Ramadan lebih tenang (Pexels)

Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Umsida.ac.id – Lapar, haus, dan ritme hidup yang berubah selama Ramadan sering kali dianggap sebagai tantangan. 

Namun di balik itu, banyak orang justru merasakan sesuatu yang berbeda, hati lebih tenang, emosi lebih terkendali, dan pikiran terasa lebih jernih.

Lihat juga: Ramadan Bukan Tentang Diet, Tapi Juga Soal Self-Mastery Akan Duniawi

Menurut dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Lely Ika Mariyati SPsi MPsi, Puasa merupakan salah satu rangkaian ibadah yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa manfaat kesehatan fisik dan psikologis. 

Puasa Ciptakan Ketenangan Hati

Secara ilmiah, puasa memiliki manfaat kesehatan fisik. 

Berbagai penelitian tentang  pembatasan makan yang terkontrol (intermittent fasting) dapat membantu menjaga berat badan, menurunkan risiko penyakit metabolik, dan meningkatkan fungsi sel melalui proses regenerasi.

Namun puasa tidak berhenti pada kesehatan tubuh. 

Puasa juga menyentuh wilayah jiwa yang lebih dalam.

Dalam perspektif psikologi, kata Lely, puasa melatih pengendalian diri, kesabaran, dan regulasi emosi. Puasa dapat dipahami sebagai latihan yang sistematis untuk kematangan jiwa.

“Puasa juga menjadi ruang praktik untuk menumbuhkan sabar, memurnikan ikhlas, dan menuju ketenangan batin serta kesehatan mental,” terangnya.

Ramadan, Sabar, dan Proses Menuju Ikhlas
Ramadan lebih tenang (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Puasa dimulai dari niat yang ikhlas karena Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya…” (Hadis Riwayat. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

“Niat inilah sebagai fondasi. Kita berpuasa bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi semua ini dilakukan lillāh, karena Allah,” tutur  Ketua Pusat Studi Mental Health Umsida itu.

Namun dalam proses berpuasa, imbuhnya, seseorang menghadapi berbagai godaan emosi. Di sinilah sabar dilatih secara nyata. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

Dalam perjalanan puasa, sabar menjadi kunci. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Puasa itu perisai…” yang artinya puasa adalah tameng atau pelindung diri.

Tameng dari apa? Bukan hanya dari dosa, tetapi juga pelindung dari reaksi yang merusak: kata-kata kasar, kemarahan, sikap impulsif, dan tindakan yang disesali kemudian.

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. puasa jg sebagai instrumen latihan menahan marah, menahan dorongan sesaat, dan menahan respon emosional yang berlebihan. 

Lihat Juga :  3 Alasan Pentingnya Menahan Diri Saat Puasa, Pakar: Ini Bukan Hanya Omon-Omon

Dalam psikologi, kondisi ini adalah proses penguatan kontrol diri. 

Ketika seseorang berulang kali berhasil menahan amarah dan nafsunya, maka daya kendali dirinya akan menguat. 

Di situlah sabar tidak lagi sekadar konsep, tetapi menjadi keterampilan jiwa.

Allah menegaskan tujuan puasa dalam QS. Al-Baqarah: 183:

يٰۤاَیُّهَا الَّذِیْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَیْكُمُ الصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَی الَّذِیْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ 

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Takwa adalah kesadaran penuh akan kehadiran Allah. Kesadaran ini yang melahirkan rasa aman dalam batin. Hidup tidak lagi berpusat pada tekanan eksternal, melainkan pada hubungan spiritual yang lebih stabil.

Lely menjelaskan bahwa proses ini berlapis:

  • Ikhlas menata niat di awal.
  • Sabar dilatih setiap hari melalui pengendalian diri.
  • Sabar yang konsisten memurnikan ikhlas dan melapangkan hati.
  • Hati yang lapang melahirkan ketenangan dan stabilitas mental.
Kesehatan Mental yang Lebih Stabil Melalui Ramadan
Ramadan lebih tenang (Pexels) 4
Ilustrasi: Pexels

Orang yang terlatih berpuasa dengan kesadaran spiritual biasanya lebih mampu mengelola stres, tidak reaktif secara emosional, dan lebih tahan terhadap tekanan. 

Inilah bentuk kesehatan mental yang tumbuh dari disiplin rohani.

“Kesadaran kita dalam memasuki Ramadan, terutama di sepuluh hari kedua yang sering disebut sebagai fase maghfirah, fase pengampunan, hendaknya semakin mendalam,” tandasnya.

Awal puasa, menurutnya, adalah masa adaptasi, maka di fase ini lah yang bisa dimanfaatkan untuk belajar lebih serius menata hati.

Sebagaimana QS Al-Baqarah ayat 153 mengingatkan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Lihat juga: Rate Kebiasaan yang Sering Terjadi saat Puasa dan Cara Antisipasinya

“Semoga apa yang kita renungkan menjadi penguat hati dalam menjalani Ramadan, khususnya di sepuluh hari yang penuh ampunan ini. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mematangkan jiwa kita melalui Ramadan ini,” tutup Lely. (Romadhona)

Berita Terkini

program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By

Riset & Inovasi

sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By
PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By