pkmu 2026 1

Fasilitator PKMU Siap Hadapi Beragam Situasi Mahasiswa di Kelas

Umsida.ac.id – Sebelum dipercaya mendampingi mahasiswa dalam Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida (PKMU), calon fasilitator harus melalui serangkaian proses. 

Mulai dari seleksi administrasi, wawancara, psikotes, hingga Training of Trainer (ToT) menjadi bekal sebelum mereka benar-benar masuk ke ruang pendampingan.

Persiapan tersebut dilakukan dalam Training of Trainer Fasilitator PKMU 2026–2027 di Graha Umsida, Trawas, (15–16/8/2026).

Lihat juga: Pentingnya Aqidah dan Akhlak yang Dimiliki oleh Fasilitator PKMU

Kasi Pembinaan AIK Mahasiswa Umsida, Ima Faizah SP MPdI menjelaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kompetensi sesuai bidang studinya. 

“Jadi tidak hanya ahli mesin, ahli akuntansi, ahli ekonomi, dan sebagainya. Tetapi harus menjadi mahasiswa yang berkarakter. Pekerjaannya di bidang apa pun, karakter itu harus menjadi fokus utama,” ungkap Ima.

Fasilitator PKMU Tidak Bisa Langsung Mendampingi

pkmu 2026 1

Dalam pelaksanaan PKMU, fasilitator memiliki posisi sebagai pendamping mahasiswa. 

Ada beberapa standar bagi calon fasilitator sebelum mendampingi mahhasiswa.

“Kita menilai dari kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman ibadah, serta karakter calon fasilitator,” tuturnya.

Seleksi dimulai dari administrasi dengan melihat sejumlah persyaratan, termasuk nilai BQ dan PKMU. Peserta yang lolos kemudian mengikuti wawancara.

Pada tahap tersebut, tim tidak sekadar menanyakan pengalaman calon fasilitator. 

Cara berbicara, berpakaian, merespons persoalan, hingga pandangannya terhadap masalah yang ditemui di lingkungan kampus ikut diperhatikan.

“Karena fasilitator itu tugasnya berat, kami ingin tahu bagaimana ketahanan fasilitator terhadap tugas-tugas yang berat, kemampuan bekerja sama, dan kemampuan menjalankan tugas,” jelas Ima.

Ketahanan tersebut dibutuhkan karena pendampingan tidak hanya dilakukan ketika kegiatan berlangsung pada akhir pekan. 

Di antara pertemuan, fasilitator juga masih memiliki tugas mentoring dan pembimbingan mahasiswa.

Proses itu berjalan kurang lebih delapan bulan sehingga konsistensi menjadi salah satu hal yang diperhatikan sejak proses rekrutmen.

Belajar Membimbing, Bukan Mengulang Materi Dasar

Ima mengatakan bhawa peserta yang mengikuti ToT pada dasarnya telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami dasar ibadah. 

Lihat Juga :  KKNP 55 Umsida Ajak Siswa SDN Padi Belajar Menabung dan Berantas Bullying Melalui Kegiatan Edukatif

Karena itu, pembekalan tidak lagi berfokus pada mengajari mereka membaca Al-Qur’an dari awal.

Mereka dijari menilai bacaan mahasiswa, memandu diskusi mengenai akidah dan akhlak, hingga merespons pertanyaan yang mungkin muncul terkait perbedaan dalam praktik ibadah.

“Lebih ke teknis bagaimana mendampingi mahasiswa. Termasuk bagaimana membimbingnya, bagaimana pengelolaan kelas, kalau dosennya datang terlambat mereka harus apa, kalau materi selesai lebih cepat dan masih ada waktu itu digunakan untuk apa,” terangnya.

Ada Tekad Akan Keresahan Anak Muda

pkmu 2026 1

Bagi Tiwi Santika Duri, mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), kesempatan menjadi fasilitator merupakan sesuatu yang sudah ia tunggu sejak awal kuliah.

Ketertarikannya muncul sejak masih menjadi mahasiswa baru. 

Lantas ia mencari informasi dari fasilitator terdahulu mengenai syarat dan proses pendaftarannya.

Alasannya sederhana, ia senang berbagi ilmu dengan orang lain.

Pengalaman sebelumnya juga membuat Tiwi tidak benar-benar asing dengan aktivitas pendampingan keagamaan. 

Ia pernah tinggal di pondok dan memiliki pengalaman mengajari anak-anak mengaji, mengenalkan hadis, hingga praktik ibadah.

Namun selama mengikuti ToT, ia justru menemukan beberapa pengetahuan yang sebelumnya belum ia dapatkan.

“Banyak hadis yang belum saya ketahui. Ternyata di sini banyak ilmu yang sebelumnya belum disampaikan waktu di pondok atau mungkin dulu terlewat. Akhirnya saya mengetahui di sini,” tuturnya.

Keputusan menjadi fasilitator tentu akan berpengaruh dalam aktivitasnya sebagai mahasiswa. “Kalau kita memang sudah berkomitmen untuk ikut suatu hal, maka kita juga harus menanggung risikonya dan bertanggung jawab terhadap tugas tersebut,” katanya.

Lihat juga: ToT Fasilitator PKMU Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Membimbing Mahasiswa

Ia berharap pendampingan PKMU nantinya tidak berhenti pada mahasiswa yang sekadar menyelesaikan kewajiban program.

“Semoga mahasiswa bisa jadi lebih baik. Yang awalnya ibadahnya masih acak-acakan akhirnya termotivasi, bukan hanya sekadar karena kewajiban, tapi memang harus salat. Begitu juga membaca Al-Qur’an bisa menjadi kebiasaan mereka,” harapnya.(Dhona)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By