pengolahan sampah organik menjadi biopori 2

KKN P 31 Olah Sampah Organik dan Tingkatan Resapan Air Lewat Biopori

Umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendampingan (KKN P) 31 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengajarkan teknik biopori kepada warga Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Program ini diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan pada Selasa, (18/8/2026) siang WIB bertempat di MI Babul Huda. 

Lihat juga: Olah Sampah Organik, KKN P 3 Umsida Ubah Galon Bekas Menjadi Komposter

Dalam sosialisasi di MI Babul Huda, tim KKN memaparkan lebih rinci terkait teknik biopori yang bisa dimanfaatkan warga dalam mengolah limbah organik menjadi kompos sekaligus meningkatkan daya resap air tanah secara vertikal untuk mencegah genangan dan banjir.

Sepekan setelah sosialisasi, mahasiswa kembali turun ke lapangan untuk mempraktikkan langsung pembuatan biopori pada Rabu, (26/8/2026) di rumah Sutikno selaku ketua kelompok tani Desa Carangwulung.

Pada kesempatan tersebut, tim KKN mendemonstrasikan alat dan bahan yang dibutuhkan, mulai dari bor biopori sebagai alat utama pelubang tanah, sekop untuk menggali dan membersihkan lubang, meteran untuk mengukur kedalaman, pipa PVC sebagai penguat dinding lubang yang bersifat opsional, hingga sampah organik sebagai bahan pengisi utama.

Kegiatan ini digagas untuk menjawab dua persoalan lingkungan yang kerap dihadapi warga desa, yakni melimpahnya sampah organik rumah tangga dan pertanian, serta lambatnya resapan air tanah akibat permukaan tanah yang mengeras.

Sampah Organik dan Risiko Genangan Jadi Perhatian

pengolahan sampah organik menjadi biopori 2

Muchamad Firsa Alfarizi selaku Ketua KKN menjelaskan bahwa aktivitas rumah tangga dan pertanian di desa menghasilkan banyak sisa organik yang sebenarnya berpotensi diolah, bukan sekadar dibuang begitu saja. 

“Di sisi lain, permukaan tanah yang mengeras memperlambat proses peresapan air, sehingga meningkatkan risiko genangan dan banjir saat musim hujan tiba,” terangnya.

Melalui teknik biopori, imbuh Firsa , kedua persoalan tersebut dapat diatasi sekaligus, sambil turut mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, asri, dan nyaman bagi warga.

Pada saat sesi pelatihan membuat biopori, warga turut diajak memahami tahapan pembuatan biopori secara berurutan. 

Lihat Juga :  KKN P 60 Umsida Sebar Bibit Tanaman untuk Warga Desa Jati, Kediri

Tahap pertama adalah menentukan lokasi, yaitu memilih titik yang mudah terkena air hujan seperti pekarangan atau area sekitar pohon. 

Tahap kedua, membuat lubang vertikal sedalam 50 hingga 100 sentimeter menggunakan bor biopori, disesuaikan dengan panjang pipa yang digunakan. Tahap ketiga, memasukkan sampah organik seperti daun dan sisa dapur ke dalam lubang. 

Tahap terakhir, menutup mulut lubang dengan penutup berlubang agar tetap aman dan rapi.

“Kami harap warga bisa merawat biopori ini agar fungsinya tetap optimal. Caranya dengan rajin menambah sampah organik secara berkala agar proses pengomposan berjalan lancar, serta tidak memasukkan plastik maupun bahan anorganik lain karena dapat menghambat proses penguraian dan resapan air,” terangnya.

Setelah beberapa bulan, kompos yang telah matang dapat dipanen dan dimanfaatkan langsung oleh warga, misalnya untuk menyuburkan tanaman di pekarangan.

Konsistensi Warga Dibutuhkan untuk Merawat Biopori

pengolahan sampah organik menjadi biopori 2

Kegiatan ini turut mendapat tanggapan dari warga yang terlibat langsung dalam praktik pembuatan biopori.

Salah satu warga, Ika, mengaku terbantu dengan adanya sosialisasi ini karena selama ini sampah organik di rumahnya hanya dibakar atau dibuang begitu saja. 

Menurutnya, biopori menjadi solusi sederhana dalam menjaga lingkungan tanpa biaya besar.

“Selama ini sampah dapur cuma numpuk, kadang dibakar. Setelah tahu cara biopori begini, jadi ada manfaatnya, bisa jadi kompos juga buat tanaman,” ujarnya.

Lihat juga: Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai sdgs-Guna

Namun, tidak semua warga merasa yakin program ini akan berjalan berkelanjutan. 

Ira menyampaikan kekhawatirannya terkait konsistensi perawatan biopori setelah mahasiswa KKN menyelesaikan masa pengabdian.

“Membuatnya cukup mudah, saya khawatir keberlanjutannya. Takutnya setelah mahasiswa selesai KKN, warga lupa merawat, lubangnya malah jadi kotor atau tersumbat. Namun semoga warga kita kompak untuk merawat bersama,” harapnya.(Ratih)

Berita Terkini

pemeriksaan tumbuh kembang anak (3)
Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa Umsida Kunjungi TK ABA 1 Candi
November 4, 2026By
parenting guru dan ortu (3)
Perkuat Pola Parenting, FPSI Umsida Gandeng IGRA Sidoarjo
November 4, 2026By
um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By