 18, 2026By
mahasiswa tidak boleh egosentris
Prof Milal: Mahasiswa Sekarang Tak Boleh Egosentris
September 17, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By
lomba pajak nasional_11zon
Umsida Juara 3 Lomba KTI Nasional IKPI, Usung Smart Tax Governance Index
August 29, 2026By
LSP Umsida.jpg 1
LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek
July 3, 2026By
inovasi obat kumur
Buat Obat Kumur Mengandung Asam Hialuronat dan Ekstrak Buah Naga, Dosen Umsida Raih Bantuan Paten 2026
June 30, 2026By

Opini

karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By
solusi data desil
Desil Banyak Dipersoalkan, Pakar Umsida Beri Penjelasan
September 11, 2026By
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida
September 10, 2026By