lulusan Umsida di Papua 2

Mengabdi di Papua Jadi Motivasi Mahasiswa Ini Hingga raih Predikat Wisudawan Terbaik

Umsida.ac.id – Perjuangan membangun pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) bukanlah tugas yang mudah, salah satunya mengabdi di tanah Papua, ujung Timur Indonesia.

Namun, bagi Nur Lailly Enny Haryanti MPd, wisudawati Terbaik Magister Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) ke 46, tantangan itu justru menjadi ladang pengabdian yang ia jalani dengan sepenuh hati.

Lihat juga: 3 Pendanaan Besar Antarkan Mahasiswa Ini Jadi Wisudawan Berprestasi

Bertugas sebagai guru Bimbingan Konseling (BK) di SMP Muhammadiyah Merauke, Lailly terus menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Papua Selatan.

Lailly bukan sosok yang asing bagi dunia pendidikan Muhammadiyah. 

Ia adalah alumni Fakultas Psikologi Umsida tahun 2015 yang kemudian melanjutkan studi S2 MPI di FAI Umsida dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,82.

Pada tahun 2021, di tengah masa pandemi dan kebijakan lockdown, ia bersama suami memutuskan untuk hijrah ke Merauke, tanpa memiliki kenalan atau keluarga di tanah Papua.

Berbekal tekad untuk mengabdi di bidang pendidikan, Lailly memulai perjalanan barunya di salah satu sekolah favorit di Merauke, SMP Muhammadiyah Merauke, yang memiliki lebih dari 500 siswa.

“Alhamdulillah, saya dipercaya menjadi guru BK. Dari sini saya merasa memiliki kewajiban untuk membantu para pelajar di Merauke berkembang, baik secara akademik maupun mental,” ungkapnya.

Mengembangkan Pendidikan Melalui Pendekatan Humanis

lulusan Umsida di Papua

Sebagai guru BK, Lailly berhadapan langsung dengan dinamika perilaku siswa yang berbeda dengan karakteristik pelajar di Jawa. 

Tantangan geografis, latar belakang budaya, hingga keragaman bahasa membuat pendekatan bimbingan konseling di Papua harus dilakukan dengan cara yang lebih humanis, empatik, dan sabar.

Pengalamannya selama belajar di FAI Umsida sangat dirasakan manfaatnya dalam menjalankan tugas. 

Mata kuliah tentang manajemen pendidikan, supervisi akademik, hingga kepemimpinan pendidikan memberikan perspektif baru yang dapat ia terapkan dalam pengelolaan layanan BK di sekolah.

“Saya banyak terinspirasi dari dosen-dosen FAI Umsida, terutama dalam hal manajemen lembaga pendidikan. Pengalaman yang mereka bagikan sangat relevan dengan kondisi sekolah di Papua. Ini membantu saya memahami bagaimana membangun sistem layanan yang lebih efektif bagi siswa,” jelasnya.

Di sekolah, Lailly tidak hanya memberikan layanan konseling individual, tetapi juga terlibat dalam merancang program pembinaan karakter, pendampingan belajar, hingga kegiatan untuk meningkatkan motivasi siswa. 

Ia juga membantu guru lain dalam memahami pendekatan pedagogis yang sesuai dengan kondisi psikologis siswa.

Menggaungkan Nama Umsida di Tanah Papua

lulusan Umsida di Papua 2

Di tengah kesibukannya sebagai guru, ibu, dan mahasiswa, Lailly tetap bangga memperkenalkan nama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kepada rekan guru dan masyarakat di Merauke. 

Ia kerap membagikan pengalaman kuliahnya serta mengajak para pendidik di Papua untuk turut melanjutkan pendidikan di Umsida.

“Walaupun saya tinggal jauh dari Sidoarjo, saya tetap membawa nama Umsida. Banyak yang bertanya dan tertarik ketika saya bercerita tentang kualitas dosen dan fleksibilitas kelas jarak jauh di FAI Umsida,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan jarak jauh yang ditawarkan FAI Umsida sangat membantu guru-guru yang tinggal di daerah. 

Tanpa harus meninggalkan pekerjaan, mereka tetap bisa meningkatkan kompetensi akademik. 

Baginya, model pembelajaran seperti ini sangat strategis untuk pemerataan kualitas pendidikan, terutama di wilayah timur Indonesia.

Pengabdian Tanpa Batas Jarak

Selama tinggal di Papua, Lailly merasakan bahwa kehadirannya sebagai tenaga pendidik membawa dampak nyata. 

Ia melihat langsung bagaimana semangat belajar siswa meningkat ketika mereka merasa dipahami dan dibimbing. 

Ia juga aktif mendampingi guru lain melakukan penelitian kecil tentang metode pembelajaran dan motivasi belajar siswa.

Tak berhenti di situ, ke depan Lailly berencana mendirikan yayasan pendidikan Islam modern sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat Papua. 

Ia juga berkomitmen melanjutkan studi Magister Bimbingan dan Konseling serta Magister Psikologi agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih profesional.

“Semoga saya bisa mengambil bagian dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Papua. Tidak hanya sebagai guru BK, tetapi juga sebagai konsultan dan penggerak pendidikan di sana,” harapnya.

Kisah perjalanan Lailly adalah potret dedikasi seorang pendidik yang tidak mengenal batas geografis. 

Lihat juga: Umsida dan LLDIKTI Wilayah VII Gelar Forum Penguatan Humas 2025

Kehadirannya di Merauke menjadi bukti bahwa pendidikan bermutu mampu menjangkau dan memberi dampak hingga ke ujung timur Indonesia. 

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By