Umsida.ac.id – Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Civil Day 2 Umsida di halaman Kampus 2 Umsida pada Kamis, (18/6/2026).
Mengusung tema Engineering Innovation for Sustainable Infrastructure, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa Teknik Sipil untuk memamerkan karya berbasis perencanaan, material, struktur, dan teknologi konstruksi.
Lihat juga: Civil Day 2025, Ajang Mahasiswa Teknik SIpil Tunjukkan Inovasinya
Di tahun kedua penyelenggaraan Civil Day, mahasiswa tidak hanya menampilkan model atau prototipe, tetapi juga mempresentasikan konsep, proses perencanaan, hingga nilai inovasi dari karya yang dibuat.
Pengunjung yang terdiri dari mahasiswa dan juga siswa SMA Sederajat juga dapat memberikan suara untuk memilih proyek terbaik dalam kategori tertentu.
Civil Day 2 Umsida Usung Sustainable Infrastructure
Kaprodi Teknik Sipil Umsida, Dr Atik Wahyuni ST MT, mengatakan bahwa Civil Day 2 memiliki perkembangan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Perbedaan itu terlihat dari tema, jumlah karya, keterlibatan mahasiswa, hingga adanya penghargaan bagi peserta.
“Kalau tahun ini hampir di setiap angkatan itu punya animo tersendiri. Kalau yang dulu kami belum punya tema besarnya, sekarang kita lebih ke sustainable infrastructure. Dari segi jumlah partisipan juga lebih banyak daripada tahun kemarin,” ujarnya.
Civil Day 2, imbuhnya, juga menghadirkan sistem apresiasi melalui beberapa kategori.
Hal ini menjadi pembeda karena pada penyelenggaraan sebelumnya belum ada reward khusus bagi mahasiswa.
Kategori yang dihadirkan meliputi terunik, terkonseptual, terfavorit, dan terpresentatif.
Kategori terunik, kata Dr Atik, dilihat dari kreativitas, inovasi, dan orisinalitas proyek.
Terkonseptual melihat kekuatan konsep serta nilai ilmiah.
Terfavorit ditentukan melalui apresiasi pengunjung, sedangkan terpresentatif menilai kemampuan mahasiswa dalam memaparkan karya.
Berbagai Inovasi Lahir dari Mata Kuliah

Karya mahasiswa yang tampil dalam Civil Day 2 tidak berdiri sendiri.
Menurut Dr Atik, inovasi tersebut digali dari beberapa mata kuliah di Prodi Teknik Sipil Umsida, mulai dari Ilmu Bahan, Teknologi Bahan Konstruksi, Hidrolika, Struktur Baja, Struktur Beton, hingga mata kuliah Jembatan.
“Misalnya untuk bangunan joglo, kita ambil dari mata kuliah Ilmu Bahan, di mana salah satu materinya adalah kayu. Teman-teman belajar membuat sambungan untuk struktur kayu,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa karya jembatan merupakan kombinasi dari beberapa pembelajaran, seperti mata kuliah Jembatan, Struktur Baja, dan Struktur Beton.
Sementara itu, karya berbasis aliran air diambil dari mata kuliah Hidrolika.
Dalam Civil Day 2, terdapat sepuluh project group yang ditampilkan, yaitu Simulasi Headloss Pada Pipa, Venturimeter Hidrolika, Tuban Oil Terminal, BoB-125, Bringing Javanese Culture To Life, Sugarcrete Ramah Lingkungan, Project O-BREATHE, EcoPlast Paving, Hydrovolt Mini, dan Agrogreat.
Dr Atik berharap karya-karya tersebut menjadi bekal mahasiswa untuk mengikuti kompetisi di level nasional, seperti Kontes Bangunan Gedung Indonesia dan Kontes Jembatan Indonesia.
Sementara itu, inovasi yang menggunakan material alami seperti paving, dapat dikembangkan lebih lanjut apabila mendapat dukungan pendanaan.
Dorong Mahasiswa Pahami Konsep
Selain menilai bentuk akhir karya, Civil Day 2 juga menekankan kemampuan mahasiswa dalam memahami proses perencanaan.
Dr Atik menjelaskan bahwa kategori terkonseptual menilai apakah infrastruktur yang dibuat sudah memiliki alur perencanaan yang jelas, mulai dari rancangan hingga model.
Kategori terpresentatif juga menjadi poin penting karena mahasiswa dituntut mampu menjelaskan karya yang dibuat.
Jadi kegiatan ini tidak berhenti pada pembuatan model, tetapi juga melatih mahasiswa untuk menyampaikan gagasan teknik secara runtut.
“Terpresentatif artinya teman-teman bisa menjelaskan, bisa mempresentasikan apa yang mereka buat. Jadi tidak hanya membuat perencanaan kemudian membuat model, tapi mereka bisa menjelaskan alur perencanaannya sampai alur pembuatan modelnya,” terang Dr Atik.
Dukung Inovasi yang Siap Diaplikasikan

Seluruh karya dan inovasi mahasiswa Teknik Sipil ini juga dinilai oleh 2 juri dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Umsida dan juga dari Badan Perencanaan, Pemeliharaan dan Pengendalian Pembangunan (BP4).
Direktur BP4 Umsida, Ir Nina Rusfalia Yosarini, yang menjadi juri dalam kegiatan ini, menilai bahwa beberapa karya mahasiswa memiliki potensi menarik, terutama yang memanfaatkan limbah sebagai bahan konstruksi.
Misalnya saja bata dari plastik, bata dari serbuk padi, serta paving dari plastik.
Menurutnya, karya tersebut masih perlu disempurnakan agar lebih siap diterapkan di lapangan.
“Yang dibutuhkan inovasi yang hemat energi, juga yang lebih ringan, ringan biayanya juga dan ringan materialnya,” ungkapnya.
Lihat juga: Saring Inovasi Mahasiswa Teknik Sipil Umsida di Civil Day 2025, Siap Dikembangkan ke Masyarakat
Nina juga menilai mahasiswa Teknik Sipil Umsida mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Beberapa karya menunjukkan penerapan ilmu hidrologi, konstruksi, serta pengembangan material dari limbah tebu, jerami, dan plastik.(Romadhona)














