buka puasa sehat (Pexels)

Buka Puasa Tanpa Kalap, Ini Cara Berbuka Puasa yang Sehat dan Tidak Membebani Tubuh

Umsida.ac.id – Setelah menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam, banyak orang ingin segera “balas dendam” saat waktu berbuka tiba. 

Meja makan penuh dengan berbagai hidangan, mulai dari takjil hingga makanan berat.

Lihat juga: Gorengan Tiap Buka Puasa, Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Ahli

Namun menurut Dosen Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Hesty Widowati SKeb Bd MKeb, kebiasaan makan berlebihan saat berbuka justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Ia menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah seharian tidak menerima asupan makanan dan minuman.

“Lambung yang kosong selama 12 hingga 14 jam sebenarnya perlu penyesuaian terlebih dahulu sebelum menerima makanan dalam jumlah besar,” jelasnya.

Karena itu, pola makan saat berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak “kaget”.

Berbuka Puasa Terlalu Banyak Bisa Mengganggu Pencernaan
buka puasa sehat (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Hesty menjelaskan bahwa salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung makan besar ketika azan magrib berkumandang.

Padahal, sistem pencernaan yang sudah lama tidak bekerja akan terbebani jika harus langsung mencerna makanan dalam jumlah banyak.

Menurutnya, kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan seperti perut kembung, begah, mual, hingga nyeri ulu hati.

“Ketika makanan berat langsung masuk, lambung akan dipaksa bekerja lebih keras. Hal ini bisa memicu naiknya asam lambung dan menimbulkan rasa tidak nyaman,” ujarnya.

Selain itu, makanan tinggi karbohidrat atau gula yang langsung dikonsumsi dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.

Akibatnya, tubuh justru akan terasa lemas dan mengantuk setelah berbuka.

Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan saat berbuka juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit metabolik.

“Jika pola ini dilakukan terus-menerus, risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung juga bisa meningkat,” tambahnya.

Kebiasaan “Balas Dendam” Saat Buka Puasa Perlu Dihindari

Hesty menilai fenomena “balas dendam makan” saat berbuka puasa cukup sering terjadi di masyarakat.

Setelah menahan lapar seharian, banyak orang akhirnya makan terlalu cepat dan dalam porsi besar tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh.

Lihat Juga :  Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Padahal kebiasaan ini justru dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, di antaranya:

  • Gangguan pencernaan seperti kembung dan mual
  • Lonjakan gula darah yang terlalu cepat
  • Peningkatan berat badan
  • Meningkatnya risiko penyakit metabolik
  • Beban kerja jantung yang lebih berat

Menurutnya, kesalahan lain yang sering terjadi saat berbuka puasa adalah pola makan yang tidak seimbang.

Beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan masyarakat saat berbuka antara lain:

  • Makan terlalu banyak dan terlalu cepat
  • Memilih makanan yang berat dan sulit dicerna
  • Kurang minum air putih

“Tubuh sebenarnya hanya membutuhkan energi secukupnya setelah berpuasa. Jika makan terlalu banyak sekaligus, tubuh justru akan bekerja lebih berat untuk mencernanya,” jelas Hesty.

Cara Berbuka Puasa yang Sehat dan Tidak Membebani Tubuh
buka puasa sehat (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Agar tubuh tetap sehat selama menjalani puasa Ramadan, Hesty menyarankan agar proses berbuka dilakukan secara bertahap.

Ia mencontohkan bahwa Rasulullah SAW juga menganjurkan berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu.

Beberapa cara berbuka puasa yang lebih sehat antara lain:

  • Memulai berbuka dengan makanan ringan dan mudah dicerna seperti kurma, buah-buahan, atau kolak
  • Minum air putih yang cukup untuk menggantikan cairan tubuh
  • Beristirahat sejenak sebelum melanjutkan makan besar

Dengan cara tersebut, tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan kembali sistem pencernaan sebelum menerima makanan dalam jumlah lebih banyak.

