limbah bonggol jagung

Olah Limbah Bonggol Jagung, KKN P 55 Umsida Latih Warga Buat Briket

Umsida.ac.id – Bonggol jagung yang seringkali dibuang setelah panen ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. 

Menyadari potensi tersebut, KKN P 55 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mengajak pemuda karang taruna mengenal cara mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket pada Rabu, (26/8) di Balai Desa Manting.

Lihat juga: Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, KKN T 8 Umsida Olah Jadi Briket Bernilai Guna

Pelatihan ini dihadiri oleh delapan orang dari Karang Taruna dan juga dihadiri oleh perangkat Desa Manting, Yaman dan Imam. 

Selain memperkenalkan briket, peserta juga menyaksikan proses pengolahan bonggol jagung yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi bahan yang memiliki nilai guna.

Limbah Bonggol Jagung Masih Berserakan

Jagung adalah salah satu jenis tanaman yang umum dijumpai di Desa Manting karena sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani jagung. 

Setelah panen usai, bonggol jagung umumnya tidak banyak digunakan dan biasanya dibiarkan menjadi sampah.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama tim KKN  memilih untuk mengolah bonggol jagung menjadi briket.

Muhammad Akbar Hidayatullah selaku penanggung jawab program mengatakan bahwa pemanfaatan limbah bonggol jagung di sini belum banyak dilakukan oleh masyarakat.

“Kesadaran masyarakat untuk mengolah limbah bonggol jagung di Desa Manting sendiri masih kurang,” ujarnya.

Dengan inovasi ini, tim KKN mengajari masyarakat untuk membuka peluang usaha memproduksi briket dari bonggol jagung, sekaligus bisa membantu meminimalisir pencemaran lingkungan.

Pengolahan Bonggol Jagung Menjadi Briket

limbah bonggol jagung

Dalam kegiatan ini, peserta diberi penjelasan materi mengenai penggunaan bonggol jagung dan cara limbah tersebut bisa diubah menjadi briket. 

Lihat Juga :  Snap and Style, Inovasi Bisnis Digital Mahasiswa Umsida yang Lolos P2MW 2026

Tahapan proses pembuatannya ditunjukkan secara bertahap, mulai dari pengolahan menjadi arang, pembuatan perekat dari tepung tapioka, pencampuran dengan bahan perekat, penggilingan, pencetakan, sampai proses pengeringan.

Setelah pembuatan briket selesai, mereka melakukan pengujian pembakaran untuk menilai hasilnya. 

Dari proses ini, peserta dapat menyaksikan secara langsung perubahan bonggol jagung yang dulunya dianggap limbah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan.

Bagi Riki selaku ketua karang taruna Desa Manting, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru karena sebelumnya ia tidak menyadari bahwa limbah bonggol jagung dapat diolah menjadi briket.

“Adanya kegiatan ini saya belajar dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Barang yang tidak terpakai ternyata bisa dibuat jadi lebih bermanfaat, seperti briket ini,” kata Riki.

Tidak Hanya Dibuang atau Dibakar

limbah bonggol jagung

Penggunaan bonggol jagung sebagai briket juga mendapatkan tanggapan positif dari perangkat desa. 

Selain memberi fungsi baru pada limbah pertanian, cara ini dinilai dapat menjadi alternatif agar sisa hasil panen tidak selalu dibuang atau dibakar.

Lihat juga: KKN P 38 Umsida Ubah Limbah Kulit Kopi di Wonokerto Jadi Briket Bernilai Ekonomi

Imam, salah satu perangkat Desa Manting, menyatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi Langkah awal bagi masyarakat untuk mulai memandang limbah dari perspektif yang berbeda.

“Alhamdulillah, dengan kegiatan ini bisa membantu mengurangi limbah yang ada di kampung ini dan membiasakan supaya limbah tidak langsung dibakar. Jadi limbahnya masih bisa dimanfaatkan dan punya nilai ekonomis,” ujarnya.(Rizka)

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By
PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By
media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By