duta pencerah umsida gen 2

Duta Pencerah Umsida Gen 2, Siapkan Mahasiswa Jadi Wajah Kampus

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melanjutkan regenerasi Duta Pencerah melalui Audisi Calon Duta Pencerah Umsida Gen 2 pada Kamis, (27/8/2026).

Program ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan mereka menjadi representasi kampus di berbagai kegiatan.

Lihat juga: Hadir di Wisuda ke-47 Umsida, Pemkab Sidoarjo Ajak Lulusan untuk Bangun Daerah

Antusiasme mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar yang meningkat cukup signifikan dari tahun lalu.

Setelah melalui berbagai tahap seleksi, sebanyak 24 peserta mengikuti proses audisi hingga akhirnya terpilih 12 mahasiswa sebagai Duta Pencerah Umsida Gen 2.

Wadah Pengembangan Potensi Mahasiswa

duta pencerah umsida gen 2

Pembina Duta Pencerah Umsida, Alfaro M Recoba MIKom, menjelaskan bahwa Duta Pencerah tidak hanya bertujuan untuk mendukung kebutuhan kehumasan kampus, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Duta ini memang didirikan bertujuan untuk yang pertama menjadi kepanjangan tangan dari Humas. Humas ini kan selaku orang yang berhadapan dengan publik, sehingga kita perlu banyak sumber daya untuk itu,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Alfaro, program ini juga digelar untuk menaungi mahasiswa yang memiliki potensi dalam bidang public speaking, manner, prestasi akademik maupun non akademik.

Menurutnya, mahasiswa yang menjadi Duta Pencerah perlu memiliki kemampuan mengenal kampusnya sendiri.

Hal tersebut menjadi dasar agar mereka mampu menyampaikan informasi mengenai Umsida kepada pihak luar dengan baik.

Pada pelaksanaan audisi tahun kedua ini, jumlah pendaftar mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berpendapat bahwa peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pengalaman positif Duta Pencerah generasi pertama yang memperoleh berbagai pengalaman selama menjalankan tugas.

“Mereka cukup banyak merasakan impact positif untuk menunjang karir mereka. Banyak pengalaman yang menjadi bekal untuk menunjang kemampuan dan wawasan teman-teman,” jelas Alfaro.

Para mahasiswa terpilih nantinya akan memiliki struktur kepengurusan serta tugas yang berkaitan dengan kegiatan kampus, khususnya dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan protokoler.

Berbagai Pembekalan Duta Pencerah Umsida

duta pencerah umsida gen 2

Setelah terpilih, para Duta Pencerah Umsida Gen 2 tidak langsung menjalankan tugas, tetapi akan mengikuti proses pembinaan.

Pembinaan awal meliputi beauty class, pelatihan public speaking, hingga pelatihan tampil di depan publik.

Setelah itu, mereka akan mulai diperkenalkan kepada seluruh warga Umsida melalui kegiatan Fortama pada September mendatang.

Ia berharap pengalaman selama menjadi Duta Pencerah dapat memberikan bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia setelah perkuliahan.

“Harapan saya pribadi ini adalah dimana nanti teman-teman yang pernah mengikuti Duta ini setidaknya mereka lahir di dunia industri atau di dunia setelah perkuliahan itu menjadi sosok yang punya value-nya masing-masing,” tuturnya.

Bawa Semangat Personal Branding

Salah satu mahasiswa yang terpilih sebagai Duta Pencerah Umsida Gen 2, Devi Sheila Putri dari Program Studi Manajemen semester 7, yang mengikuti program ini karena ingin membawa nilai yang sesuai dengan bidang yang diminatinya.

Dalam proses seleksi, Devi menyebut penampilan bakat menjadi salah satu bagian yang membutuhkan persiapan lebih.

Ia membawakan storytelling legenda dari Kalimantan Barat berjudul Batu Menangis.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 3, Rizqy Agung Dzikrillah, mengaku tertarik mengikuti Duta Pencerah sejak melihat penampilan Duta Pencerah pada kegiatan Fortama saat dirinya masih menjadi mahasiswa baru.

Lihat juga: Dunia Kerja Global Terbuka, Wamen P2MI Beri Bekal agar Lulusan Siap Kerja

“Saya juga ingin mempelajari bagaimana cara mendalami organisasi dan juga ingin membranding diri saya sendiri,” ujar Rizqy.

Dalam audisi tersebut, Rizqy menampilkan bakat berupa musikalisasi puisi dan trik mayoret modern.

Baginya, persiapan bakat menjadi salah satu tantangan karena membutuhkan latihan yang cukup panjang.(Dhona)