Selain itu, Hesty juga membagikan beberapa tips agar masyarakat tetap bisa menjalani puasa dengan pola makan yang sehat.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengkonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi
  • Mencukupi kebutuhan air putih
  • Melakukan olahraga ringan
  • Beristirahat yang cukup
  • Menghindari makanan yang terlalu berat dan sulit dicerna

Menurutnya, menjaga pola makan selama Ramadan sangat penting agar ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap sehat dan bertenaga.

Lihat juga: Lonjakan Konsumsi Bahan Pangan saat Ramadan dan Dampaknya bagi Rantai Pasok

“Puasa bukan berarti makan sebanyak mungkin saat berbuka. Justru kita perlu mengatur pola makan agar tubuh tetap sehat dan ibadah bisa dijalani dengan optimal,” pungkasnya.(Romadhona)

Sumber: Hesty Widowati SKeb Bd MKeb

Berita Terkini

tuntutan BEM PTMAI untuk DPRD Jawa Timur
BEM Umsida Turut Kawal 25 Tuntutan BEM PTMAI Zona V kepada DPRD Jawa Timur
April 13, 2026By
jalur masuk Umsida tanpa tes
Tetap Tenang, Umsida Buka Banyak Jalur Pendaftaran Maba 2026 Tanpa Tes
April 9, 2026By
Umsida jadi kebanggan Sidoarjo
Jadi Kebanggaan Sidoarjo, Sekda Sanjung Implementasi ‘Kampus Berdampak’ Umsida
April 6, 2026By
penyerahan bingkisan idul fitri
Sinergi Umsida Bagikan Bingkisan Idul Fitri untuk Pegawai Supporting di 3 Kampus
March 16, 2026By
program studi univ muhammadiyah Sidoarjo terakreditasi unggul
Umsida Teguhkan Langkah Menuju ASEAN Recognition 2038
February 13, 2026By
penghargaan dosen dan tendik, prof syafiq
Puluhan Tahun Mengabdi, Umsida Beri Penghargaan kepada Dosen dan Tendik di Milad ke-37
February 10, 2026By
abdimas prof Sigit 1
Prof Sigit Soal Makna Guru Besar: Ilmu Tanpa Pengabdian akan Tak Bermakna
February 10, 2026By
Prof Sigit Guru Besar
Targetkan dapat Gelar Guru Besar Sebelum 50 Tahun, Ini Perjalanan Akademik Prof Sigit
February 6, 2026By

Riset & Inovasi

kontrol produksi garam berbasis iot
Dosen Umsida Kembangkan PLTS untuk Kontrol Produksi Garam Menggunakan IoT
March 30, 2026By
daycare lansia 1
Tim PKM Umsida Dampingi Program Daycare Lansia Bersama PRA Boro
February 27, 2026By
abdimas kepada peserta didik sb at tanzil malaysia
Peserta Didik dan Guru SB At-Tanzil Malaysia dapat Penguatan Mental dari Psikolog Umsida
February 19, 2026By
pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial
Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
February 3, 2026By
Edukasi TOSS TB 2
Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang
January 28, 2026By

Prestasi

prestasi mahasiswa fisioterapi
Mahasiswa Fisioterapi Umsida Raih Juara di Physio Fest Nasional 2026
April 10, 2026By
atlet tapak suci umsida
Latihan Mandiri Atlet Tapak Suci Ini Berbuah Manis di Bumi Open 14th Championship 2026
April 9, 2026By
tapak suci umsida di pakubumi open 2026
Borong 14 Emas di Pakubumi Open 2026, Tapak Suci Umsida Tunjukkan Dominasi di Level Internasional
April 8, 2026By
atlet umsida juara 1 kompetisi internasional
Sudah Persiapan Matang, Atlet Umsida Juara 1 Tanding Dewasa di Kompetisi Internasional
April 8, 2026By
pencak silat umsida di pakubumi open 2026
Mahasiswi Umsida Raih Juara 1 Pencak Silat Pakubumi Open Championship 2026
April 7, 2026By