Umsida.ac.id – Siswa SDN Dawuhansengon 3 mengikuti kegiatan English Club bersama mahasiswa KKN P 18 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dengan menggunakan media board game ular tangga secara rutin selama mahasiswa megabdi.
Program ini menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Lihat juga: KKN P 57 Umsida Perkuat Pendidikan Siswa Desa Joho lewat Tiga Program Terintegrasi
Ajari Bahasa Inggris secara Bertahap
Program English Club mulai dimulai pada akhir Juli dan berlangsung setiap hari Jumat pukul 15.00 WIB dan berakhir pada Jumat, (21/8).
Kegiatan ini digelar sebagai pembelajaran tambahan Bahasa Inggris dengan metode yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.
Tim KKN P 18 Dawuhansengon berupaya menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi melalui metode pembelajaran yang inovatif, dan interaktif.
Dalam pelaksanaannya, English Club dilakukan secara bertahap dengan materi pembelajaran yang berbeda pada setiap pertemuan.
Pada pekan pertama, siswa diperkenalkan dengan materi alphabet (huruf abjad) dan kuis sebagai dasar pengenalan Bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi kahoot sebagai media belajar yang interaktif.
“Di pekan kedua, kami mencoba untuk mengulas kembali dengan cara “ice breaking” berisikan materi-materi yang ada pada pertemuan pertama agar siswa-siswi mudah untuk mengingat dan membiasakan diri menghafal kata dalam Bahasa Inggris,” ujar Refangga Fauzi Rahman Prakoso, Ketua KKN.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan materi number (angka), dengan memberikan tantangan kepada siswa-siswi untuk membaca dan mengeja setiap huruf dan kata, kemudian.
Pada pekan ketiga, mereka membahas noun (kata benda) dengan menggunakan kertas teka teki silang yang berisikan kata benda kemudian siswa – siswi mencari huruf menjadi kata benda yang ada di kertas teka teki silang tersebut dan menerjemahkannya.
Hadirkan Inovasi Belajar Baru

Pada pertemuan terakhir, (21/8), mahasiswa menghadirkan inovasi pembelajaran melalui media board game ular tangga dengan materi animals(hewan) dan kumpulan materi dari pertemuan sebelumnya yaitu dengan mengeja, membaca, dan menggambar, serta meragakan-menebak dalam permainan board game ular tangga tersebut.
“Ini adalah media pembelajaran yang kami buat sendiri sebagai inovasi dalam program English Club,” terang Fauzi.
Media ini dipilih untuk membantu siswa memahami dan mengingat kosakata Bahasa Inggris melalui kegiatan belajar sambil bermain.
Permainan ini menggunakan konsep dasar ular tangga pada umumnya, namun mahasiswa menambahkan Challenge Card dan Questions Card pada beberapa petak tertentu sebagai tantangan pembelajaran.
“Ketika mendapatkan kartu, siswa harus menyelesaikan tantangan sesuai instruksi yang diberikan,” lanjutnya.
Challenge Card berisi berbagai aktivitas seperti Say (menyebutkan kata), Guess (menebak jawaban), Act (memperagakan gerakan), Spell (mengeja kata), dan Draw (menggambar sesuai petunjuk).
Sementara itu, Questions Card berisi pertanyaan sederhana mengenai materi Bahasa Inggris, seperti nama hewan, ciri-ciri hewan, suara hewan, serta kosakata dasar lainnya.
“Jadi siswa tidak hanya belajar menghafal kosakata, tetapi juga dilatih untuk berpikir, berkomunikasi, dan meningkatkan keberanian dalam menggunakan Bahasa Inggris,” tutur Fauzi.
Board game buatan mahasiswa KKN P 18 Umsida tidak hanya menjadi permainan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengajak siswa untuk berpikir, mengingat kosakata, meningkatkan kreativitas, serta membangun rasa percaya diri dalam belajar Bahasa Inggris.
Materi yang terdapat dalam kartu permainan disesuaikan dengan pembelajaran Bahasa Inggris tingkat sekolah dasar kelas 1 hingga kelas 6.
“Kami berharap setelah dilaksanakan program ini, adik-adik SDN Dawuhansengon 3 semakin minat dan semangat untuk belajar bahasa inggris,” tutupnya.
Siswa Bisa Belajar Sambil Bermain

Kegiatan English Club mendapatkan respons positif dari siswa.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran, terutama ketika media board game ular tangga mulai diterapkan.
Salah satu siswa kelas 6, Jasmine, menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan media permainan media permainan ular tangga.
“Belajar Bahasa Inggris dengan permainan ular tangga sangat menyenangkan. Saya jadi bisa bermain sambil belajar dan lebih mudah mengingat kosakata Bahasa Inggris. Kakak-kakak KKN juga mengajar dengan seru dan interaktif, jadi saya tidak merasa bosan,” ujar Jasmine.
Melalui metode belajar sambil bermain, siswa menjadi lebih aktif berinteraksi dan berani mencoba menjawab pertanyaan yang diberikan.
Lihat juga: 2 Kelompok KKN Umsida Ini Dorong Siswa Jadi Kreator, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi
Kepala SDN Dawuhansengon 3, Agus Supriyanto SPd, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program English Club.
“Siswa menjadi lebih antusias dan tidak merasa terbebani saat belajar Bahasa Inggris. Dampak yang kami rasakan, kosakata siswa semakin bertambah, keberanian mereka untuk berbicara Bahasa Inggris juga meningkat, serta suasana belajar menjadi lebih ceria dan interaktif,” ujar Agus.(Ilham)














