PKM Umsida, perguruan tinggi unggul, Prof Syafiq

8 Karya Lolos di PKM dan P2MW 2026, Umsida Ciptakan Berbagai Riset dan Inovasi

Umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui capaian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026.

Pada ajang PKM 2026, mahasiswa Umsida berhasil lolos pada skema pendanaan maupun insentif PKM Artikel Ilmiah (AI). 

Sementara di bidang kewirausahaan, empat tim mahasiswa Umsida juga berhasil lolos program P2MW Kemendiktisaintek 2026.

Lihat juga: Aplikasi Kesehatan Kidney Guard Antar Mahasiswa Umsida Raih Penghargaan di Pilmapres VI 2026

PKM Umsida Angkat Isu Pendidikan, Bahasa Inggris, dan Kesehatan

PKM dan P2MW Umsida 2026

Pada skema PKM Pendanaan, tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil lolos melalui judul FOCUSMIND-AR: Modul Ajar Digital Augmented Reality Berbasis Psikologi Kognitif untuk Mengelola Overstimulasi Siswa Akibat Paparan Konten Viral.

Program tersebut masuk dalam skema PKM-RSH dengan dosen pembimbing Mahardika Darmawan Kusuma Wardana MPd dan diketuai Fahmi Anisa Herviana dari Prodi PGSD.

Selain itu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris juga lolos melalui program Listen-Draw-Tell: Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Strategi Top-down dan Bottom-up di MI Muhammadiyah 2 Kedungbanteng pada skema PKM-PM.

Program ini dibimbing Dr Vidya Mandarani SS MHum dengan ketua tim Zayyidah Fairuzah dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Pada skema Insentif PKM-AI, mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis lolos melalui riset berjudul Potensi Nanoemulgel Kitosan Limbah Cangkang Kupang pada Recovery Histopatologi Fibroblas Ulkus Diabetikum di bawah bimbingan Syahrul Ardiansyah SSI MSi.

Sementara satu tim lainnya dari PGSD, lolos melalui artikel ilmiah Inovasi Media Ular Tangga Bermuatan Deep Learning terhadap Numerasi Siswa Sekolah Dasar dengan dosen pembimbing Dr Mohammad Faizal Amir SPd MPd.

Latih Nalar dan Kreativitas Mahasiswa

pkm-inovasi-limbah-cangkang-kupang-3-598x418-1

Salah satu dosen pembimbing PKM-AI, Syahrul Ardiansyah SSI MSi menjelaskan bahwa kompetisi PKM merupakan ajang nasional dengan tingkat persaingan yang sangat ketat karena diikuti puluhan ribu tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

“Proses pendampingan dilakukan tidak hanya pada sistematika penulisan dan konten isi, namun mulai dari pemilihan redaksi judul yang berpotensi lolos, konten isi, sistematika penulisan, hingga lampiran dilakukan pendampingan dan koreksi untuk meminimalkan kesalahan,” ujarnya.

Menurutnya, PKM menjadi wadah penting dalam membangun daya nalar, kreativitas, dan kemampuan penulisan ilmiah mahasiswa.

“Iklim kompetisinya sangat ketat, jadi mahasiswa yang mampu lolos itu merupakan kebanggaan tersendiri,” tambahnya.

Dosen Teknologi Laboratorium Medis itu mengatakan bahwa tantangan utama dalam PKM adalah membantu mahasiswa menemukan ide dan menyusun karya ilmiah yang memiliki peluang besar lolos seleksi nasional.

Ia juga menilai kualitas riset mahasiswa pada program PKM saat ini sudah sangat mendalam.

“Jika melihat gambaran judul-judul PKM yang lolos pendanaan maupun insentif, sebagian besar kedalaman risetnya melebihi kedalaman riset skripsi mahasiswa,” jelasnya.

Hadirkan Program Bisnis Digital hingga Produk Pangan

Pada program P2MW 2026, mahasiswa Umsida berhasil lolos melalui empat bidang usaha berbeda.

Yang pertama adalah usaha Warisan Rasa dan Pasar Budaya Pring Sewu pada kategori jasa, pariwisata, dan perdagangan tahap bertumbuh dengan dosen pembimbing Rohman Dijaya SKom MKom.

Kemudian usaha Empocare, inovasi minuman herbal berbahan empon-empon nusantara dan ekstrak daun beluntas dengan kemasan reusable pada kategori makanan dan minuman tahap awal di bawah bimbingan Cindy Taurusta SST MT.

Mahasiswa Teknik Industri juga lolos melalui usaha DIARICE atau beras rumput laut rendah kalori ramah diabetes pada kategori manufaktur dan teknologi terapan tahap awal dengan dosen pembimbing Dr Wiwik Sulistyowati ST MT.

Sementara tim dari Prodi Bisnis Digital lolos melalui platform Snap and Style, sebuah platform booking jasa fotografer dan kebutuhan event yang terintegrasi dalam satu sistem aplikasi pada kategori bisnis digital tahap bertumbuh.

Program tersebut dibimbing Alshaf Pebrianggara SE MM dengan ketua tim Afifani Aulida Romadhoni.

Sebagai dosen pembimbing, ia fokus pada penguatan ide bisnis, kesiapan eksekusi platform digital, dan pembentukan mentalitas profesional mahasiswa sebagai tim startup.

Menurutnya, program P2MW sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di kelas.

“Mahasiswa juga harus memiliki pengalaman membangun solusi dan bisnis yang berdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa saat ini memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap teknologi dan pola bisnis digital.

Lihat juga: 3 Mahasiswa Umsida Raih Juara Lomba Fisioterapi Nasional

“Mereka juga lebih berani mencoba dan lebih terbuka terhadap kolaborasi,” pungkasnya.(Romadhona)