• Alumni
  • Alumni

Memorize 30 juz Qur’an, Prospective Students Get Free Lecture for 4 Years in Umsida

[:id]UMSIDA.AC.ID – Menjadi seorang hafidz Qur’an bukanlah perkara mudah. Sebab, Allah dan Rasul-nya menjanjikan banyak kepada Muslimin yang berhasil menghafalkan Qur’an.  Banyak dalil yang menyebutkan keutamaan para hafiz. Hal tersebut dirasakan oleh Enik Yuniarti yang  pernah bermimpi menjadi hafidz Qur’an.

Enik memulai mengahafal sejak bulan Ramadhan 2013 yaitu sekitar kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (MTS) , dan ia khatam di bulan Ramadhan tahun 2017 ketika lulus dari Madrasah Aliyah (MA). Enik menuturkan, selama 2 tahun setelah kelulusan sekolah ia memutuskan untuk tidak langsung menuntut ilmu ke jenjang S1.
“Saya masih tidak berani karna saya menganggap hafalan saya masih belum kuat,  maka dari itu saya putuskan tidak kuliah dulu, setelah 2 tahun melancarkan hafalan qur’an di pondok saya baru berani kuliah di tahun ini,” ujar Enik.

Berdasarkan hadis Rasulullah dari Usman bin Affan. Beliau pernah bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Alquran (kepada orang lain),” hadis riwayat Imam Bukhari.

Menurut Enik, mimpi menjadi hafidz Qur’an  merupakan anugrah Allah yang tidak boleh disia-siakan. Melakukan penguatan mimpi tersebut merupakan bagian dari motivasinya
”Lakukan penguatan mimpi tersebut dengan menjadikan mengaji sebagai hobby, cinta al-qur’an dan membaca kisah-kisah para penghafal Qur’an serta hikmah hikmah menghafal Qur’an,” tutur.

Berkat usahanya dalam menghafal 30 juz, Enik Yuniarti ini berhasil mendapatkan program beasiswa Tahfidz yang diselenggarakan oleh Umsida. Calon mahasiswi tersebut dinyatakan lulus tes oleh LP3IK dan dapat mengikuti kuliah secara gratis selama 4 tahun di umsida.

Program beasiswa Tahfidz ini berlaku hingga 31 Juli, dikarenakan sudah memasuki gelombang 2, di gelombang 3 sudah tidak ada program beasiswa apapun.

Selain adanya program beasiswa tersebut, Enik mempunyai alasan tersendiri dalam mengukuhkan pilihannya di Umsida.
“Karena Umsida dekat dengan pondok saya yaitu di tanggulangin . Memang tujuan saya ingin mengabdi sambil kuliah. Alasan kedua yaitu karena Umsida memang bagus akreditasi nya jadi saya ingin kuliah disitu. Semoga menjadi universitas yang lebih unggul lagi,” pungkas calon mahasiswi PGSD tersbut. (rizky)[:en]UMSIDA.AC.ID – Being a hafidz of the Qur’an is not an easy matter. Because, Allah and his Apostle promised a lot to Muslims who succeeded in memorizing the Koran. Many arguments mention the primacy of the hafiz. This was felt by Enik Yuniarti who had dreamed of becoming a hafidz quran.

Enik started memorizing since the month of Ramadhan in 2013, which was around the third grade of Madrasah Tsanawiyah (MTS), and he attended the Ramadhan month of 2017 when he graduated from Madrasah Aliyah (MA). Enik said, for 2 years after graduating from school he decided not to immediately study at the S1 level.
“I still don’t dare because I think my memorization is still not strong, so I decided not to go to college first, after 2 years of launching the Qur’an recitation in my hut I just dared to study this year,” Enik said.

Based on the hadith of the Prophet from Usman bin Affan. He once said, “The best of you are people who study and teach the Koran (to others),” the hadith of Imam Bukhari’s history.

According to Enik, the dream of becoming a hafidz of the Qur’an is a gift from God that must not be wasted. Strengthening the dream is part of his motivation
“Strengthen the dream by making the Koran as a hobby, love the Qur’an and read the stories of the memorizers of the Qur’an and the wisdom of memorizing the Qur’an,” he said.

Thanks to his efforts in memorizing 30 juz, Enik Yuniarti managed to get a tahfidz scholarship program organized by Umsida. The prospective student is declared to have passed the test by LP3IK and can attend the course for free for 4 years in the community.

This Tahfidz scholarship program is valid until July 31, because it has entered wave 2, there is no scholarship program in wave 3.

In addition to the scholarship program, Enik has its own reasons for strengthening its choice in Umsida.
“Because Umsida is close to my hut which is in the city. Indeed, my goal is to serve while studying. The second reason is because Umsida is indeed good at accreditation so I want to study there. Hopefully it will become a superior university, “said the prospective PGSD student. (rizky)[:]

Berita Terkini

Duka Cita Mendalam Umsida untuk Nadjib Hamid
April 9, 2021
Tingkatkan Kecerdasan Anak Lewat Game Edukatif berbasis Android
April 8, 2021
Umsida Lakukan Pendampingan Kartar desa Kebon Anom Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat
April 8, 2021
Umsida Ajak Masyarakat Produktif Lewat Ketahanan Pangan
April 8, 2021
Prodi IPA Umsida: Melahirkan Tenaga Pendidik IPA Berkarakter unggul Di Era 4.0
April 7, 2021

Agenda

Please activate "The Events Calendar" plugin to use this item

Penerimaan Mahasiswa Baru

 

PENERIMAAN MAHASISWA BARU


Gedung B, Kampus Sidowayah
Jl. Mojopahit No. 666 B, Sidowayah, Celep, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61271


WhatsApp  : 0877-5222-8200
Tlp          : 081-1309-1000
Email      : pmb@umsida.ac.id

JAM PELAYANAN

Senin – Jumat (08.00- 19.30 WIB)

Sabtu (08.00- 17.00 WIB)

 

KLIK DISINI