Umsida.ac.id – Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FPIP Umsida) berhasil memberangkatkan 178 mahasiswa untuk menmgikuti Program Latihan Profesi 1 (PLP 1) 2026 pada Senin, (13/4/2026) di lapangan kampus 3.
Lihat juga: Lang and Tech, Inovasi PBI dan PTI Umsida Tunjang Materi secara Daring
Para mahasiswa tersebut berasal dari beberapa Program Studi, seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Pendidikan IPA.
Mereka akan menjalankan penugasan di 22 sekolah yang berada di wilayah Sidoarjo hingga Mojokerto.
Seluruh peserta hadir sejak pagi dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing untuk mengikuti rangkaian acara sebelum berangkat ke sekolah tujuan.
Latihan untuk Mengenal Lingkungan Sekolah

PLP 1 menjadi tahap penting bagi mahasiswa kependidikan karena memberi pengalaman awal untuk mengenal lingkungan sekolah secara langsung.
Di kegiatan ini mahasiswa tidak hanya datang sebagai peserta praktik, tetapi juga sebagai wakil program studi dan fakultas yang membawa tanggung jawab akademik dan etika.
Karena itu, pemberangkatan dilakukan secara tertib, formal, dan penuh arahan agar para mahasiswa memahami amanah yang mereka jalankan.
Momen tersebut menjadi pembuka yang menegaskan bahwa PLP 1 bukan sekadar agenda teknis, melainkan bagian dari proses pendidikan calon guru yang menuntut disiplin, kesiapan, dan tanggung jawab.
Pemberangkatan dimulai dengan pembukaan oleh Dr Ria Wulandari SPd MPd, Kaprodi Pendidikan IPA.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik program studi dan fakultas selama mahasiswa menjalani PLP 1 di sekolah masing-masing.
“Jaga nama baik prodi dan juga fakultas selama menjalani PLP 1 di sekolah masing-masing,” ujarnya di hadapan para peserta.
Setelah sambutan dari Dr Ria, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Mohammad Faizal Amir SPd MPd, dosen Prodi PGSD.
Ia memberikan arahan kepada para mahasiswa untuk menyiapkan diri, baik secara mental, sikap, maupun penampilan sebelum memasuki lingkungan sekolah.
Setelah itu, rangkaian acara berlanjut dengan penyematan almamater kepada dua perwakilan mahasiswa.
Prosesi ini menjadi simbol kesiapan peserta untuk menjalankan tugas lapangan dengan membawa identitas kampus.
Seusai acara seremoni selesai, masing-masing kelompok mahasiswa menjalani skrining oleh DPL masing-masing.
Skrining dilakukan untuk memeriksa kesiapan peserta, termasuk kelengkapan atribut dan kerapian penampilan.
Tugas Lapangan Mahasiswa PLP di Sekolah

Salah satu mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Ami Abdillah Safi’, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA semester 4 yang bertugas di SMKN 1 Sidoarjo.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami langsung dunia pendidikan di sekolah.
“Untuk penempatan PLP, saya di SMKN 1 Sidoarjo bersama lima anggota dalam satu kelompok,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, mereka melakukan berbagai aktivitas seperti wawancara dengan guru pamong, observasi struktur organisasi sekolah, hingga mempelajari manajemen dan kultur yang ada di lingkungan sekolah.
Abdi menambahkan bahwa kegiatan observasi juga difokuskan pada proses belajar mengajar di kelas.
Selain itu, mereka juga menilai kompetensi pendidik, termasuk kesesuaian metode pembelajaran dengan kurikulum yang berlaku.
“Kita mengamati bagaimana siswa menangkap materi dari guru, sekaligus melihat kompetensi guru dalam menyampaikan pembelajaran, apakah sudah sesuai dengan kurikulum yang sekarang,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan PLP, Abdi dan tim telah melakukan persiapan dengan berkoordinasi bersama DPL dan pihak sekolah.
“Persiapannya kita koordinasi dulu dengan DPL dan guru pamong, termasuk memahami aturan dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama PLB,” tuturnya.
Mengikuti kegiatan selama satu pekan, pengalaman ini menjadi bekal Abdi untuk memahami lingkungan kerja di dunia pendidikan, mengingat prodi yang ia tempuh memang diproyeksikan untuk tenaga kependidikan.
Ia juga mengaku melakukan persiapan akademik sebelum terjun ke lapangan, khususnya dalam memahami materi pembelajaran di SMK.
Menurutnya, kurikulum di SMK memiliki karakteristik tersendiri, seperti adanya mata pelajaran IPAS yang merupakan gabungan ilmu pengetahuan alam dan sosial.
Lihat juga: Smart Box, Inovasi Pembelajaran Mahasiswa PLP Umsida di SD Muhammadiyah 1 Gempol
“Saya lebih banyak mempersiapkan materi fisika dan kimia, karena di SMK ini pembelajarannya lebih spesifik ke arah kejuruan,” pungkasnya.(Nabila Wulyandini)



















