Food waste saat Ramadan 2 (Unsplash)

Food Waste Justru Meningkat saat Ramadan, Ini 6 Faktor Penyebabnya Menurut Dosen Umsida

Umsida.ac.id – Meski waktu makan lebih sedikit selama Ramadan, jumlah sampah makanan atau food waste justru sering meningkat. 

Fenomena ini banyak terjadi karena kebiasaan membeli makanan berlebihan menjelang berbuka puasa.

Lihat juga: 8 Hal Mengejutkan Kenapa Konsumsi Pangan Saat Ramadan Melonjak

Mulai dari takjil manis, gorengan, hingga makanan berat tersedia melimpah di meja makan maupun di pusat-pusat kuliner.

Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Poppy Diana Sari STP MP, menjelaskan bahwa peningkatan food waste saat Ramadan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan belanja hingga budaya dalam menyajikan makanan.

Menurutnya, fenomena ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat.

Penyebab Food Waste saat Ramadan
Food waste saat Ramadan 2 (Unsplash)
Ilsutrasi: Unsplash

Dr Poppy menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama meningkatnya food waste saat Ramadan adalah fenomena “lapar mata” ketika menjelang waktu berbuka.

  • Overbuying

Saat berpuasa, kadar gula darah yang menurun dapat memicu keinginan untuk membeli makanan dalam jumlah banyak (overbuying).

Akibatnya, kata Dr Poppy, banyak orang membeli lebih banyak makanan daripada yang sebenarnya mampu mereka habiskan.

“Banyak orang merasa mampu menghabiskan semua hidangan yang dibeli, namun kenyataannya, perut manusia memiliki kapasitas terbatas yang cepat terpenuhi hanya dengan sedikit takjil dan air,” jelasnya.

  • Budaya “Makan Banyak dan Variatif”

Menurut Dr Poppy, ada kecenderungan untuk menyajikan hidangan secara berlebihan sebagai bentuk kemurahan hati atau perayaan, baik di rumah maupun di acara-acara sosial. 

“Hal ini sering kali berujung pada makanan yang tidak tersentuh dan akhirnya dibuang karena sudah tidak segar lagi keesokan harinya,” ujarnya.

  • Perubahan Pola Belanja 

Menurut Dr Poppy, ada pula faktor lain yang membuat food waste Ramadan meningkat, yaitu perubahan pola belanja masyarakat selama bulan puasa, terutama bahan pangan organik.

“Banyak orang berbelanja bahan makanan segar seperti buah dan sayur dalam jumlah besar tanpa perencanaan yang matang,” tuturnya. 

Jika bahan tersebut tidak segera diolah atau disimpan dengan benar, makanan akan cepat rusak dan akhirnya dibuang.

  • Promo Ramadan yang Menjamur

Di sisi lain, promo buka puasa dari restoran dan hotel juga ikut berkontribusi pada peningkatan sampah makanan.

Banyak tempat makan menawarkan paket berbuka dengan sistem prasmanan atau buffet yang menyediakan puluhan variasi menu.

Lihat Juga :  Agar Tidak Ada Food Waste, Ini 8 Cara Mengolah Makanan Saat Ramadan

Secara statistik, imbuhnya, sistem buffet memang dikenal sebagai salah satu penyumbang sampah makanan terbesar.

“Makanan yang sudah dipajang di area prasmanan biasanya tidak bisa disimpan kembali untuk hari berikutnya karena alasan higienitas,” terang Dr Poppy.

  • Kurangnya Kebiasaan Food Repurposing

Fenomena lain yang juga sering terjadi adalah kurangnya kebiasaan food repurposing, yaitu mengolah kembali makanan sisa menjadi hidangan baru.

“Misalnya, ayam goreng sisa berbuka sebenarnya masih bisa diolah menjadi menu lain untuk sahur,” ujar Dr Poppy.

Namun dalam praktiknya, makanan sisa sering kali dibiarkan di meja hingga basi karena semua anggota keluarga sudah terlalu kenyang atau enggan membereskannya setelah tarawih.

  • Berbagi yang Salah Sasaran

Disisi lain, bulan Ramadan adalah bulan berbagi. 

Banyak orang atau komunitas yang berlomba-lomba untuk membagikan takjil di jalanan atau ke panti asuhan. 

Namun, tanpa koordinasi, sering terjadi penumpukan bantuan di satu tempat. 

Misalnya, sebuah panti asuhan menerima kiriman nasi kotak dari beberapa donatur berbeda di hari yang sama, sehingga makanan-makanan tersebut tidak mungkin habis dikonsumsi sekaligus.

Jenis Makanan yang Paling Sering Menjadi Food Waste
Food waste saat Ramadan 2 (Unsplash)
Ilsutrasi: pexels

Dr Poppy menambahkan bahwa jenis makanan yang paling sering terbuang selama Ramadan umumnya adalah takjil manis dan gorengan.

Hal ini terjadi karena karena makanan ini sering dibeli secara berlebihan akibat rasa lapar mata yang memuncak menjelang berbuka.

Selain takjil, nasi dan lauk pauk utama juga sering tersisa karena perut sudah lebih dulu terisi oleh makanan pembuka dan air yang cukup banyak.

Karakteristik makanan juga menjadi faktor yang membuat makanan mudah terbuang. 

Menurut Dr Poppy, hidangan bersantan atau sayuran berkuah biasanya lebih cepat basi dan mengalami perubahan rasa maupun tekstur.

Jika makanan tersebut tidak segera habis saat berbuka, banyak orang enggan mengkonsumsinya kembali saat sahur sehingga akhirnya memilih untuk membuangnya.

“Semua pembuangan makanan tersebut terjadi terutama karena kesalahan estimasi porsi dan pembelian impulsif saat berbelanja dalam keadaan lapar,” ungakpnya.

Lihat juga: Lonjakan Bahan Pangan saat Ramadan, Ini Cara Antisipasinya

Saat itu, lanjyt Dr Poppy, mata merasa sanggup menghabiskan segalanya, namun kapasitas perut sebenarnya sangat terbatas. (Romadhona)

Sumber: Dr Poppy Diana Sari STP MP

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By