karhutla (Dok Antara Foto)

Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?

Umsida.ac.id – Kasus Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia terjadi sejak sekitar Mei 2026. Beberapa hutan di Pulau Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan daerah lainnya dilalap si jago merah hingga menyebabkan banyak kerugian.

Dr Cindy Cahyaning Astuti SSi MSi dari Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSLSC Umsida), berpendapat bahwa maraknya kejadian Karhutla tahun ini tidak hanya karena perubahan iklim.

Lihat juga: Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida

Tak Hanya Karena Iklim

“Perubahan iklim memang memperparah kondisi melalui suhu yang meningkat, musim kering lebih panjang, dan rendahnya kelembaban,” terang Dr Cindy.

Ia memberikan contoh Karhutla di Kalimantan. Keberadaan lahan gambut yang mudah terbakar menjadi faktor penting ketika mengalami kondisi kering. 

Namun, imbuhnya, faktor manusia juga sangat dominan, seperti pembukaan lahan dengan api, degradasi hutan, pengeringan lahan gambut, serta lemahnya pengelolaan kawasan rawan kebakaran. 

“Secara ekonomi jangka pendek, pembakaran memang dianggap murah dan cepat. Namun secara ekologis memiliki resiko besar karena dapat merusak tanah, menghasilkan emisi karbon, dan sulit dikendalikan terutama di lahan gambut,” tuturnya.

Sebagai alternatif, Dr Cindy menyarankan pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning) melalui mekanisasi, pengelolaan biomassa, atau pemanfaatan sisa vegetasi sebagai kompos.

Mengapa Karhutla Terus Berulang?
karhutla (Dok Antara Foto) 1
Dok Antara Foto

Menurut pendapat Dr Cindy, banyaknya Karhutla disebabkan oleh hal yang bersifat kompleks dan berulang. 

Misalnya saja, ujarnya, yang hingga kini pencegahan yang dilakukan di Indonesia berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi.

“Sedangkan akar masalahnya seperti tata kelola lahan, perilaku pembukaan lahan, restorasi gambut, dan pengawasan kawasan belum sepenuhnya terselesaikan,” terangnya.

Lihat Juga :  Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida

Sehingga ketika musim kering ekstrem datang seperti Godzilla El Nino kemarin, risiko kebakaran meningkat kembali. 

Dr Cindy memberikan beberapa langkah pemulihan cepat yang bisa dilakukan untuk menangani kasus Karhutla.

Pertama, setelah menghentikan penyebaran api, pembasahan harus segera dilakukan, terlebih di lahan gambut.

Setelah itu melakukan rehabilitasi vegetasi, pemulihan kualitas tanah dan air, serta pemantauan kawasan yang terbakar agar tidak terjadi kebakaran ulang. 

“Pemulihan juga perlu melibatkan masyarakat sekitar sebagai pengelola kawasan,” terangnya.

Dampak dan Masa Pemulihan yang Lama
karhutla (Dok Antara Foto) 1
Dok Antara Foto

Banyaknya kasus Karhutla akhir-akhir ini tentu berdampak pada beberapa hal, seperti:

Air: peningkatan sedimen, abu, dan perubahan kualitas kimia air. 

Tanah: hilangnya bahan organik, penurunan kesuburan, dan gangguan mikroorganisme tanah. 

Keanekaragaman hayati: hilangnya habitat dan terganggunya populasi satwa. 

Iklim: peningkatan emisi CO₂ dan gas rumah kaca akibat pembakaran biomassa dan gambut. 

Pemulihan alam: terganggu karena ekosistem membutuhkan waktu panjang untuk kembali stabil. 

Dr Cindy berpendapat bahwa pemulihannya tergantung tingkat kerusakan ekosistem.

Lihat juga: Galakkan Gerakan Green Campus, Umsida Ajak Maba Peduli Lingkungan

“Vegetasi awal mungkin dapat pulih dalam beberapa tahun, tetapi hutan alami dan ekosistem gambut membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk kembali mendekati kondisi awal,” tandasnya.

Beberapa fungsi ekosistem dapat dipulihkan, tetapi, imbuh Dr Cindy, tidak selalu kembali persis seperti sebelum terbakar, terutama jika kehilangan lapisan gambut dan keanekaragaman hayati utama.(Dhona)

Sumber: Dr Cindy Cahyaning Astuti SSi MSi

Berita Terkini

UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By
orang tua wali wisudawan (3)
Cerita Orang Tua di Balik Perjuangan Wisudawan Umsida hingga Lulus
October 27, 2026By
wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By