karya di capstone design expo 2026

Berbagai Karya Mahasiswa FST Umsida Warnai Capstone Design Expo 2026

Umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Pameran Capstone Design FST Umsida 2026 di halaman Kampus 2 Umsida pada Kamis, (18/6/2026). 

Pameran ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya inovatif dari berbagai program studi.

Lihat juga: Inovasi Diarice Lolos P2MW 2026, Tim Siapkan Bahan Pangan Ramah Diabetes

Karya yang dipamerkan berasal dari Teknik Mesin, Teknik Industri, Informatika, Teknologi Pangan, Teknik Elektro, hingga Teknik Sipil. 

Inovasi tersebut merupakan hasil dari praktikum, tugas akhir, proyek lomba, hingga program pengabdian masyarakat, yang diciptakan dari persoalan saat ini.

Hadirkan Teknologi Tepat Guna

Ada 9 inovasi yang ditampilkan oleh Prodi Teknik Mesin, misalnya Pluto, alat pengendali hama yang memadukan ultrasonic, lampu UV, dan rotary trap. 

Selain itu, Alfito Argi Pambudi, salah satu mahasiswa mengatakan bahwa Prodi ini juga menampilkan  shredder dual shaft dengan sistem hybrid PLN dan PLTS. 

Mesin pencacah limbah plastik ini menggunakan blade insert, sehingga bagian pisau yang tumpul cukup diganti pada komponen tertentu.

Inovasi Mahasiswa FST Umsida Olah Limbah Lokal

Prodi Teknik Industri menampilkan 9 desain produk, seperti meja kerja modular, kursi ergonomis, kursi multifungsi, hingga rancangan layout pabrik. 

Salah satu karya yang menonjol adalah Coralink, prototipe kotak tisu dari campuran kertas dan limbah cangkang kerang kupang.

Ahmad Lutfi Rahmawan, mahasiswa Teknik Industri semester 6, mengatakan bahwa ide tersebut muncul dari kondisi limbah di Desa Balongdowo, Sidoarjo.

“Kami mengambil dari adanya limbah kulit kupang atau cangkang kerang kupang yang ada di Desa Balongdowo, Sidoarjo,” ungkapnya.

Coralink pernah meraih juara 1 lomba desain packaging di Universitas Internasional Semen Indonesia pada 2025. 

Ke depan, tim ingin mengembangkan produk agar lebih tahan air dan memiliki fungsi yang lebih luas.

Teknik Sipil Kenalkan Konstruksi dan Material Alternatif

karya di capstone design expo 2026

Dari Prodi Teknik Sipil, mahasiswa menampilkan 10 karya berbasis konstruksi. 

Salah satunya BoB 125 atau Bridge of Balance 125, replika jembatan komposit berbahan baja dan beton.

Muhammad Chatur Aprilio Extrada, asisten laboratorium Teknik Sipil, menjelaskan bahwa karya tersebut dikembangkan dari mata kuliah jembatan. 

“Jadi kami tahu bahwasannya jembatan itu tidak asal bangun, ada perhitungannya,” ujar Lio.

Lihat Juga :  S2 Ilmu Komunikasi Umsida Sudah Buka, Siap Cetak Pakar New Media

Teknik Sipil juga membawa miniatur rumah Joglo tanpa paku. 

Nabil Fadkur Rahmatullah, mahasiswa semester 2, menjelaskan bahwa karya tersebut mengadaptasi sistem sambungan kayu dan dibuat dengan skala 1:10. 

Karya lain yang ditampilkan adalah partisi dinding berbahan ampas tebu. 

Muhammad Miftakhurrozaak menyebut inovasi ini dibuat sebagai luaran mata kuliah Teknik Lingkungan. 

Partisi tersebut dirancang sebagai dekorasi dinding dengan perekat semen pasir halus serta batu kumbung kapur tohor.

Hadirkan Teknologi Digital dan Produk Pangan Sehat

Prodi Informatika menghadirkan VR, Wifi Coin, dan Augmented Reality. 

Julia Atmaranti, asisten laboratorium Informatika, menjelaskan bahwa Wifi Coin memungkinkan pengguna memperoleh akses internet melalui sistem koin.

“Wifi Coin itu kita tinggal masukin koin, misalnya ada 500 rupiah, kita dapat 30 menit Wifi gratis. Kalau 1000, kita dapat 1 jam Wifi gratis. Tinggal masukin saja, tanpa harus masukin password,” ujarnya.

Sementara itu, Prodi Teknologi Pangan membawa 6 produk olahan seperti Ketamu Crunch, Lindri Bites, Pempek Chili Boom, Sinomba, Kleponix, dan risol ikan bandeng. 

Kleponix menjadi salah satu produk unggulan karena klepon dibuat menggunakan pewarna alami dari buah naga.

Teknik Elektro Pamerkan Sistem Cerdas

karya di capstone design expo 2026

Dari Prodi Teknik Elektro, mahasiswa menampilkan 9 karya.

Salah satunya yakni prototipe kapal penangkap ikan dan sistem cerdas deteksi kehadiran manusia. 

Bayu Eka Prasetyo, mahasiswa Teknik Elektro semester 4, menjelaskan bahwa kapal tersebut dirancang untuk membantu proses penangkapan dan penyimpanan ikan. 

“Kapal ini dilengkapi dua crane untuk mengangkat jaring, palka untuk memilah ikan, cold storage untuk menjaga kesegaran ikan, serta safety equipment sebagai perangkat keselamatan,” terang Bayu.

Selain kapal, Teknik Elektro juga menampilkan sistem cerdas deteksi kehadiran manusia berbasis webcam dan YOLO. 

M Syahrul Mubarok menjelaskan bahwa sistem tersebut memakai dashboard Node-RED sebagai media monitoring.

Lihat juga: Tepung Pakcoy, Inovasi Dosen Umsida yang Siap Diproduksi Masyarakat Secara Mandiri

“Ini sistem cerdas deteksi kehadiran manusia. Kalau ada beberapa manusia, dideteksi dengan webcam. Sistemnya memakai YOLO, yaitu sistem deteksi AI,” jelasnya.

Ke depan, sistem ini masih dapat dikembangkan melalui penggunaan MQTT agar proses komunikasi data pada dashboard monitoring bisa lebih lanjut.(Romadhona)