• Alumni
  • Alumni

Umsida Lakukan Distribusi Paket Sembako di Kampus 3

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak kebijakan penutupan kampus akibat pandemi ovid-19 pada Rabu (6/5). Pemberian paket sembako juga diberikan kepada karyawan kontrak, part time dan mahasiswa Umsida yang terdampak Covid-19.

Pelaksanaan pemberian sembako ini dilakukan serentak di 3 kampus Umsida. Untuk lingkungan kampus Fikes, pemberian sembako di pimpin oleh M Jamil. Ia mengatakan, sebanyak  22 paket sembako dibagikan,“Untuk kampus Fikes ini, Umsida membagikan 22 paket, dengan rincian karyawan tetap 2 orang, karyawan kontrak 9 orang, partime 2 orang, outsorching 4 orang dan kantin 5 orang,” jelasnya.  


suasana pembagian paket sembako di kampus 3 Fikes Umsida

Ditemui di sela- sela pemberian paket sembako, Saiful Makhrodin, salah seorang penerima paket yang berprofesi sebagai security kampus 3 mengatakan, “Wabah covid ini membuat kita tidak bisa bekerja dengan maksimal, namun dengan adanya pemberian paket sembako ini, saya dan keluarga sangat terbantu. Saya ucapkan terima kasih banyak Umsida, “ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Saefuddin, petugas kebersihan kampus 3, adanya wabah covid-19 membuat aktifitas pekerjaannya nyaris terhenti. Bahkan kedua orang tuanya yang merupakan pekerja harian juga sudah tidak bekerja lagi, otomatis ia sepenuhnya menjadi tulang punggung keluarga.Dengan adanya pemberian paket sembako ini, ia merasa terbantu dari segi ekonomi, “Alhamdulillah,terima kasih saya ucapkan kepada Umsida yang telah membantu lewat pemberian paket sembako ini,”ucapnya.


Salah seorang penerima sembako memberikan tanda tangan sebelum mengambil paket sembako

Paket sembako ini diberikan kepada masyarakat yang selama ini beraktivitas di dalam kampus, seperti tenaga K3L, tenaga kebersihan ruangan, satpam, hingga pengurus kantin. Proses pembagian sembako sendiri tetap mematuhi pembatasan sosial selama pandemi COVID-19, yaitu menggunakan masker kain serta menjaga jarak antrean. Pandemi COVID-19 memaksa sejumlah aktivitas dihentikan, termasuk kegiatan belajar mengajar tatap muka di dalam kampus. Akibat adanya pademi ini, masyarakat terdampak semakin luas. Kerugian sosial dan ekonomi semakin membesar.

Ditulis Etik Siswatiningrum


Leave a Reply