botol plastik

Kelola Botol Plastik, 3 Tim KKN Umsida Buat BOTOLIN, BOTABA, dan Alat Press

Umsida.ac.id – Botol plastik bekas minuman tidak lagi sekadar masuk ke tempat sampah bercampur dengan limbah lainnya.

Di tiga sekolah lokasi KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), siswa mulai dikenalkan pada cara memilah, mengumpulkan, mencatat, hingga memadatkan botol plastik agar lebih mudah dikelola.

Lihat juga: KKN P 47 Umsida Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Upaya tersebut dilakukan KKN P 12 melalui program BOTOLIN di SDN Sentul 1, KKN P 53 lewat BOTABA di SDN Sumberjati, dan KKN P 7 dengan menghadirkan alat press botol plastik mekanis di SDN Kertosari 1 dan 2.

Di Sentul, pendekatannya dimulai dari penyediaan kotak khusus botol plastik. 

Sementara di Sumberjati, pengumpulan botol dikembangkan menjadi bank sampah berbasis digital yang terhubung dengan sistem poin, pengepul, hingga pengembangan Pojok Baca.

Pemisahan Botol Plastik lewat BOTOLIN

botol plastik

KKN P 12 mengenalkan BOTOLIN atau Botol Lingkungan di SDN Sentul 1 pada Senin, (24/8).

Program tersebut berawal dari kondisi masih ditemukannya botol plastik yang tercampur dengan jenis sampah lain di lingkungan sekolah. 

Ia mengatakan bahwa fungsi BOTOLIN tidak berhenti sebagai tempat sampah.

“Kami harap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengerti bahwa sampah plastik bisa dipisahkan dan diolah lagi agar bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Ketua KKN, Achmad Hikam Syahrul.

Selain menyediakan fasilitas, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai jenis sampah plastik, pemilahan, serta dampaknya terhadap lingkungan dengan bahasa yang disesuaikan untuk siswa sekolah dasar.

Kepala SDN Sentul 1, Yuni Puji Astutik SPd berharap keberadaan BOTOLIN membantu membentuk kebiasaan baru di lingkungan sekolah.

“Kami senang dengan adanya BOTOLIN ini. Semoga anak-anak jadi lebih terbiasa membuang sampah pada tempatnya, terutama botol plastik, sehingga sekolah kita bisa lebih bersih, sehat, dan nyaman,” tuturnya.

Botol Plastik di Sumberjati Masuk Sistem BOTABA

Pengelolaan yang lebih terstruktur diterapkan KKN P 53 melalui BOTABA atau Botol Tabungan Baca di SDN Sumberjati.

Setelah sekitar satu minggu berjalan, pemantauan mahasiswa pada Selasa, (25/8), mencatat 201 botol telah terkumpul.

Kepala SDN Sumberjati, Nurhuda SPd, mengatakan bahwa proses ini memang masih berada pada tahap awal karena sosialisasi belum menjangkau seluruh siswa.

“Mungkin agak lambat untuk mengumpulkan sampahnya. Tapi sudah ada prospek, ada perkembangan, sudah berkumpul meskipun sedikit,” jelasnya.

Pembiasaan tersebut juga mulai mengenalkan kepada siswa bahwa tidak semua botol harus langsung dibuang bersama sampah lainnya. 

Intergrasi ke Website dan Libatkan Pengepul

Yang membedakan BOTABA adalah penggunaan website botabasumberjati.com sebagai pendukung pengelolaan program.

Lihat Juga :  Buat Eco Enzyme, KKNP 56 Umsida Ajak Masyarakat Olah Sampah Organik

Di dalamnya tersedia data siswa, jumlah botol yang masuk, poin, penjualan botol, reward, hingga perkembangan Pojok Baca.

Dengan pencatatan tersebut, pihak sekolah dapat melihat perkembangan program secara lebih terarah sekaligus mengetahui hasil dari botol yang telah dikumpulkan.

“Kalau menurut saya ini bagus dan juga sangat bisa untuk dijadikan referensi terkait dengan, pertama, sampah dan kedua, digitalisasi. Siswa bisa tahu dan kita bisa pantau terkait dengan pemanfaatan sampah dan juga hasil dari nanti pada saat dijual itu,” kata Nurhuda.

Botol yang dikumpulkan melalui BOTABA nantinya dikelola melalui kolaborasi dengan pihak pengepul dan dihubungkan dengan pengembangan Pojok Baca.

“Website yang berisi target botol, buku, dan dana yang dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan literasi sekolah,” kata Refanzha Raiza Rahim, ketua KKN.

Siswa tidak hanya belajar bahwa botol plastik perlu dipilah, tetapi juga melihat bagaimana hasil pengelolaannya dapat diarahkan untuk kegiatan lain di sekolah.

Botol Plastik Dipadatkan dengan Alat Press Manual

botol plastik

Jika BOTOLIN dan BOTABA berfokus pada pemilahan serta pengumpulan, KKN P 7 membawa pengelolaan botol ke tahap berikutnya.

Pada Rabu, (26/8/2026), mahasiswa menyerahkan alat press botol plastik mekanis kepada SDN Kertosari 1 dan 2.

Alat berbahan dasar kayu tersebut menggunakan mekanisme tuas manual tanpa membutuhkan listrik. 

Botol plastik bekas minuman dapat ditekan hingga menjadi lebih pipih sehingga tidak membutuhkan ruang penyimpanan sebesar kondisi awal.

“Alat tersebut disebut mampu menghemat kapasitas ruang penyimpanan sekitar 60–70 persen,” terang Ramadan Maulana, selaku Ketua tim KKN.

Mereka  juga menyediakan tempat sampah pemilah sebagai fasilitas pendukung.

Rama mengatakan bahwa ide alat tersebut muncul setelah mahasiswa melihat jumlah limbah botol plastik di lingkungan sekolah.

“Kami melihat potensi limbah botol plastik di lingkungan sekolah cukup tinggi. Melalui penerapan Teknologi Tepat Guna yang sederhana ini, kami ingin membantu sekolah agar pengelolaan sampahnya lebih praktis,” ujarnya.

Kepala SDN Kertosari 1, Kusmiyaroh, mengapresiasi alat tersebut karena botol yang sebelumnya menumpuk kini dapat dibuat lebih ringkas sebelum dikelola lebih lanjut.

Lihat juga: Galon Bekas dan Keranjang EcoTakakura, Inovasi KKN P Umsida Olah Limbah

“Alat press botol plastik ini sangat membantu kami dalam mengelola sampah plastik yang biasanya menumpuk dan memakan tempat. Anak-anak juga jadi lebih bersemangat belajar memilah dan merapikan sampah mereka sendiri,” tuturnya.(Natasya/Reni/Ferry)

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By
PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By